Agen Judi Bola – Valencia punya peluang lebih besar daripada Benfica dalam mendapatkan jasa Didac Vila dari AC Milan di bursa transfer musim panas ini. Dilansir oleh Agen Judi Bola – Bandarbola.com
Menurut berita terbaru yang didapat dari Agen Judi Bola menyatakan bahwa sejak didatangkan AC Milan dari Espanyol pada tahun 2011 lalu, Didac Vila cuma satu kali tampil bersama rekan satu timnya di Rossoneri. Mengaku tidak membutuhkan tenaga servis sang pemainnya lagi di musim baru nanti, klub Italia itu pun dikabarkan siap menjualnya ke Valencia di bursa transfer musim panas ini.
Seperti yang sudah diketahui oleh Agen Judi Bola, Valencia sempat dirumorkan memang sudah lama menginginkan tanda tangan pemain belakang berusia 23 tahun ini di bursa transfer musim dingin lalu.
Pantauan dari Agen Judi Bola menyebut bukan hanya El Che saja, namun Benfica juga tertarik menampung Vila dari Milan di musim panas ini. Tetapi, klub Portugal itu cuma ingin mendatangkannya dengan status pinjaman selama satu tahun.
Dengan situasi seperti di atas itu, Agen Judi Bola melaporkan Valencia jelas memiliki peluang yang lebih besar daripada Benfica dalam mendapatkan jasa Vila dari Milan. Karena, presiden Valencia, Manuel Llorente, mengungkapkan bahwa mereka juga ingin memboyongnya dengan status pinjaman selama setengah tahun dan lalu mempertahankan secara permanen di bursa transfer musim berikutnya.
“Kabar atau isu memang ada benarnya. Kami kini sedang melakukan pembicaraan dengan pihak AC Milan untuk mendapatkan Didac Vila,” ungkap Llorente kepada Agen Judi Bola.
“Beberapa hari yang lalu, pihak klub kami juga tengah mendekati dengan Vila untuk membahas soal gaji per minggunya. Saya yakin kami bisa segera membawanya ke Portugal,” lanjutnya.
Agen Judi Bola melaporkan Valencia dikabarkan siap mengeluarkan dana 800 ribu euro atau sekitar 9 miliar rupiah kepada Milan untuk mendatangkan Vila dengan status pinjaman di musim panas ini. Kemudian klub Spanyol itu akan mempertahankan Vila dengan cara permanen dan akan menyodorkan 4,2 juta euro atau sekitar 48 miliar rupiah. (As)


