Judi Bola Asia – Manchester United tengah terletak dalam fase transisi besar, baik di dalam ataupun luar lapangan. Semenjak kehadiran Sir Jim Ratcliffe lewat tim Ineos, klub berjuluk Setan Merah itu hadapi bermacam pergantian signifikan yang merangsang pro serta kontra di golongan suporter.
Dalam periode tersebut, manajemen memangkas dekat sepertiga jumlah karyawan melalui 2 gelombang pemutusan ikatan kerja( PHK). Tidak hanya itu, harga tiket pertandingan dinaikkan, beberapa pemegang tiket musiman lama dipindahkan tempat duduknya, dan 2 manajer wajib angkat kaki dari Old Trafford.
Langkah- langkah ekstrem tersebut membuat Ratcliffe jadi sasaran kritik. Dia apalagi mengaku dirinya tidak terkenal di golongan fans United.
“ Aku memanglah sangat tidak terkenal di Manchester United sebab kami membuat banyak pergantian,” ucap Ratcliffe kepada sebagian awak media.
Walaupun demikian, miliarder yang bergerak di industri kimia itu menegaskan seluruh keputusan diambil demi kebaikan klub.
“ Tetapi bagi aku, itu buat perihal yang lebih baik. Kami mulai memandang fakta di klub kalau pergantian itu mulai membuahkan hasil,” lanjutnya.
Ratcliffe menyadari kebijakan susah hendak senantiasa memunculkan respon negatif. Tetapi dia merasa langkah tersebut memanglah butuh diambil demi membetulkan fondasi klub.
“ Bila Kamu melaksanakan hal- hal susah, yang kami rasa wajib dicoba di Manchester United, hingga buat sedangkan waktu Kamu hendak jadi sangat tidak terkenal,” tegasnya kepada KSOKLUB.
Pergantian besar itu terjalin sehabis United mencatat masa terburuk mereka dalam 51 tahun terakhir. Pada masa kemudian, Setan Merah cuma finis di peringkat ke- 15 klasemen Liga Inggris serta kandas mencapai satu juga trofi.
Masa ini juga diperkirakan hendak berakhir tanpa gelar. Tetapi terdapat secercah harapan di kompetisi dalam negeri. Di dasar arahan pelatih kepala baru, Michael Carrick, United saat ini terletak di posisi keempat klasemen serta terletak di jalan terdepan buat mengamankan tiket Liga Champions masa depan.
Carrick sendiri cuma terikat kontrak sampai akhir masa. Manajemen klub dikala ini tengah dalam proses mencari pelatih permanen buat mengetuai proyek jangka panjang.
Keadaan tersebut menampilkan kalau United masih dalam sesi penyusunan ulang, baik dari sisi manajemen ataupun performa regu.
Tidak cuma kritik di media sosial, Ratcliffe pula jadi sasaran nyanyian bernada agresif dari suporter di stadion. Apalagi, dia pernah dikonfrontasi langsung oleh beberapa fans dikala mendatangi pertandingan tandang ke markas Fulham.
Suasana ini menggambarkan betapa sensitifnya pergantian di klub sebesar Manchester United, yang mempunyai basis pendukung global serta sejarah panjang kesuksesan.
Bandar Bola Jakarta mengatakan walaupun tekanan terus tiba, Ratcliffe senantiasa percaya arah yang diambilnya pas. Dia memperhitungkan transformasi besar memanglah memerlukan waktu serta kesabaran, paling utama sehabis klub terpuruk dalam sebagian masa terakhir.

