Bandar Bola Kalimantan – Awal musim yang mengecewakan bagi Liverpool di bawah komando manajer anyar, Andoni Iraola, terus memantik kritik tajam. Setelah meraih dua hasil imbang berturut-turut pada dua laga pembuka Liga Inggris, performa individual sejumlah penggawa The Reds mulai dihujani sorotan pedas. Salah satu nama yang paling gencar dikritik adalah bek kiri asal Hungaria, Milos Kerkez.
Legenda sekaligus analis sepak bola ternama, Jamie Carragher, tidak segan-segan melontarkan penilaian menohok terkait performa pemain berusia muda tersebut. Menurut Carragher, Kerkez masih sangat minim pemahaman taktik dan cenderung mengandalkan atribut fisik semata saat berada di lapangan.
Awal Musim Lambat The Reds di Bawah Iraola
Di bawah kepemimpinan Andoni Iraola yang mengusung filosofi permainan intensitas tinggi, Liverpool justru tampil tidak meyakinkan dalam membuka kampanye Premier League musim ini.
Pekan 1: Liverpool harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 2-2 oleh Newcastle United pada laga sengit di St James’ Park.
Pekan 2: Menjamu Nottingham Forest di hadapan publik Anfield, The Reds kembali gagal meraih poin penuh setelah menyudahi laga dengan skor identik 2-2.
Dua hasil imbang beruntun tersebut menempatkan Liverpool tersendok di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan raihan dua poin. Hasil ini jelas jauh dari ekspektasi para pendukung yang berharap regenerasi tim di bawah manajer baru bisa berjalan mulus sejak awal musim.
Statistik Kerkez yang Menjadi Sorotan
Di tengah performa tim yang belum solid, lini belakang Liverpool—khususnya sektor kiri yang dikawal Milos Kerkez—menjadi celah yang terus diserang lawan. Selain sering ketahuan berada di posisi yang salah saat mengantisipasi transisi bertahan, kontribusi serangan Kerkez juga dinilai sangat minim.
Daftar Bola Dalam dua pertandingan awal musim ini, statistik mencatat fakta mengejutkan: Kerkez sama sekali tidak berhasil mencatatkan satu pun umpan silang akurat (accurate cross). Akurasi umpan dan pengambilan keputusan Kerkez di area final third dinilai kerap mematahkan momentum serangan The Reds.
Kritik Pedas Jamie Carragher: “Seperti Darwin Nunez di Posisi Full-Back”
Berbicara dalam podcast populer The Overlap, Jamie Carragher menyampaikan analisis tajamnya mengenai kelemahan mendasar yang diperlihatkan Kerkez. Carragher menilai sang pemain seperti belum belajar banyak dari pengalaman musim lalu dan masih bermain tanpa perhitungan taktis yang matang.
“Pemahaman mereka tentang permainan benar-benar sangat buruk. Saat menonton pertandingan, Anda akan berpikir, ‘Mengapa dia melakukan itu?’ Musim lalu—yang merupakan musim perdananya, dan mungkin penilaian saya saat itu agak keras—saya menyebut Kerkez sebagai Darwin Nunez-nya pemain full-back,” ujar Carragher.
Mantan bek tangguh Liverpool tersebut menambahkan bahwa gaya bermain Kerkez yang terburu-buru sering kali justru merugikan skema permainan tim secara keseluruhan.
“Gayanya seperti ‘menunduk lalu berlari kencang’; segala hal yang dilakukan Kerkez selalu dalam kecepatan penuh,” tegas Carragher memungkas.
Kritik ini membandingkan karakter bermain Kerkez dengan mantan penyerang Liverpool, Darwin Nunez, yang kerap dikritik karena mengandalkan fisik dan kecepatan semata tanpa ketenangan serta decision making yang matang.
Pekerjaan Rumah Besar bagi Andoni Iraola
Situasi ini menjadi ujian awal yang cukup berat bagi Andoni Iraola. Sebagai manajer yang dikenal mengandalkan kedisiplinan taktik dan pressing terstruktur, Iraola dituntut untuk segera membenahi koordinasi lini belakang serta memoles iq bertanding pemain mudanya.
Timnas Indonesia U-20 Dengan kompetisi yang masih sangat panjang, Kerkez harus segera membuktikan bahwa ia mampu berkembang secara taktik jika tidak ingin posisinya di skuat utama terancam oleh opsi pemain lain. Liverpool dijadwalkan akan melakoni laga berikutnya pada lanjutan Liga Inggris pekan depan, di mana kemenangan menjadi harga mati untuk mendongkrak posisi mereka di tangga klasemen.


