Bandar Betting Asia – Manchester City berhasil keluar sebagai juara FA Cup 2025/2026 setelah menundukkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 pada laga final di Wembley Stadium, Sabtu (16/5/2026) malam WIB. Satu-satunya gol kemenangan The Citizens dicetak Antoine Semenyo melalui aksi backheel spektakuler pada babak kedua.
Kemenangan tersebut memastikan skuad asuhan Pep Guardiola kembali menambah koleksi trofi domestik mereka musim ini. Sebaliknya, Chelsea yang ditangani pelatih interim Calum McFarlane harus puas mengakhiri perjalanan mereka sebagai runner-up.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Manchester City tampil dominan dalam penguasaan bola, sedangkan Chelsea memilih bermain lebih hati-hati sambil mengandalkan transisi cepat untuk menciptakan peluang.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Manchester City langsung mencoba mengambil kendali permainan. Kombinasi Bernardo Silva dan Rodri di lini tengah menjadi pusat distribusi bola untuk membongkar pertahanan rapat Chelsea.
Peluang pertama City hadir pada menit ketujuh. Antoine Semenyo melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan yang sempat berubah arah dan jatuh ke kaki Omar Marmoush. Namun, sepakan voli Marmoush masih tepat mengarah ke pelukan kiper Robert Sanchez.
Chelsea baru mampu memberikan ancaman serius pada menit ke-20. Malo Gusto menerima umpan dari Reece James sebelum mengirim crossing berbahaya ke tiang jauh. Akan tetapi, Matheus Nunes berhasil melakukan sapuan penting untuk menggagalkan peluang tersebut.
Manchester City sempat mencetak gol pada menit ke-27 melalui Erling Haaland. Proses gol bermula dari umpan terobosan Semenyo kepada Matheus Nunes yang kemudian menyodorkan bola kepada Haaland.
Penyerang asal Norwegia itu dengan mudah menaklukkan Robert Sanchez. Namun, gol tersebut dianulir VAR karena terdapat posisi offside dalam proses build-up serangan Manchester City.
Pertandingan kemudian berjalan lebih keras dengan sejumlah pelanggaran yang memaksa wasit Darren England mengeluarkan beberapa kartu kuning. Enzo Fernandez, Marc Cucurella, dan Abdukodir Khusanov menjadi pemain yang menerima peringatan akibat pelanggaran keras.
Menjelang akhir babak pertama, Manchester City memperoleh peluang emas melalui Erling Haaland. Berawal dari umpan panjang Marc Guehi, Haaland berhasil lolos ke kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kiri.
Namun, Robert Sanchez tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan menggunakan kaki pada menit ke-43. Chelsea pun mampu mempertahankan skor imbang tanpa gol hingga turun minum.
Chelsea sempat meminta penalti pada masa injury time babak pertama setelah Joao Pedro terjatuh saat berduel dengan Abdukodir Khusanov di area penalti. Meski demikian KSOKLUB melihat bahwa wasit dan VAR memutuskan tidak ada pelanggaran dalam situasi tersebut.
Memasuki babak kedua, Pep Guardiola langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Rayan Cherki menggantikan Omar Marmoush. Pergantian itu membuat permainan Manchester City menjadi lebih hidup di area sepertiga akhir lapangan.
Baru dua menit setelah jeda, Manchester City hampir membuka keunggulan. Nico O’Reilly mengirim crossing akurat ke kotak penalti yang disambut sundulan keras Antoine Semenyo. Namun, bola masih melayang tipis di atas mistar gawang Chelsea.
Chelsea perlahan mulai berani keluar menyerang. Pada menit ke-55, sepak pojok Reece James menciptakan kemelut di depan gawang Manchester City. Bola sempat mengarah ke Moises Caicedo, tetapi Rodri melakukan sapuan penting tepat di garis gawang.
The Blues kembali melancarkan protes penalti pada menit ke-66 setelah Joao Pedro kembali terjatuh saat berebut bola dengan Khusanov. Namun, tuntutan tersebut lagi-lagi ditolak wasit.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-72. Erling Haaland melakukan kombinasi satu-dua dengan Bernardo Silva sebelum mengirim umpan pendek kepada Antoine Semenyo di dalam kotak penalti.
Semenyo kemudian mengecoh Levi Colwill sebelum mencetak gol melalui backheel cantik yang membuat Robert Sanchez tidak mampu bereaksi. Gol tersebut langsung disambut gemuruh suporter Manchester City di Wembley Stadium.
Chelsea nyaris memberikan respons cepat semenit berselang. Lemparan jauh Marc Cucurella berhasil disambut Levi Colwill dan bola jatuh ke kaki Enzo Fernandez di depan gawang. Namun, sontekan gelandang Argentina itu masih melambung tipis di atas mistar.
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Chelsea terus meningkatkan intensitas serangan demi mencari gol penyeimbang. Liam Delap hampir menyamakan skor pada menit ke-90+1 lewat sundulan hasil crossing Malo Gusto, tetapi bola kembali melayang tipis di atas gawang City.
Manchester City akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-0 memastikan The Citizens sukses mengangkat trofi FA Cup musim 2025/2026.
Selain kemenangan tim, perhatian juga tertuju pada penampilan impresif Marc Guehi yang dinobatkan sebagai man of the match dalam laga final tersebut.
Bek timnas Inggris itu tampil sangat solid sepanjang pertandingan dan menjadi fondasi penting pertahanan Manchester City. Marc Guehi bermain penuh selama 90 menit dengan catatan 107 sentuhan bola, terbanyak dibanding pemain lain di lapangan.
Distribusi bolanya juga sangat rapi. Ia mencatatkan 84 umpan akurat dari total 93 percobaan dengan tingkat akurasi mencapai 90 %, termasuk 13 umpan sukses ke area sepertiga akhir lapangan.
Dalam aspek bertahan, Marc Guehi mencatat tujuh sapuan, lima di antaranya berupa sapuan sundulan, serta satu intersep penting untuk menghentikan serangan Chelsea. Ia juga memenangi seluruh duel darat yang dijalaninya serta tampil dominan dalam duel udara.
Bandar Betting Asia memberitakan performa apik dan konsisten sepanjang pertandingan membuat Marc Guehi layak menjadi pemain terbaik dalam kemenangan Manchester City pada final FA Cup 2025/2026. (ss)

