Bandar Bola Bengkulu – Michael Carrick telah membawa kembali kesederhanaan ke Manchester United, meskipun ia tidak bisa sepenuhnya mengakhiri kekacauan yang melekat di klub tersebut. Akan tetapi didalam kemenangan dramatis dengan skor 3-2 atas Fulham, kesederhanaan dan kekacauan tersebut justru berpadu dalam satu momen penentu. Laga di Old Trafford tersebut sempat tampak aman bagi United setelah unggul dua gol. Situasi berubah drastis pada menit-menit akhir, ketika Fulham menyamakan kedudukan dan mengancam menghentikan momentum awal Carrick sebagai pelatih kepala.
Pada akhirnya, keberanian United untuk terus mengejar kemenangan tersebut akhirnya menghasilkan gol penentu di masa tambahan waktu. Dibalik momen penuh chaos tersebut, ada fondasi keputusan tenang dan terukur yang menjadi ciri pendekatan Carrick. Manchester United semula mengendalikan pertandingan berkat gol dari Casemiro dan Matheus Cunha. Keunggulan tersebut hampir saja sirna setelah penalti Raul Jimenez dan gol penyeimbang Fulham di awal injury time.
Gol penentu Benjamin Sesko pada menit ke-94 membalikkan keadaan. Dimana gol tersebut lahir dari pergerakan sederhana, menerima umpan dari Bruno Fernandes sebelum berputar dan menuntaskan peluang dengan tenang. Daftar Bola Momen tersebut meningkatkan pada suatu kemenangan khas “Fergie Time” di hadapan Sir Alex Ferguson. Manchester United memilih mengejar gol kemenangan ketimbang harus bertahan demi satu poin dan keputusan tersebut akhirnya berbuah hasil.
Tiga pertandingan sejak mengambil alih tim hingga akhir musim, Carrick mengantar United meraih kemenangan atas Manchester City, Arsenal, dan juga Fulham. Rangkaian dari hasil tersebut membawa Manchester United ke persaingan tidak terduga menuju zona Liga Champions. Kebangkitan ini sering dikaitkan dengan kembalinya “DNA” menyerang klub. Akan tetapi, inti perubahan dibawah Carrick adalah penghapusan kebingungan dan kompleksitas yang sebelumnya muncul.
Pendekatan tersebut terlihat jelas dari pergantian pemain yang berani. Carrick mengganti pemain penyerang degan penyerang, sesuatu yang jarang dilakukan Ruben Amorim, dan memberi kejelasan peran bagi setiap pemain. Kesederhanaan juga tercermin dari susunan pemain pada awal pertandingan, Mikel Carrick mempertahankan empat pemain bek dan duet Casemiro bersama Kobbie Manoo pada lini tengah, berbeda dari sistem tiga bek yang hampir selalu dipakai Amorim.
Bandar Bola Kelapa Dua Pendekatan Carrick berbanding terbalik dengan masa lalu Manchester United saat dibawah asuhan Amorim yang ditandai dengan perubahan konstan dan ketidakpastian. Kekacauan taktik pada waktu itu membuat performa tim menjadi goyah dan hasil buruk harus terjadi berulang-ulang. Sekarang Manchester United bermain dengan kebebasan dan kepercayaan diri, dimana pergantian pemain yang terlihat sederhanajustru menunjukkan keberanian Carrick untuk mengambil resiko demi menang. (SP)


