Liga Champions– Barcelona membenarkan langkah ke babak 16 besar Liga Champions dengan metode manis menang 4- 1 atas FC Copenhagen di Spotify Camp Nou, Kamis( 29/ 1/ 2026) dini hari Wib.
Hasil ini bukan cuma mengantar Blaugrana finis di 8 besar fase liga, namun pula secara tidak langsung menghilangkan rival abadi mereka, Real Madrid, dari posisi tersebut.
Hasil ini membuat Real Madrid wajib puas finis satu tingkatan di dasar Barcelona serta terpaksa melanjutkan perjuangan lewat babak play- off. Suasana ini jelas jadi sumber kegembiraan untuk pendukung Barcelona, tercantum para pemainnya.
Momen menarik terjalin sesaat sehabis laga usai. Kamera Movistar menangkap aksi Gavi, yang absen sebab luka, berlari ke lapangan serta mendatangi wonderkid Barcelona, Lamine Yamal.
Gelandang muda Spanyol itu nampak memperlihatkan suatu di layar ponselnya kepada Yamal. Banyak pihak meyakini isi layar tersebut merupakan hasil pertandingan di Lisbon, di mana Real Madrid kalah 2- 4 dari Benfica.
KSOKLUB mengatakan respon tawa keduanya menguatkan dugaan kalau momen itu ialah sindiran halus Gavi kepada Los Blancos. Barcelona saat ini dapat istirahat lebih tenang, sedangkan Real Madrid wajib mengalami laga play- off melawan Benfica ataupun Bodo/ Glimt demi melindungi asa di Liga Champions.
Di sisi lain, performa Lamine Yamal kembali mencuri atensi. Pemain berumur 17 tahun itu dinobatkan selaku Man of the Match oleh UEFA usai tampak gemilang melawan Copenhagen. Dalam wawancaranya dengan media, Yamal mengaku puas dengan hasil yang diraih regu.
“ Kami seluruh fokus buat finis di 8 besar. Kemenangan ini sangat berarti. Mereka bermain sangat kokoh, paling utama di depan gawang, tetapi kami bahagia dapat bangkit serta membalikkan kondisi,” ucap Yamal.
Tidak cuma itu, Yamal pula mengatakan perasaannya bermain di Liga Champions. Dia mengakui kompetisi Eropa memberinya kebebasan lebih dalam mengekspresikan game.
“ Di Liga Champions aku merasa lebih leluasa, lebih senang. Situasinya berbeda, kerap terjalin duel satu lawan satu ataupun satu lawan 2. Dikala aku dapat berikan keuntungan untuk regu, itu membuat aku sangat bahagia,” katanya.
Bandar Bola Banjarmasin memberitakan bahwa Barcelona jelas memerlukan konsistensi performa Lamine Yamal bila mau melangkah jauh. Klub asal Catalunya itu masih menanti gelar Liga Champions pertamanya semenjak 2015, ataupun 11 tahun kemudian. Keberhasilan lolos langsung ke babak 16 besar tanpa lewat play- off jadi modal berharga untuk Barcelona buat mewujudkan tekad tersebut. (ss)

