BANDAR BOLA MALUKU Pemain muda Italia, Nicolo Zaniolo, kembali menjadi sorotan setelah selebrasi gol berlebihan yang ia lakukan saat mencetak gol untuk Galatasaray dalam laga lanjutan Super Lig Turki. Setelah mencetak gol, Zaniolo tampak meluapkan emosinya dengan selebrasi yang dinilai terlalu ekspresif. Tidak hanya Gian Piero Gasperini, pelatih Atalanta yang dulu melatih Zaniolo di Serie A, yang mengkritik sikapnya, namun juga pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini, sudah lebih dulu memberikan teguran terkait hal ini.
Selebrasi gol Zaniolo terjadi setelah ia berhasil mencetak gol indah untuk Galatasaray, klub yang ia bela setelah pindah dari AS Roma. Dalam momen tersebut, Zaniolo menunjukkan ekspresi kegembiraan yang sangat berlebihan, dengan berlari menghampiri tribun penonton sambil menunjukkan sikap yang terkesan penuh emosi, seolah ingin menunjukkan sesuatu kepada para pengkritiknya. Selebrasi ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, yang menilai bahwa sikap tersebut tidak profesional dan tidak pantas dilakukan di tengah pertandingan.
Gasperini, Daftar Bola yang melatih Zaniolo saat pemain tersebut masih bermain di Atalanta, langsung memberi teguran keras setelah melihat aksi pemainnya tersebut. Gasperini menganggap bahwa selebrasi berlebihan semacam itu justru bisa merusak citra Zaniolo di mata publik dan merugikan tim secara keseluruhan. Namun, kritik terhadap Zaniolo tidak hanya datang dari Gasperini. Roberto Mancini, pelatih Timnas Italia, juga sebelumnya sudah menegur Zaniolo terkait hal serupa.
Mancini, yang memiliki hubungan baik dengan Zaniolo, menilai bahwa sikap berlebihan seperti itu tidak menunjukkan kedewasaan seorang pemain profesional. Bahkan sebelum kejadian selebrasi di Turki, Mancini sempat memberikan perhatian khusus kepada Zaniolo dalam sebuah pertemuan. Pelatih berusia 59 tahun itu menyarankan agar Zaniolo lebih fokus pada permainan dan menghindari perilaku yang bisa menimbulkan kontroversi di luar lapangan.
Dia adalah pemain yang sangat berbakat, tapi saya sudah memperingatkannya untuk lebih bijaksana dalam mengekspresikan emosinya,ungkap Mancini dalam beberapa kesempatan. Menurut Mancini, selebrasi gol berlebihan hanya akan memberi kesan buruk, apalagi bagi seorang pemain muda yang masih ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya di level internasional.
BANDAR BOLA KALIMANTAN Teguran dari kedua pelatih ini menggambarkan pentingnya bagi Zaniolo untuk menjaga profesionalisme di lapangan, baik di level klub maupun timnas. Meskipun memiliki potensi besar, sikap yang berlebihan bisa merusak hubungan dengan pelatih, rekan setim, dan para penggemar. Sebagai pemain yang sedang dalam sorotan, Zaniolo kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa ia tidak hanya jago di lapangan, tetapi juga memiliki kedewasaan dalam bertindak.(hs)


