BANDAR BOLA SUMATRA Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, mengungkapkan rasa kecewa dan kemarahannya terhadap kebiasaan selebrasi yang dilakukan oleh pemain barunya, Nicolo Zaniolo, setelah mencetak gol dalam pertandingan kontra Spezia, akhir pekan lalu. Gasperini menilai bahwa selebrasi yang dilakukan Zaniolo tidak mencerminkan sikap profesional yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemain, dan menurutnya, hal tersebut “tidak dewasa” serta “tak bisa ditoleransi” di dalam tim.
Selebrasi yang dimaksud terjadi setelah Zaniolo berhasil mencetak gol kemenangan bagi Atalanta dalam pertandingan yang berlangsung di Gewiss Stadium. Setelah gol tersebut, Zaniolo merayakan dengan cara yang cukup kontroversial, yakni dengan melakukan gestur yang dianggap provokatif, sambil berteriak ke arah suporter lawan. Tindakan ini langsung menarik perhatian banyak pihak, baik suporter maupun media, yang kemudian mempertanyakan sikap pemain internasional Italia itu di lapangan.
Gasperini, yang dikenal sebagai pelatih yang sangat disiplin dan menuntut profesionalisme tinggi dari setiap pemainnya, tak bisa menahan amarahnya terhadap tindakan Zaniolo. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, ia menyatakan bahwa selebrasi tersebut sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh Atalanta. “Saya tidak bisa menerima jenis selebrasi seperti itu. Itu bukan sesuatu yang layak dilakukan oleh seorang pemain profesional. Itu bukan sikap yang dewasa. Jika ada yang perlu dipelajari, itu adalah cara merayakan gol dengan cara yang menghormati lawan, suporter, dan terutama tim itu sendiri,” ujar Gasperini dengan nada tegas.
Daftar Bola Pelatih berusia 66 tahun tersebut juga menekankan bahwa Atalanta selalu mengedepankan sikap sportifitas dan kerendahan hati, baik di dalam maupun di luar lapangan. Gasperini berpendapat bahwa meskipun mencetak gol merupakan hal yang membanggakan, selebrasi yang terlalu berlebihan atau provokatif tidak seharusnya dilakukan, apalagi di tengah kompetisi yang sangat ketat seperti Serie A. “Kami adalah tim yang selalu menghargai lawan, dan kami ingin pemain kami juga menunjukkan rasa hormat tersebut, bukan malah sebaliknya,” tambahnya.
Zaniolo, yang baru bergabung dengan Atalanta pada musim panas ini setelah meninggalkan AS Roma, tampaknya perlu segera belajar untuk menyesuaikan diri dengan filosofi tim. Gasperini menegaskan bahwa, meskipun Zaniolo adalah pemain berbakat dan penting bagi tim, perilaku di luar lapangan juga tidak bisa diabaikan. “Zaniolo punya kualitas yang luar biasa, tetapi sikap di luar lapangan juga sangat penting. Kami ingin dia berkembang menjadi pemain yang lebih matang, bukan hanya di dalam permainan, tetapi juga dalam hal cara dia berperilaku,” jelas Gasperini.
BANDAR BOLA PAPUA Sementara itu, Zaniolo sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai kritik dari pelatihnya tersebut. Namun, beberapa laporan dari sumber internal Atalanta menyebutkan bahwa akan ada yang terbaik.(hs)


