Venezuela memastikan diri melaju ke babak delapan besar Copa America 2016. Mereka meraih tiket lolos setelah menaklukkan Uruguay dengan skor tipis 1-0.
Kala menjalani laga yang berlangsung di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Jumat (10/6) pagi WIB tadi, Uruguay memperoleh kans pada menit ke-14. Edinson Cavani tidak bisa memaksimalkan bola umpan dari Alvaro Gonzalez melalui tandukan. Dia yang berdiri di tengah kotak terlarang tidak bisa menyambut bola umpan rekannya.
Uruguay mendapatkan peluang lagi pada menit ke-30. Tendangan bebas Gaston Ramirez masih melenceng dari sasaran Venezuela yang dijaga oleh Daniel Hernandez.
Tiga menit kemudian, Cavani kembali punya kans bagus. Dia menerima operan Carlos Sanchez pada menit ke-33 kemudian melepaskan tendangan tepat ke sasaran, tapi bisa diamankan oleh Hernandez.
Venezuela gantian menyerang dan memiliki kans emas pada menit ke-35 melalui aksi Salomon Rondon. Namun sayangnya, tendangan yang dilepaskannya masih bisa dihadang oleh pemain lawan. Dia menekan lewat sisi kanan kotak terlarang jala yang dijaga Fernando Muslera.
Venezuela akhirnya membuka keunggulannya pada menit ke-36. Alejandro Guerra melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti dan bola sempat mengenai tiang dan kemudian sambut Rondon dengan tendangan untuk merobek gawang Muslera. Skor 1-0 untuk keunggulan Venezuela yang sekaligus bertahan sampai babak pertama selesai.
Memasuki paruh kedua, Uruguay menekan pertahanan Venezuela pada menit ke-53. Tapi tendangan yang dilakukan Cristian Stuani masih melebar dari sasaran.
Pemain Venezuela Adalberto Penaranda tidak bisa memaksimalkan kans bagus di menit ke-68. Melalui sebuah serangan counter-attack, dalam posisi satu lawan satu dengan kiper Uruguay, namun dia tidak bisa mengoceh Muslera.
Rondon punya kans bagus yang bisa menghasilkan gol tambahan Venezuela pada menit ke-81, andaikan tendangan yang dilepaskannya tidak bisa ditangkap oleh Muslera.
Cavani mencoba peruntungannya lagi pada menit ke-90. Memiliki kans bagus, dia tidak bisa mengirim bola ke dalam jala. Sampai laga berakhir, Uruguay tetap gagal membalas gol.
Uruguay takluk dari dua laga awal, sampai untuk sementara berada di dasar klasemen Grup C Copa America 2016. Peluang mereka untuk melaju ke babak selanjutnya sangat tipis. Uruguay wajib meraih kemenangan di pertandingan pamungkas dan harus menanti hasil akhir antara Meksiko menghadapi Jamaika.
Sedangkan Venezuela telah meraih tiket melaju ke babak selanjutnya setelah mengoleksi enam angka dari dua laga yang dilewatinya.
Di laga lainnya yang berada di Grup C juga, Meksiko melangkah ke babak delapan besar Copa America 2015 setelah menang dua gol tanpa balas atas Jamaika.
Di pertandingan kedua Grup C yang digelar di Rose Bowl Stadium, Pasadena, California, Jumat (10/6) pagi WIB tadi, manajer Meksiko Juan Carlos Osorio memainkan skema berbeda dari laga pertamanya.
Guillermo Ochoa dimainkan sebagai kiper utama dan mengisi posisi Alfredo Talavera, kemudian Yaser Corona menggantikan posisi Diego Reyes. Andres Guardado yang menerima kartu merah di pertandingan melawan Uruguay posisinya diisi oleh Jesus Duenas dan Raul Jimenez dimainkan sebagai starter mengisi posisi Javier Aquino.
Sedangkan di klub Jamaika, kapten Jamaika yang juga merupakan pemain Leicester City, Wes Morgan, tampil menjadi pemain utama usai cuma bermain menjadi pemain pengganti di pertandingan perdana melawan Venezuela.
Meksiko bermain mendominasi dengan unggul penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen milik Jamaika. Selain itu, Meksiko bisa melepaskan 18 tendangan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Jamaika memiliki 10 tembakan dan cuma tiga yang tepat sasaran dan tidak ada satu pun yang berujung gol.
Meksiko hampir memimpin pada menit kelima kala kesalahan Jermaine Taylor kala melakukan umpan balik bikin bola meluncur sendiri ke sasaran. Untungnya, penjaga gawang Andrea Blake dengan sigap menghadang si kulit bundar itu.
Jamaika mendapatkan peluang bagus pada menit ketujuh melalui Clayton Donaldson. Namun sepakan yang dilepaskannya masih melenceng dari sasaran.
Di menit ke-12, Javier Hernandez mengantarkan Meksiko memimpin. Jesus Coronoa melepaskan operan silang ke dalam kotak terlarang dan Chicharito menerimanya dengan sundulan yang tidak bisa ditepis oleh Blake.
Jamaika nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-39, andaikan tendangan Michael Hector tidak bisa ditepis oleh Ochoa. Di sisa waktu babak pertama, tak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan Meksiko bertahan hingga turun minum.
Di paruh kedua, Meksiko tetap dominasi jalannya laga. Kendati begitu, kedua tim itu saling tekan menekan sampai akhirnya di menit ke-81, Meksiko yang berhasil mencetak gol keduanya di laga ini.
Operan tarik Hector Herrera disambut dengan bagus oleh Oribe Peralta dan dia lantas melepaskan tendangan kaki kiri tepat ke sasaran. Hingga peluit panjang berbunyi dari wasit, tak ada tambahan gol lagi. Skor berakhir 2-0 untuk kemenangan Meksiko atas Jamaika.
Atas kemenangan ini mengantarkan Meksiko melaju ke babak delapan besar dan bersama Venezuela terlebih dulu lolos. Kedua tim sama-sama memiliki enam angka.
Venezuela dan Meksiko akan berhadapan di Houston dalam laga terakhir Grup C, Selasa (14/6), dalam memperebutkan status juara grup.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya.
Jika dilihat Panama memang bukan tandingan Argentina. Tapi bukan berarti Tim Tango bisa meremehkan lawan itu.
Argentina akan melawan Panama di laga kedua grup D yang dihelat di Soldier Field, Chichago, Sabtu (11/6) pagi WIB. Laga ini seperti tim besar bertemu dengan tim kecil.
Keduanya baru sekali bertemu yakni di pertandingan persahabatan di tahun 2009 di Santa Fe, Argentina, yang mana Argentina keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3-1.
Baik Argentina maupun Panama sama-sama membidik kemenangan keduanya di Grup. Di laga pertama, Argentina berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Chile. Sementara Panama berhasil menaklukkan Bolivia dengan skor 2-1.
“Menang dari Chile merupakan hasil yang krusial, namun kami tak boleh memandang lemah tim sekecil apapun,’ ungkap penyerang Argentina, Gonzalo Higuain.
“Ini merupakan Copa yang kuat dan semua laga akan berlangsung sengit. Panama memang bukan tim besar, tapi mereka bisa mengejutkan tim raksasa. Jadi kami harus waspadai mereka,” lanjutnya.
Menatap laga kontra Panama, Argentina sudah bisa diperkuat Lionel Messi, yang sebelumnya absen di laga pertama karena belum pulih dari cedera. (As)

