Agen Bola – Jose Mourinho kembali jadi sorotan di panggung Eropa usai diusir wasit pada menit- menit akhir laga panas Benfica vs Real Madrid dalam leg awal playoff knock out Liga Champions, sehabis meluapkan kemarahannya di tepi lapangan.
Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut berakhir dengan kemenangan tipis 1- 0 buat Real Madrid. Tetapi, drama di pinggir lapangan serta insiden yang menyertainya malah lebih menyita atensi dibandingkan hasil akhir.
Ketegangan memuncak dikala Benfica memperoleh tendangan leluasa di zona beresiko, pas di luar kotak penalti, kala mereka berupaya memburu berhasil keseimbangan pada menit- menit akhir.
Kamera tv menyorot Mourinho yang nampak sangat emosional di zona teknis. Tidak lama setelah itu, wasit menghampirinya serta menghasilkan kartu kuning. Tetapi, suasana tidak mereda. Mourinho terus melontarkan keluhan keras sampai kesimpulannya diganjar kartu merah cuma sebagian detik sehabis peringatan awal.
Dari siaran ulang, nampak Mourinho memohon supaya bintang Real Madrid, Vinicius Junior, menerima kartu kuning kedua atas pelanggaran yang terjalin dalam proses tendangan leluasa tersebut.
Usai diusir, Mourinho nampak duduk di tribun pas di balik bangku cadangan regu tuan rumah. Suasana itu juga menimbulkan perdebatan baru.
Mantan wasit final Liga Champions, Mark Clattenburg, menyoroti posisi Mourinho yang dinilai masih sangat dekat dengan zona teknis. Baginya, delegasi UEFA dapat saja mengambil aksi lanjutan sebab Mourinho dikira belum seluruhnya meninggalkan zona yang semestinya tidak lagi dia tempati sehabis kartu merah
KSOKLUB memberitakan akibat kartu merah tersebut, Mourinho ditentukan tidak dapat mendampingi timnya dari bangku cadangan pada leg kedua di Santiago Bernabéu.
Dia mengakui absennya di laga tandang nanti hendak jadi tantangan tertentu.
“ Aku tidak dapat masuk ke ruang ubah serta tidak dapat berbicara langsung dengan regu. Itu hendak sangat susah. Tetapi staf aku terdapat di situ serta mereka hendak melaksanakan tugasnya,” ucap Mourinho.
Kehabisan figur sentral semacam Mourinho jelas jadi kerugian tertentu untuk Benfica yang wajib mengejar defisit agregat di kandang Real Madrid.
Laga sesungguhnya didetetapkan oleh berhasil tunggal Vinicius Junior. Winger asal Brasil itu mencetak berhasil spektakuler yang membenarkan kemenangan Los Blancos.
Tetapi, perayaan berhasil tersebut diwarnai ketegangan. Vinicius pernah ikut serta adu alasan dengan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni. Tidak lama berselang, pertandingan dihentikan sehabis si pemain mendekati wasit dengan ekspresi marah.
Protokol UEFA terpaut dugaan pelecehan rasial juga diberlakukan. Pertandingan pernah terhenti dekat 10 menit buat meredakan suasana serta membenarkan keadaan senantiasa kondusif. Sehabis berdialog dengan kedua pelatih serta rekan setimnya, Vinicius kembali ke lapangan.
Dikala laga dilanjutkan, dia disambut sorakan keras dari suporter tuan rumah. Suasana stadion terus menjadi panas menjelang akhir pertandingan.
Ketegangan belum menyudahi. Pada masa injury time, Vinicius Junior serta Trent Alexander- Arnold jadi sasaran lemparan barang dari arah tribune dikala bersiap mengambil tendangan sudut. Siaran ulang memperlihatkan suatu gelas minuman menimpa bahu Vinicius.
Insiden tersebut terus menjadi memperkeruh atmosfer dalam laga yang sejatinya menyuguhkan mutu besar di atas lapangan. UEFA diperkirakan hendak melaksanakan investigasi merata terhadap bermacam peristiwa yang terjalin, baik terpaut dugaan pelecehan rasial ataupun sikap suporter.
Dengan kemenangan 1- 0 di tangan, Real Madrid mempunyai modal berarti jelang leg kedua. Tetapi, bayang- bayang polemik serta absennya Mourinho ditentukan hendak menaikkan bumbu panas pada pertemuan selanjutnya di Madrid ujar Agen Bola Eropa. (ss)

