Setelah lolos ke babak perempatfinal Coppa Italia, Vladimir Petkovic mengaku kalau laga melawan Siena di babak 16 besar tidaklah mudah bagi timnya. Dilansir oleh Judi Bola Asia – Bandarbola.com
Manajer Lazio, yakni Vladimir Petkovic mengaku kepada Judi Bola Asia bahwa pertandingan menghadapi Siena bukan merupakan pertandingan gampang bagi skuatnya. Namun, pada ujungnya dia pun bersyukur sebab skuatnya tetap lolos.
Lazio mesti berupaya dengan keras ketika berjumpa dengan Siena diparuh 16 besar Coppa Italia di Olimpico, rabu malam (19/12/2012). Mereka tertinggal gol lebih dulu karena gol bunuh diri dari Orik Cana pada awal paruh kedua.
Ketika Biancocelesti hampir menelan kekalahan, Michael Ciani pun mulai memperpanjang pernapasan skuatnya. Gonya pada menit kelima dimasa injury time menjadikan skor menjadi hasil seri, yakni 1-1 dan paruh extra time pun mau tak mau harus dilangsungkan.
Karenanya, selama kurun waktu 2×15 menit dimana merupakan waktu tambahan, tidak ada yang mengoleksi gol lag. Penentuan siapa pemenang laga pun melalui adu penalti. Pada akhirnya Lazio bermain sebagi pemenanganya dalam adu penalti dengan skor 4-1 usai Juan Pablo Carizzo berhasil menggagalkan eksekusi dua tembakan dari Siena.
Hasil positif ini sekaligus memasukkan Lazio pada paruh perempatfinal Coppa Italia. Adapun catatan statis Judi Bola Asia, lawan selanjutnya yang bakal mereka hadapi ialah Catania.
“Yang paling penting ialah kami dapat lolos, walaupun dengan segala perjuangan besar sekali. Bagi saya, Siena memang tampil sedikit lebih baik dari kami dan mereka juga bermain bertahan lebih baik sehingga kami sulit menembus pertahanan mereka. Namun yang terpenting kami berhasi lolos,” ungkap Petkovic seperti dilansir Judi Bola Asia.
“Pada paruh perdana, kami mempersulit diri kami sendiri dan tampil kurang terlalu bersih. Sedangkang usai istirahat pergantian pemain, kami telah memberikan pertolongan yang dibutuhkan dalam tim,” lanjutnya.
“Siena pantas memperoleh sanjungan sebab mereka bekerja sama dengan baik dan memberikan tekann kepada kami dengan semua cara. Untungnya kami tetap percaya sampai akhir laga bahwa kami sanggup menjadi lebih bak,” tutup manajer berkebangsaan Bosnia tersebut. (As)

