Bandar Betting Aman – Manchester United menelan kekalahan di minggu ke- 32 Premier League 2025/ 2026. Menjamu Leeds United di Old Trafford, Setan Merah tumbang dengan skor 1- 2.
Leeds United unggul terlebih dulu di laga ini berkat sejoli berhasil Noah Okafor di babak awal. Sedangkan MU cuma dapat memperkecil peran berkat berhasil Casemiro di babak kedua.
Berkat kemenangan ini, Leeds United menghindar dari zona degradasi serta duduk di peringkat ke- 15 dengan raihan 36 poin. Sedangkan kekalahan ini membuat MU tertahan di peringkat ketiga dengan raihan 55 poin.
Berstatus selaku regu tamu, Leeds langsung tampak memencet. Baru satu menit laga berjalan, The Whites hampir mencetak berhasil sehabis Calvert- Lewin membebaskan tembakan menggunakan umpan tarik Gudmundson, tetapi bola sukses dihentikan oleh Lammens.
Dikala laga merambah menit kelima, regu tamu berhasil membuka keunggulan. Berawal dari Leny Yoro yang kandas menghalau umpan silang Leeds, bola jatuh ke kaki Noah Okafor serta si striker tanpa kesusahan menceploskan bola ke gawang MU. Regu tamu unggul 0- 1 atas tuna rumah.
Usai berhasil tersebut, Manchester United berupaya buat mengendalikan jalannya pertandingan. Tetapi mereka kandas membuat kesempatan yang beresiko ke gawang Leeds sebab lini tengah serta lini serbu mereka tidak terkoneksi yang baik.
Di sisi lain, Leeds tampak beresiko tiap kali mereka melanda pertahanan tuan rumah. Di menit ke- 30, gawang tuan rumah kembali bergetar. Menggunakan kemelut di depan gawang MU, Okafor lagi- lagi membebaskan tembakan dari luar kotak penalti, di mana bola menimpa Leny Yoro serta masuk ke gawang MU. Leeds unggul 0- 2 atas Setan Merah.
Leeds terus menjadi yakin diri dalam melanda. Di akhir babak awal, Ao Tanaka hampir membuat The Whites unggul 0- 3 andai tembakannya tidak dihalau Lisandro Martinez di mulut gawang MU. Babak awal berakhir dengan skor 0- 2 buat keunggulan regu tamu.
Merambah babak kedua, Michael Carrick tidak membuat satu- pun pergantian. Setan Merah langsung tampak memencet semenjak dini babak kedua.
Setan Merah hampir memperkecil peran lewat tendangan Benjamin Sesko yang dihalau oleh bek Leeds di mulut gawang.
Perjuangan Setan Merah terus menjadi berat, sebab di menit ke- 55 MU wajib bermain dengan 10 pemain. VAR melaporkan Lisandro Martinez menarik rambut Dominic Calvert- Lewin serta dia memperoleh kartu merah atas pelanggarannya itu.
Walaupun bermain dengan 10 pemain, Manchester United tidak menyerah begitu saja. Mereka malah tampak lebih memencet serta usaha mereka itu membuahkan hasil. Di menit ke- 68, umpan silang Bruno Fernandes sukses ditanduk dengan sempurna oleh Casemiro jadi berhasil. Skor berganti jadi 1- 2 masih buat keunggulan regu tamu.
Usai berhasil Casemiro, Leeds berupaya buat merendahkan tempo pertandingan. Mereka mulai mengendalikan kemampuan bola serta tidak buru- buru melanda MU. Apalagi di menit ke- 77, The Whites mengecam lewat sundulan Calvert- Lewin yang dapat dihentikan Lammens di mulut gawang MU.
MU hampir membandingkan peran di menit ke- 84 andai sundulan Benjamin Sesko tidak ditepis Darlow.
Di sisa babak kedua, MU terus memencet buat mencetak berhasil penyama peran. Tetapi sampai bonus waktu berakhir, skor 1- 2 bertahan buat kemenangan regu tamu.
Noah Okafor terpilih jadi man of the match dalam pertandingan ini. Si penyerang jadi pembeda di laga ini.
Terpilihnya Okafor selaku man of the match sebab si striker ialah penentu kemenangan Leeds United di laga ini.
Laga baru berjalan 5 menit, Okafor telah sukses membobol gawang Setan Merah. 25 menit berselang, dia menggandakan keunggulan The Whites atas tuan rumah berkat golnya.
2 berhasil tersebut membuat Leeds United menang atas Manchester United buat kali awal di Old Trafford. Dengan donasi besarnya itu, eks pemain AC Milan itu didaulat selaku man of the match pertandingan ini.
Michael Carrick mengkritik kepemimpinan Paul Tierney di laga kontra Leeds United baru- baru ini. Dia memperhitungkan si wasit membagikan banyak keputusan yang merugikan Manchester United.
Pendapat ini keluar setelah pertandingan Manchester United vs Leeds United baru- baru ini. FA menunjuk Paul Tierney selaku pengadil pertandingan berjudul” The Roses Derby” tersebut.
Di laga ini, wasit berkepala plontos itu membuat sebagian keputusan kontroversial. Salah satunya merupakan dia membagikan kartu merah kepada Lisandro Martinez di dini babak kedua.
Michael Carrick sendiri berang memandang kepemimpinan Tierney tersebut. Dia memperhitungkan timnya betul- betul dirugikan oleh kepemimpinan si wasit di laga ini.
Dalam wawancaranya di KSOKLUB, mula- mula Carrick mengomentari kartu merah yang diberikan kepada Martinez.
Dia memperhitungkan kalau insiden itu tidak sepatutnya berujung kartu merah, terlebih dia memperhitungkan Martinez memperoleh pelanggaran terlebih dulu dari Calvert- Lewin.
” Keputusan kartu merah itu ialah keputusan terburuk yang sempat aku amati. Kamu dapat amati ia( Calvert- Lewin) menampar muka Licha saat sebelum insiden tersebut, serta wasit tidak melaksanakan apa- apa,” keluh Carrick.
Michael Carrick pula memperhitungkan berhasil awal Leeds di laga ini sepatutnya tidak legal. Alasannya Calvert- Lewin lagi- lagi menampar wajah Leny Yoro dalam proses duel di hawa serta wasit tidak mengecheck suasana tersebut.
” Saat sebelum berhasil awal terbentuk, balik kepala Leny Yoro kena hantam pemain mereka. Kenapa wasit tidak mengecek insiden tersebut?” sambung Carrick.
” Kami telah 2 pertandingan beruntun dirugikan oleh keputusan wasit semacam ini,” dia menandaskan.
Walaupun kalah 1- 2 dari Leeds United, Manchester United masih senantiasa kuat bertengger di peringkat ketiga klasemen sedangkan Premier League 2025/ 2026.
Tetapi saat ini mereka mempunyai poin yang sama dengan Aston Villa di peringkat keempat, di mana mereka unggul selisih berhasil.
Legenda Manchester United, Roy Keane membagikan analisisnya terpaut kekalahan Setan Merah atas Leeds United baru- baru ini. Dia memperhitungkan lini tengah MU bertanggung jawab besar atas kekalahan tersebut.
Sehabis libur sepanjang 24 hari, Manchester United kesimpulannya kembali beraksi di Premier League. Mereka berhadapan dengan Leeds United di Old Trafford pada pertandingan minggu ke- 32 EPL 2025/ 2026.
Di laga ini, Manchester United wajib mengakui keunggulan regu tamu. Mereka tumbang dengan skor 2- 1 berkat sejoli berhasil Noah Okafor yang cuma sanggup dibalas MU dengan berhasil Casemiro.
Di laga ini, MU memanglah susah mengalami Leeds sebab mereka wajib bermain dengan 10 pemain semenjak dini babak kedua sebab Lisandro Martinez memperoleh kartu merah dari wasit. Tetapi Keane memperhitungkan kartu merah itu bukan pemicu kekalahan MU di laga ini.
Roy Keane menyebut kalau MU sesungguhnya tampak apik di babak kedua. Tetapi sebab mereka memulai laga dengan lelet di babak awal, mereka jadi kebobolan 2 berhasil di laga tersebut.
” Kala kamu memulai laga dengan lelet, hingga susah untuk kamu buat dapat mengambil alih jalannya pertandingan. Kamu wajib berlari dengan tidak berubah- ubah serta para pemain Manchester United tidak melaksanakan sprint di babak awal,” buka Keane.
” Mereka baru bergerak serta berlari di babak kedua. Tetapi itu telah terlambat serta kekalahan ini jadi suatu langkah mundur untuk mereka.”
Roy Keane menyebut kalau lambatnya aliran bola MU pula jadi pemicu mereka kalah dari Leeds United di laga ini.
Dia memperhitungkan para gelandang Setan Merah tidak tampak dengan baik paling utama di babak awal sehingga Setan Merah kandas meningkatkan game mereka di laga ini.
” Para gelandang Manchester United tidak nampak sama sekali paling utama di babak awal. Mereka tidak membagikan tenaga, tidak membagikan mutu yang bagus, sehingga Leeds dengan gampang menembus pertahanan mereka,” pungkas Keane.
Manchester United wajib kilat bangkit dari keterpurukan. Alasannya mereka ditunggu laga berat di akhir minggu ini.
Setan Merah hendak bertandang ke London buat mengalami Chelsea di minggu ke- 33 Premier League 2025/ 2026 serta Setan Merah perlu kemenangan supaya mereka dapat mengamankan tiket ke Liga Champions pada masa depan.
Seusai laga, Bruno Fernandes nampak jengkel kala ditanyai menimpa kartu merah yang didapatkan Lisandro Martinez. Tetapi dia enggan berpendapat lebih jauh.
Si kapten menyebut kalau bila dirinya menghasilkan apa yang dia pikirkan serta rasakan hingga dia dapat memunculkan keributan.
” Bila aku membicarakan wasit yang mengetuai pertandingan tadi, aku dapat dalam permasalahan besar,” ucap Fernandes.
Walaupun enggan mengomentari secara langsung, Bruno Fernandes mengindikasikan kalau wasit melaksanakan standar ganda pada pertandingan melawan Leeds tersebut.
Dia menyebut kalau peristiwa yang seragam yang dicoba kedua regu memperoleh hukuman yang berbeda. Walaupun dia enggan menarangkan peristiwa mana yang dimaksudkan.
” Aku tidak ingin membicarakan wasit sebab peraturan yang terdapat diberlakukan dengan berbeda tiap orang. Walaupun begitu lebih baik aku tidak bicara apa- apa,” pungkasnya kepada Bandar Bola Bandung.(ss)

