Bursa Judi Bola Online – David Beckham dan Alexi Lalas diisukan bakal bergabung dan membeli saham Malaga dari Sheikh Abdullah Al Thani. Di lansir Judi Bola – Bandarbola.com
Menurut informasi yang di terima Bursa Judi Bola Online, La Rosaleda mengalami kondisi keuangan buruk sehingga harus menjual beberapa pemain sentralnya seperti Santi Cazorla dan Salomon Rondon di jendela transfer musim panas ini.
Sedangkan Jeremy Toulalan, Isco, dan Nacho Monreal juga bakal meninggalkan kubu La Rosaleda.
Seperti berita yang di himpun Bursa Judi Bola Online sebelumnya, Malaga yang berstatus peringat keempat Liga BBVA 2012 sempat menjadi klub yang kaya sejak Sheikh Abdullah Al Thani menjadi pemilik baru klub tersebut di tahun 2012. Mendapatkan pemilik baru, secercah harapan baru buat Malaga. Sheikh Al Thani merupakan anggota keluarga kerajaan Qatar dan salah satu pengusaha terkenal.
Dengan suntikan dana dari pemilik baru asal Timur Tengah ini, Los Blanquiazules jadi kaya mendadak dan belanja besar – besaran pada saat bursa transfer pemain.
Di bawah asuhan Manuel Pellegrini, para pemain ini berhasil duduk di posisi empat klasemen akhir, dan hanya berada di bawah Real Madrid, Barcelona, dan Valencia. Harapan Malaga semakin tinggi dengan segala kemenangan sebelumnya.
Dua tahun kemudian, pemilik klub menghentikan dana buat Malaga setelah Sheikh Hamada Al Thani yang juga satu anggota keluarga kerajaan membeli Paris St Germain.
Seperti yang kita ketahui, PSG juga dengan royal membeli beberapa pemain berbakat lainnya, dan merupakan klub tertajir selama bursa transfer musim panas ini.
Sheikh Al Thani terpaksa mengalah demi beberapa sebab. Malaga otomatis mengalami krisis keuangan dan gaji pemain, manager, dan staf sudah tidak terbayar untuk jangka tiga bulan.
Sejak krisis ini, penjualan saham pun tersiar, dan terdengar David Beckham bakal ikut membeli saham klub ini. Mantan pemain MU ini berkolaborasi dengan Alexi Lalas, Presiden LA Galaxy, menurut berita terakhir yang di terima Bursa Judi Bola Online.
Keduanya disinyalir bakal membeli sekitar 75 persen saham Malaga. Kemungkinan pembelian saham ini di barter dengan saham perusahaan pakaian di Timur Tengah. Namun sampai saat ini, belum ada kepastian dari kedua pihak. Wakil Presiden Moayad Shatat belum mengkonfirmasikan kesepakatan tadi. (FR)

