AC Milan vs Manchester United Skor 4-2: Rossoneri Comeback dan Menang Dramatis
AC Milan vs Manchester United berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Rossoneri. Dalam pertandingan uji coba yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Milan sempat berada dalam posisi sulit setelah Manchester United mencetak gol lebih dulu. Namun, tim asuhan Ruben Amorim mampu mengubah jalannya pertandingan melalui permainan yang semakin agresif setelah jeda.
Manchester United sebenarnya mengawali laga dengan sangat meyakinkan. Harry Maguire membawa Setan Merah unggul pada awal pertandingan, sedangkan Patrick Dorgu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada babak kedua.
Milan tidak menyerah. Samuel Chukwueze menjadi pemain penting dalam kebangkitan Rossoneri sebelum Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek menyempurnakan comeback. Empat gol Milan akhirnya membawa mereka menang 4-2.
Manchester United Langsung Mengejutkan Milan
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Manchester United tidak membutuhkan waktu lama untuk membuka keunggulan. Tekanan awal mereka menghasilkan situasi bola mati yang kemudian dimanfaatkan Harry Maguire untuk membuat skor berubah menjadi 1-0.
Gol cepat tersebut membuat Milan harus mengubah pendekatan permainan. Rossoneri berusaha membangun serangan melalui sektor tengah dan memanfaatkan pergerakan pemain di sisi lapangan.
Manchester United sendiri terlihat cukup percaya diri setelah unggul. Tim asal Inggris itu berusaha menjaga intensitas dan menutup ruang bagi Milan untuk mengembangkan permainan.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir babak pertama.
Chukwueze Bawa AC Milan Menyamakan Kedudukan
Milan perlahan menemukan ritme permainan. Salah satu pemain yang memberikan ancaman besar adalah Samuel Chukwueze.
Pemain asal Nigeria tersebut tampil agresif dan menjadi bagian penting dari serangan Milan. Pergerakannya dari sisi lapangan membuat pertahanan Manchester United beberapa kali harus bekerja keras.
Usaha Milan akhirnya membuahkan hasil ketika Chukwueze mencetak gol penyama kedudukan. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Rossoneri. Setelah sebelumnya kesulitan menghadapi tekanan Manchester United, Milan mulai tampil lebih berani dalam menguasai bola dan mencari celah di lini pertahanan lawan.
Hingga turun minum, kedua tim masih berada dalam keadaan imbang.
Dorgu Kembali Bawa Manchester United Unggul
Memasuki babak kedua, pertandingan kembali berlangsung sengit. Manchester United mampu menciptakan kejutan lain melalui Patrick Dorgu.
Dorgu mencetak gol yang membuat Manchester United kembali berada di depan dengan skor 2-1. Situasi ini sempat memberikan tekanan besar kepada Milan karena mereka kembali harus mengejar ketertinggalan.
Namun, pertandingan tersebut justru menjadi pembuktian mental Rossoneri.
Milan tidak kehilangan kendali. Ruben Amorim meminta timnya tetap agresif dan terus mencari ruang di pertahanan Manchester United. Pergantian serta perubahan posisi pemain juga membuat permainan Milan menjadi lebih dinamis.
Hasilnya terlihat tidak lama kemudian.
Cisse Samakan Skor, Milan Mulai Bangkit
Alphadjo Cisse menjadi pemain berikutnya yang mencatatkan namanya di papan skor.
Gol Cisse mengubah kedudukan menjadi 2-2. Milan kembali mendapatkan kepercayaan diri, sedangkan Manchester United mulai menghadapi tekanan yang semakin besar.
Momentum pertandingan benar-benar bergeser setelah gol tersebut. Milan bermain lebih percaya diri dan mampu memanfaatkan ruang yang muncul di lini pertahanan United.
Chukwueze juga kembali berperan dalam proses serangan Milan. Pergerakannya di sisi lapangan menjadi salah satu senjata utama Rossoneri dalam membongkar pertahanan lawan.
Dengan skor kembali imbang, pertandingan memasuki fase yang semakin menarik.
Goncalo Ramos Balikkan Keadaan
Milan akhirnya berhasil melakukan comeback sempurna ketika Goncalo Ramos mencetak gol untuk membawa Rossoneri berbalik unggul.
Kedudukan berubah menjadi 3-2 untuk Milan.
Gol tersebut menjadi pukulan bagi Manchester United yang sebelumnya dua kali berada dalam posisi unggul. Dalam waktu relatif singkat, Milan berhasil mengubah skor dari 1-2 menjadi 3-2.
Ramos menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang mampu memanfaatkan peluang di area berbahaya. Kehadirannya di lini depan memberikan opsi tambahan bagi Milan dan membuat pertahanan United semakin sulit menjaga keseimbangan.
Setelah unggul 3-2, Milan tidak memilih untuk sekadar bertahan. Rossoneri justru terus memberikan tekanan dan mencari gol tambahan untuk memastikan kemenangan.
Loftus-Cheek Tutup Kemenangan 4-2
Ruben Loftus-Cheek kemudian memastikan kemenangan Milan.
Gelandang asal Inggris tersebut mencetak gol yang membuat skor berubah menjadi 4-2. Gol itu sekaligus mematahkan harapan Manchester United untuk mengejar ketertinggalan.
Loftus-Cheek bukan sosok asing dalam urusan mencetak gol bagi Milan di pertandingan besar atau laga uji coba. Kemampuannya membawa bola dari lini tengah dan masuk ke area pertahanan lawan menjadi salah satu kelebihan yang dapat dimanfaatkan Rossoneri.
Kemenangan 4-2 pun menjadi milik Milan setelah pertandingan berakhir.
Menurut laporan pertandingan, empat gol AC Milan dicetak Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek. Sementara itu, dua gol Manchester United berasal dari Harry Maguire dan Patrick Dorgu.
Peran Ruben Amorim dalam Kemenangan Milan
Pertandingan ini juga memiliki cerita menarik karena Ruben Amorim berhadapan dengan mantan klubnya.
Amorim sebelumnya pernah menangani Manchester United sebelum kemudian ditunjuk sebagai pelatih AC Milan. Pada Juni 2026, Milan secara resmi memasuki era baru bersama pelatih asal Portugal tersebut setelah Massimiliano Allegri meninggalkan posisi pelatih.
Karena itu, kemenangan 4-2 atas Manchester United memiliki nilai tersendiri bagi Amorim. Selain menjadi bagian dari persiapan Milan menghadapi musim baru, laga ini juga memberikan kesempatan bagi sang pelatih untuk menguji pendekatan taktiknya menghadapi tim yang sudah sangat dikenalnya.
Milan memang tengah membangun proyek baru. Dalam sejumlah pertandingan pramusim sebelumnya, Amorim telah mencoba pola tiga bek dan variasi 3-4-2-1. Chukwueze juga sempat digunakan sebagai pemain sayap dalam sistem tersebut, sementara Loftus-Cheek ditempatkan lebih maju untuk mendukung serangan.
Chukwueze Jadi Salah Satu Pemain Kunci
Salah satu catatan positif dari pertandingan ini adalah penampilan Samuel Chukwueze.
Pemain tersebut bukan hanya mencetak gol, tetapi juga aktif membantu menciptakan serangan. Kecepatan dan kemampuan membawa bola menjadi faktor yang menyulitkan pertahanan Manchester United.
Peran Chukwueze juga semakin penting dalam sistem permainan Amorim yang membutuhkan pemain sayap dengan kemampuan bergerak cepat dan melakukan transisi.
Sebelumnya, Chukwueze juga menunjukkan performa menjanjikan dalam pertandingan pramusim Milan. Dalam laga melawan Celtic, misalnya, ia terlibat dalam proses gol Milan dan menjadi salah satu pemain yang memberikan ancaman dari sisi lapangan.
Apa Arti Kemenangan 4-2 bagi AC Milan?
Karena pertandingan ini berstatus uji coba, hasil 4-2 tentu tidak bisa dijadikan ukuran mutlak kekuatan Milan untuk sepanjang musim.
Meski demikian, kemenangan tersebut memberikan sejumlah sinyal positif.
Pertama, Milan menunjukkan kemampuan bangkit setelah tertinggal. Rossoneri dua kali berada di belakang Manchester United, tetapi mampu membalikkan keadaan.
Kedua, lini depan Milan terlihat memiliki variasi. Chukwueze, Cisse, Ramos, dan Loftus-Cheek menjadi pencetak gol, menunjukkan bahwa ancaman tidak hanya datang dari satu pemain.
Ketiga, kemenangan tersebut memberikan kepercayaan diri bagi proyek baru yang sedang dibangun Amorim.
Bagi Manchester United, kekalahan ini juga menjadi bahan evaluasi sebelum kompetisi resmi berjalan. Tim besutan Michael Carrick sebenarnya mampu mencetak dua gol dan tampil efektif dalam beberapa fase pertandingan, tetapi kesulitan mempertahankan keunggulan ketika Milan meningkatkan tekanan.
Hasil AC Milan vs Manchester United 4-2
Berikut ringkasan hasil pertandingan:
Manchester United 2-4 AC Milan
Pencetak gol Manchester United:
- Harry Maguire
- Patrick Dorgu
Pencetak gol AC Milan:
- Samuel Chukwueze
- Alphadjo Cisse
- Goncalo Ramos
- Ruben Loftus-Cheek
Dengan hasil tersebut, AC Milan menutup pertandingan dengan kemenangan 4-2 atas Manchester United. Laga ini menjadi salah satu ujian penting bagi Rossoneri dalam mematangkan skuad dan sistem permainan menjelang musim baru.
Kesimpulan
AC Milan vs Manchester United skor 4-2 menjadi pertandingan yang memperlihatkan karakter berbeda dari kedua tim. Manchester United memulai laga dengan baik dan dua kali berhasil unggul, tetapi Milan mampu merespons dengan empat gol.
Chukwueze membuka jalan kebangkitan, Cisse menyamakan skor, Ramos membawa Milan berbalik unggul, lalu Loftus-Cheek mengunci kemenangan.
Bagi AC Milan dan Ruben Amorim, kemenangan ini menjadi modal positif dalam proses membangun tim. Sementara bagi Manchester United, pertandingan tersebut memberikan sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam menjaga keunggulan dan mengantisipasi perubahan momentum lawan.
Terlepas dari statusnya sebagai laga uji coba, kemenangan 4-2 atas Manchester United tentu menjadi hasil yang menarik bagi Milan. Rossoneri menunjukkan bahwa ketika permainan mulai menemukan ritme, mereka mampu menghasilkan serangan yang efektif sekaligus membalikkan keadaan.
FAQ
1. Berapa skor AC Milan vs Manchester United?
AC Milan menang dengan skor 4-2 atas Manchester United dalam pertandingan uji coba pada 15 Agustus 2026.
2. Siapa pencetak gol AC Milan?
Empat gol AC Milan dicetak oleh Samuel Chukwueze, Alphadjo Cisse, Goncalo Ramos, dan Ruben Loftus-Cheek.
3. Siapa pencetak gol Manchester United?
Manchester United mencetak dua gol melalui Harry Maguire dan Patrick Dorgu.
4. Apakah AC Milan vs Manchester United merupakan pertandingan resmi?
Pertandingan tersebut merupakan laga uji coba atau friendly match, sehingga hasilnya tidak memengaruhi klasemen kompetisi resmi.
5. Siapa pelatih AC Milan saat melawan Manchester United?
AC Milan ditangani Ruben Amorim, yang pada 2026 ditunjuk sebagai pelatih baru Rossoneri.
6. Bagaimana jalannya comeback AC Milan?
Milan sempat tertinggal dua kali. Setelah Manchester United unggul 1-0 dan kemudian 2-1, Rossoneri mencetak tiga gol berikutnya untuk membalikkan pertandingan menjadi 4-2.
7. Siapa pemain yang paling menonjol untuk AC Milan?
Samuel Chukwueze menjadi salah satu pemain yang menonjol karena mencetak gol sekaligus aktif dalam membangun serangan Milan. Pergerakannya dari sisi lapangan menjadi bagian penting dari kebangkitan Rossoneri.
Ditulis oleh: Redaksi Bandarbola.com
Update terakhir: 16 Agustus 2026
Editor: ss.


