Eusebio Di Francesco sedang diincar sejumlah klub raksasa. Tahu itu, Di Francesco tidak akan menerima tawaran dari klub lain lantaran sudah bahagia di Sassuolo.
Seperti diketahui, Di Francesco merupakan pria yang berhasil membawa Sassuolo promosi ke Liga Italia di tahun 2013 silam. Dari awalnya bermain di Serie B, Sassuolo sekarang ini sebagai salah satu tim yang bisa mengejutkan klub-klub besar di Liga Italia dan sukses berada di posisi papan tengah klasemen Serie A.
Dengan kinerja yang ditunjukkannya di Sassuolo, Di Francesco dikabarkan sedang dipantau beberapa tim raksasa Eropa seperti Fiorentina dan AC Milan yang kabarnya ingin mendapatkan tanda tangan sang pelatih di bursa transfer musim panas nanti. Bahkan ada sebuah kabar yang mengatakan bahwa manajer berumur 46 tahun tersebut digadang-gadang sebagai calon pengganti Antonio Conte di timnas Italia.
Namun, Di Francesco yang sudah mengetahui kabar seperti di atas itu tidak terlena dan tidak ada pemikirkan untuk pergi dari klub yang sekarang dilatihnya. Bahkan dia juga baru meneken kontrak baru, yang mana kontraknya baru akan selesai di bulan Juni tahun 2019 mendatang.
“Kubu Sassuolo menegaskan bahwa Eusebio Di Francesco tidak akan dilepas ke klub manapun di bursa transfer musim panas nanti. Dia akan menghormati kontraknya hingga selesai dan kami berharap kami bisa bekerja sama dengan sebaik mungkin,” tulis klub di website resmi Sassuolo.
Di Francesco sendiri pun menambahkan bahwa dirinya memang tidak tertarik untuk berganti klub di musim panas nanti atau musim depan, lantaran saat ini dia merasa bahagia dan nyaman melatih di Sassuolo. “Ya, kendati ada klub besar menginginkanku, tapi saya tidak akan menerima tawaran dari mereka, karena saya masih ingin melatih Sassuolo dan saya juga baru saja menandatangani kontrak baru,” kata Di Francesco.
Sassuolo sekarang ini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara Liga Italia dengan mengoleksi 49 angka dalam 34 laga yang sudah dijalaninya pada musim ini.
Beralih ke hasil pertandingan antara AC Milan menjamu Carpi di pekan ke-34 Serie A musim ini.
AC Milan gagal memetik kemenangan kala menjamu Carpi di giornada ke-34 Serie A. I Diavolo Rosso ditahan imbang tanpa gol dengan tamunya.
Dalam laga yang digelar di San Siro, Jumat (22/4) dinihari WIB kemarin, sebagai laga markas perdana Milan sejak dibesut Cristian Brocchi. Brocchi sebelumnya di laga debutnya menang 1-0 atas Sampdoria.
Rossoneri bermain sangat mendominasi di sepanjang laga dan punya banyak kans bagus. Akan tetapi, mereka tidak bisa memanfaatkan kans yang ada menjadikan gol ke jala Carpi. Dari hasil seri ini, maka Milan kini berada di peringkat keenam klasemen sementara Liga Italia dengan mengoleksi 53 angka dalam 34 pertandingan yang sudah dilakoninya pada musim ini. Sedangkan Carpi berada di posisi ke-17 klasemen dengan raihan 32 angka dari 34 laganya.
Kronologi Laga
Milan langsung tancap gas begitu pertandingan dimulai dan memiliki peluang di menit keenam melalui Kevin-Prince Boateng. Tapi tendangan Boateng dari jarak jauh bisa dihadang oleh penjaga gawang Carpi, Vid Belec.
Milan yang mendominasi jalannya laga punya peluang untuk unggul di menit ke-14 melalui Carlos Bacca. Namun sayangnya, tendangan yang dilepaskan Bacca masih melayang dari sasaran.
Menurut statistik mencatatkan bahwa Milan memang tampil dominasi, tapi mereka sulit menembus dinding pertahanan tim tamu yang sangat rapat. Kans yang diperoleh Alex di menit ek-44 juga tidak menemui sasaran lantaran tandukannya masih melebar dari gawang. Skor masih 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Carpi terlihat tampil lebih baik, di mana mereka berani menekan. Mereka punya kans melalui Marco Crimi di menit ke-48. Namun tendangan Crimi masih melenceng dari sasaran.
Carpi kembali mendapatkan peluang di menit ke-58 lewat Kevin Lasagna. Sepakan Lasagna tepat ke sasaran, tapi bisa diredam oleh penjaga gawang AC Milan, Gianluigi Donnarumma.
Untuk menambah daya serang, Milan melakukan pergantian pemain dengan memainkan Jeremy Menez dan Jose Mauri untuk menggantikan posisi Bacca dan Boateng. Mauri memiliki kans di menit ke-74, namun tandukannya masih melenceng dari sasaran.
Milan memperoleh dua peluang secara beruntun pada menit ke-88. Tandukan Luca Antonelli dapat dihalau Belec, sedangkan upaya Alex bisa dijinakkan oleh penjaga gawang Carpi.
Carpi hampir memimpin beberapa saat berselang. Lewat countter attack yang sangat cepat, Crimi melepaskan tendangan tepat ke sasaran tapi bisa diredam oleh Donnarumma.
Di sisa waktu babak kedua, juga tak ada gol tercipta. Skor berakhir 0-0 untuk kedua tim.
Di bawah ini masih ada partai lainnya lagi antara Juventus menghadapi Lazio.
Juventus semakin dekat dengan trofi juara Serie A musim ini, usai mereka menaklukkan Lazio dengan skor 3-0 di giornada ke-34.
Menghadapi Lazio yang berlangsung di Juventus Stadium, Kamis (21/4) dinihari WIB kemarin, Juventus tidak diperkuat banyak pemain pilar seperti Giorgio Chiellini dan Claudio Marchisio yang absen lantaran mengalami cedera. Sementara Alvaro Morata absen karena menjalani hukuman akumulasi kartu.
Di skuad Lazio, mereka juga tak diperkuat beberapa pemain intinya. Mereka ditinggal Stefan de Vrij, Antonio Candreva, Stefano Mauri, Alessandro Matri dan Stefan Radu yang mendapatkan cedera.
Bianconeri tampil dominasi di laga ini dan memiliki sejumlah kans di paruh perdana. Akan tetapi, hanya sebuah gol yang tercipta melalui aksi Mario Mandzukic di menit ke-39.
Di awal paruh kedua, Lazio harus kehilangan Patric yang diusir keluar dari lapangan oleh wasit lantaran mendapatkan kartu kuning kedua.
Dengan unggul jumlah pemain, Juventus pun dengan mudah membongkar pertahanan Lazio dan pada akhirnya mereka bisa menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 di menit ke-52 melalui sebuah penalti yang dieksekutor dengan baik oleh Paulo Dybala.
Dybala kembali mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-64 dan sekaligus menambahkan keunggulan Juventus menjadi 3-0. Setelah itu tak ada gol tambahan tercipta hingga pertandingan selesai.
Ata kemenangan ini, Juventus kian mantap di posisi pertama Liga Italia dengan mengoleksi 82 angka dan memimpin sembilan angka dari Napoli yang di peringkat kedua. Sedangkan Lazio berada di urutan kesembilan dengan raihan 48 angka. (As)

