Bandar Betting Top – Persib Bandung memastikan diri menjadi juara BRI Super League 2025/2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga pekan ke-34 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5) petang WIB. Hasil tersebut cukup membawa Maung Bandung mengangkat trofi karena unggul head to head atas Borneo FC meski kedua tim sama-sama mengoleksi 79 poin di klasemen akhir.
Pada saat bersamaan, Borneo FC sukses meraih kemenangan telak 7-1 atas Malut United di Stadion Segiri. Namun, kemenangan besar itu tetap tidak mampu menggusur Persib dari puncak klasemen karena regulasi kompetisi musim ini mengutamakan rekor pertemuan langsung sebagai penentu posisi akhir ketika dua tim memiliki jumlah poin yang sama.
Sejak awal pertandingan, Persib tampil dominan di hadapan pendukung sendiri. Tim asuhan Bojan Hodak langsung mengambil inisiatif serangan dan berupaya menekan lini pertahanan Persijap Jepara. Meski demikian, kokohnya pertahanan tim tamu membuat Maung Bandung kesulitan mencetak gol sepanjang pertandingan.
Peluang pertama Persib lahir pada menit ke-14 melalui sundulan Barba setelah menerima umpan sepak pojok dari Thom Haye. Namun, bola masih melenceng tipis dari gawang Persijap. Tekanan demi tekanan terus dilakukan tuan rumah untuk memecah kebuntuan.
Pada menit ke-20, Berguinho mencoba peruntungan lewat tendangan jarak jauh. Akan tetapi, bola masih melambung di atas mistar gawang. Persib kembali memperoleh peluang emas pada menit ke-33 melalui Adam Alis yang berhasil mendapatkan ruang di dalam kotak penalti. Sayangnya, sontekan gelandang Persib tersebut masih melebar dari sasaran.
Dua menit berselang, Persib kembali mengancam lewat skema serangan cepat. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan penjaga gawang Persijap yang tampil disiplin sepanjang laga. Penampilan solid lini belakang Persijap menjadi faktor utama gagalnya Persib mencetak gol di babak pertama.
Memasuki babak kedua, Persib semakin meningkatkan intensitas serangan. Beberapa pemain ofensif seperti Luciano Guaycochea, Ramon Tanque, dan Uilliam Baros dimasukkan untuk menambah daya gedor tim. Meski terus menekan, penyelesaian akhir Persib masih belum mampu menembus rapatnya pertahanan Persijap.
Sementara itu, Persijap memilih bermain lebih bertahan dan sesekali mengandalkan serangan balik cepat. Strategi tersebut terbukti efektif untuk meredam agresivitas Persib hingga laga usai. Skor 0-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Di tengah hasil imbang Persib, Borneo FC justru tampil menggila saat menjamu Malut United di Stadion Segiri. Pesut Etam sukses membantai lawannya dengan skor mencolok 7-1. Namun, kemenangan besar tersebut tidak cukup mengubah posisi akhir klasemen.
Malut United datang ke laga terakhir dengan kondisi skuad yang tidak ideal. Tim tamu hanya membawa 15 pemain sehingga kesulitan mengimbangi permainan agresif Borneo FC. Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah untuk mencetak banyak gol dan mengakhiri musim dengan kemenangan meyakinkan.
KSOKLUB mengatakan meski memiliki poin yang sama, Persib Bandung tetap dinyatakan sebagai juara karena unggul head to head atas Borneo FC. Regulasi BRI Super League 2025/2026 memang menempatkan rekor pertemuan langsung sebagai penentu utama apabila dua tim finis dengan jumlah poin identik.
Pada pertemuan putaran pertama di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib berhasil mengalahkan Borneo FC dengan skor 3-1. Kemenangan itu menjadi modal penting dalam persaingan perebutan gelar musim ini.
Sedangkan pada putaran kedua yang berlangsung di Stadion Segiri, kedua tim bermain imbang 1-1. Dengan hasil tersebut, Persib unggul agregat pertemuan langsung atas Borneo FC dan resmi dinobatkan sebagai kampiun musim 2025/2026.
Keberhasilan musim ini membuat Persib semakin mempertegas status sebagai salah satu klub paling sukses di Indonesia. Gelar BRI Super League 2025/2026 menjadi trofi kelima Persib pada era Liga Indonesia profesional.
Sebelumnya, Maung Bandung telah meraih gelar Liga Indonesia musim 1994/1995 serta Liga Super Indonesia 2014. Persib kemudian kembali berjaya lewat gelar Liga 1 musim 2023/2024 dan 2024/2025 sebelum akhirnya menambah koleksi trofi pada musim ini.
Kesuksesan tersebut juga mencatatkan sejarah baru bagi Persib. Klub kebanggaan masyarakat Bandung itu menjadi tim pertama yang mampu menjuarai kompetisi kasta tertinggi Indonesia selama tiga musim berturut-turut di era profesional.
Jika dihitung secara keseluruhan sejak era perserikatan hingga profesional, Persib kini telah mengoleksi sepuluh trofi di level tertinggi sepak bola nasional. Pada era amatir, Persib pernah menjadi juara Kejurnas PSSI 1937, 1959/1961, serta Perserikatan musim 1986, 1989/1990, dan 1993/1994.
Sementara itu, kabar pahit datang dari Persis Solo. Meski berhasil menutup musim dengan kemenangan 3-1 atas Persita Tangerang, Laskar Sambernyawa tetap harus menerima kenyataan terdegradasi ke kasta kedua musim depan.
Persis menutup kompetisi dengan raihan 34 poin, jumlah yang sama dengan PSM Makassar. Namun, tim asal Solo kalah dalam perhitungan head to head sehingga harus finis di peringkat ke-16 klasemen akhir.
Pada pertemuan pertama musim ini di Stadion Manahan, Persis kalah 3-4 dari PSM Makassar. Sedangkan pada laga putaran kedua di Stadion Gelora B.J. Habibie, kedua tim bermain imbang 1-1. Hasil tersebut membuat Persis kalah agregat pertemuan langsung dan gagal bertahan di kasta tertinggi.
Selain Persis Solo, dua tim lain yang dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2025/2026 adalah PSBS Biak dan Semen Padang yang sebelumnya sudah lebih dulu kehilangan peluang untuk bertahan di kompetisi elite nasional kata Bandar Bola Bali. (ss)


