Liga Champions – Real Madrid menampilkan performa luar biasa dengan membungkam AS Monaco 6- 1 pada laga matchday 7 fase liga Liga Champions 2025/ 2026 di Santiago Bernabeu, Rabu( 21/ 1/ 2026) dini hari Wib.
Pertandingan berlangsung berat sebelah semenjak menit dini. Kylian Mbappe tampak selaku aktor utama melalui 2 berhasil kilat, sedangkan Vinicius Junior bersinar dengan donasi satu berhasil serta 3 assist yang mematikan.
Hasil ini menegaskan dominasi Real Madrid di kandang sendiri sekalian jadi malam istimewa untuk Mbappe yang kembali menaklukkan mantan klubnya.
Berkat hasil ini, Real Madrid saat ini berhak naik ke peringkat 2 klasemen sedangkan fase liga dengan poin 15 dari 7 laga. Sedangkan itu, Monaco tercecer di peringkat ke- 20 dengan poin 9.
Semenjak kickoff, Madrid langsung memencet tanpa berikan ruang untuk tamunya. 5 menit pertandingan berjalan, tribun Bernabeu telah bergemuruh. Mbappe memecah kebuntuan lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti usai menerima umpan Federico Valverde. Bola menuju ke pojok kiri dasar gawang serta tidak mampu dihentikan kiper Monaco, Philipp Kohn.
Serbuan Madrid terus mengalir deras. Pada menit ke- 26, Mbappe kembali mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari campuran kilat yang dimulai sentuhan pintar Eduardo Camavinga, penyerang Prancis itu menerima umpan mendatar Vinicius Junior serta menuntaskannya dari jarak dekat.
Keunggulan 2- 0 bertahan sampai sela waktu, walaupun Monaco pernah berikan ancaman melalui tembakan jarak jauh Jordan Teze yang cuma membentur mistar gawang Madrid.
Merambah paruh kedua, dominasi Los Blancos terus menjadi tidak terbantahkan. Menit ke- 51, Franco Mastantuono turut meramaikan acara berhasil. Wonderkid asal Argentina tersebut mencetak berhasil perdananya di Liga Champions sehabis menerima sodoran Vinicius Junior serta menuntaskannya dengan penyelesaian tenang ke sudut gawang.
4 menit setelah itu, Monaco kembali kebobolan. Tekanan beruntun Madrid memforsir Thilo Kehrer melaksanakan kesalahan parah dikala berupaya memotong umpan silang rendah, yang malah berujung berhasil bunuh diri. Skor melebar jadi 4- 0 serta Monaco terus menjadi tertekan.
Vinicius Junior kesimpulannya mencatatkan namanya selaku pencetak berhasil pada menit ke- 63. Sehabis kesekian kali jadi arsitek serbuan, winger Brasil itu membebaskan tembakan keras yang pernah membentur mistar saat sebelum bersarang di gawang. Sorak sorai kembali mengguncang Bernabeu.
Monaco pernah mencuri satu berhasil balasan pada menit ke- 72. Jordan Teze menggunakan kesalahan Dani Ceballos buat menaklukkan kiper Madrid. Tetapi berhasil tersebut tidak lumayan mengganti jalannya pertandingan.
Madrid menutup acara berhasil mereka pada menit ke- 80. Jude Bellingham dengan ketenangan khasnya mengecoh kiper Monaco saat sebelum mendesak bola ke gawang kosong. Skor 6- 1 bertahan sampai peluit akhir.
Vinicius Junior tampak gemilang serta dinobatkan selaku pemain terbaik dalam kemenangan ini. Winger asal Brasil itu jadi motor utama game Los Blancos berkat donasi langsungnya dalam berhasil, kreativitas serbuan, dan keseriusan kerja selama 90 menit laga.
Vinicius bermain penuh tanpa tergantikan serta mencatatkan statistik impresif. Dia menyumbang satu berhasil serta 2 assist, suatu catatan yang menegaskan kedudukannya selaku pembeda di lini depan Real Madrid.
KSOKLUB mengatakan dari total 5 tembakan yang dilepaskan, Vinicius terus jadi ancaman nyata untuk pertahanan Monaco dengan pergerakan kasar dari sisi sayap.
Tidak cuma efisien dalam penyelesaian akhir, Vinicius pula menampilkan kualitasnya selaku kreator. Dia menghasilkan 7 kesempatan, paling banyak di laga tersebut, sekalian mengalirkan 3 umpan ke sepertiga akhir lapangan yang membuka ruang untuk rekan- rekannya.
Pergerakan eksplosifnya membuat dia mencatat 10 sentuhan di dalam kotak penalti lawan, menunjukkan betapa seringnya dia merepotkan lini balik Monaco.
Dalam duel satu lawan satu, Vinicius tampak dominan. Dia berhasil melaksanakan 4 dribel dari 5 percobaan dengan tingkatan keberhasilan menggapai 80 persen. Keunggulan ini membuat bek Monaco kesusahan menghentikan lajunya tanpa melaksanakan pelanggaran ataupun kehabisan posisi.
Donasi Vinicius pula nampak dalam fase bertahan. Dia membukukan 5 recovery serta memenangkan 5 dari 9 duel darat( 56%), menampilkan etos kerja besar yang memenuhi kedudukannya selaku penyerang sayap modern.
2 berhasil tersebut mempunyai arti historis. Mbappe saat ini mengoleksi 11 berhasil di fase liga Liga Champions masa ini, menyerupai catatan Cristiano Ronaldo pada masa 2015/ 2016.
Kala itu, Ronaldo mencetak 11 berhasil cuma dalam 6 pertandingan bersama Real Madrid dalam kompetisi yang kala itu masih berformat fase tim, suatu rekor yang hampir tidak tersentuh sepanjang nyaris satu dekade.
Menariknya, pencapaian itu diraih Mbappe dikala mengalami AS Monaco, klub yang jadi dini ekspedisi profesionalnya di sepak bola Eropa. Suatu bundaran karier yang terasa simbolis.
Performa impresif Mbappe tidak menyudahi di Eropa. Bonus 2 berhasil tersebut membuat total koleksinya masa ini menggapai 32 berhasil dari 27 pertandingan di seluruh kompetisi. Statistik yang menegaskan statusnya selaku poros utama serbuan Real Madrid, sekalian menguatkan letaknya dalam bursa Ballon d’ Or.
Tetapi, untuk Mbappe, menyerupai rekor tidaklah garis akhir. Sasaran selanjutnya telah menanti: membongkar rekor berhasil paling banyak dalam satu masa Liga Champions kepunyaan Cristiano Ronaldo, ialah 17 berhasil pada masa 2013/ 2014.
Dengan Real Madrid masih melaju ke fase gugur serta performa Mbappe yang terus menanjak, kesempatan buat mencetak sejarah terbuka lebar.
Tekad Mbappe tidak cuma terbatas di tingkat klub. Pada masa panas mendatang, dia pula bersiap mengetuai Prancis dalam perburuan gelar Piala Dunia kedua dalam kariernya.
Buat dikala ini, tiap malam di Madrid seolah menegaskan satu perihal: rekor- rekor besar yang dahulu terasa jauh, saat ini terletak dalam jangkauan Kylian Mbappe.
Hasil telak atas Monaco membawakan Real Madrid ke posisi kedua klasemen dengan 15 poin dari 7 laga.
Satu hasil positif pada laga terakhir kontra Benfica hendak membenarkan langkah Los Blancos langsung ke babak 16 besar tanpa wajib melewati fase play- off.
Untuk Vinicius Junior, malam di Bernabeu ini lebih dari semata- mata kemenangan besar. Ini merupakan statment. Dari pemain yang pernah diragukan, dia kembali menampilkan identitasnya selaku salah satu bintang utama Real Madrid, pemain yang sanggup bangkit di dasar tekanan serta menanggapi kritik dengan performa di atas lapangan.
Kemenangan ini tiba pada waktu yang krusial untuk Real Madrid. Sebagian minggu terakhir berjalan penuh gejolak, mulai dari kekalahan di final Supercopa de Espana melawan Barcelona, tersingkir dini di Copa del Rey oleh Albacete, sampai pemecatan Xabi Alonso.
Suasana itu memuncak akhir minggu kemudian, kala siulan mengiringi para pemain, pelatih, serta presiden Florentino Perez di Bernabeu. Arbeloa, yang menempuh laga Liga Champions pertamanya selaku pelatih kepala, turut merasakan tekanan tersebut.
Respons timnya melawan Monaco jadi jawaban sangat nyata. Keseriusan besar semenjak menit dini, berhasil kilat, dan perilaku kasar membuat stadion lama- lama berpihak kembali kepada tuan rumah. Monaco yang rapuh di lini balik berikan ruang untuk Madrid buat membangun keyakinan diri.
3 poin ini melindungi posisi Madrid senantiasa nyaman dalam persaingan 8 besar fase liga. Tetapi, buat membenarkan tiket otomatis ke babak 16 besar, mereka masih memerlukan paling tidak satu poin di laga terakhir melawan Benfica, yang saat ini dilatih Jose Mourinho.
Vinicius Junior senantiasa memecah opini publik Bernabeu. Sorak serta cemooh bercampur, apalagi dalam satu pertandingan yang sama. Tetapi, satu perihal tidak sempat berganti: hasratnya buat memastikan game.
Penyerang Brasil itu tampak eksplosif semenjak dini. Umpan matang dengan sisi luar kaki kirinya membuka berhasil awal Mbappe, sekalian menandai donasi dini dari 3 assist yang dia catatkan. Vinicius terus jadi ancaman, baik melalui dribel langsung ataupun keputusan tanpa ego.
Assist lain dia bagikan kepada Franco Mastantuono di babak kedua, saat sebelum kesimpulannya memenuhi malamnya sendiri. Sehabis melewati sebagian bek dengan tenang, Vinicius memilah menuntaskan sendiri kesempatan itu dengan tembakan keras ke atap gawang.
Usai laga, dia berdialog jujur tentang tekanan yang dia rasakan. Kata Vinicius kepada Movistar, sebagian hari terakhir terasa sangat susah, bukan cuma untuk dirinya namun pula segala regu.
Dia menegaskan mau dinilai dari apa yang dia jalani di lapangan, bukan dari hal- hal di luar sepak bola, seraya mengakui tekanan di Madrid senantiasa sangat besar.
Laga ini mempunyai arti emosional untuk Kylian Mbappe. Monaco merupakan klub tempat dia mengawali karier profesionalnya, saat sebelum tumbuh jadi salah satu penyerang sangat mematikan di dunia.
Mbappe membuka skor dalam 5 menit awal, menggunakan pergerakan pintar buat lepas dari kawalan Eric Dier. Dia mencetak berhasil dengan tenang, kemudian mengangkut tangan ke arah suporter Monaco, seakan memohon maaf.
Berhasil keduanya tiba dari skema serbuan balik sempurna. Vinicius Jr mengirim umpan tanpa pamrih, serta Mbappe menyelesaikannya dari jarak dekat. VAR pernah mengecek posisi, namun berhasil dinyatakan legal.
Bonus 2 berhasil itu membuat Mbappe saat ini mengoleksi 11 berhasil di fase liga Liga Champions, menyerupai rekor Cristiano Ronaldo pada masa 2015/ 2016. Dengan satu laga tersisa, kesempatan membongkar rekor terbuka lebar.
Ronaldo sendiri memegang rekor berhasil paling banyak dalam satu masa Liga Champions dengan 17 berhasil pada 2013- 14. Mbappe masih wajib melangkah jauh, namun bila Madrid sanggup melaju dalam kompetisi ini, kesempatan mengejar rekor idolanya itu terus menjadi nyata.
Di balik sorotan Vinicius serta Mbappe, performa Franco Mastantuono pantas menemukan atensi spesial. Pemain berumur 18 tahun itu menempuh starter pertamanya di Liga Champions di luar Copa del Rey semenjak dini November, serta langsung memakainya.
Mastantuono berikan penyeimbang berbeda di sisi kanan. Dia lebih alami bergerak ke tengah, membuka ruang tembak ataupun umpan dengan kaki kirinya. Kombinasinya dengan Federico Valverde membuat serbuan Madrid lebih variatif serta susah ditebak.
Saat sebelum mencetak berhasil, Mastantuono telah berfungsi dalam proses berhasil pembuka melalui pergerakan serta umpan pintar. Berhasil pertamanya di Liga Champions tiba dengan metode meyakinkan, menyelinap ke tiang jauh serta menuntaskan kesempatan dengan kaki kanan.
Bandar Bola Jakarta mengatakan penampilannya berikan Arbeloa alternatif nyata di lini depan, sekalian sinyal kalau Madrid tidak lagi tergantung pada pola serbuan yang timpang. (ss)


