Bandar Bola Bandung – Mantan pemain tim nasional Prancis, Christophe Dugarry, melontarkan kritik pedas terhadap penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez. Dugarry menilai keputusan Alvarez yang secara terbuka menyatakan keinginannya untuk hengkang ke Barcelona sebagai bentuk sikap yang tidak menghargai klub serta menunjukkan kelemahan dalam berkomunikasi.
Sikap terbuka striker asal Argentina tersebut memicu kemarahan mendalam di kalangan pendukung Atletico Madrid. Puncaknya terjadi pada akhir pekan lalu di Stadion Civitas Metropolitano saat Atletico menghadapi Villarreal, di mana suporter tuan rumah secara kontinyu menyoraki dan mencemooh mantan pemain Manchester City tersebut sepanjang pertandingan.
Kritik Pedas Christophe Dugarry
Dugarry, yang pernah membela Barcelona pada tahun 1997, menyuarakan keheranannya atas tindakan Alvarez dan tim manajemennya. Menurutnya, langkah tersebut sangat tidak profesional dan merugikan karier sang pemain sendiri.
“Aku pikir… maaf, pemain dan rombongannya itu idiot. Bagaimana bisa dia mengatakan ‘Aku ingin meninggalkan klub’ seperti itu? Apakah dia bodoh atau apa? Cara terbaik untuk pergi bukanlah dengan melakukan itu,” tegas Dugarry dalam penampilannya di RMC.
Daftar Bo Ia mengimbau Alvarez dan tim komunikasinya untuk lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan ke publik: Sikap rendah hati: Alvarez diminta untuk tetap fokus dan menjaga ketenangan di tengah spekulasi transfer. Komunikasi cerdas: Dugarry menyayangkan saran dari agen dan tim komunikasi yang dinilai gagal melindungi citra sang pemain di mata klub dan suporter.
Abaikan Pelajaran dari Kasus Antoine Griezmann, Selain mengecam tindakannya, Dugarry juga menyoroti bagaimana Alvarez seolah menutup mata dari sejarah kelam transfer Antoine Griezmann ke Barcelona pada tahun 2019. Kala itu, Griezmann sempat menyatakan komitmennya pada 2018 sebelum akhirnya membelot ke Camp Nou setahun kemudian melalui pengaktifan klausul pelepasan. Langkah tersebut membuat hubungan Griezmann dengan fans Atletico rusak parah.
Meskipun Griezmann berhasil memulihkan hubungannya dengan suporter setelah kembali pada 2021 dan terus menyampaikan permohonan maaf hingga kepindahannya ke Orlando City, dinamika tersebut seharusnya menjadi pelajaran berharga.
“Untuk apa dia melakukan ini? Apakah dia tidak melihat apa yang terjadi dengan Griezmann? Tidakkah dia mengenal para petinggi klub dan para suporter? Apa maksud dari sikap dan cara bicaranya seperti itu?” ujar Dugarry menambahkan.


