Luis Suarez tak bisa bermain kala Uruguay melawan Meksiko di laga pertama Grup C Copa America Centenario. Suarez belum sembuh dari cedera yang dialaminya.
Luis Suarez mengalami cedera hamstring kala Barcelona melawan Sevilla di final Copa del Rey dua minggu silam. Cedera itu sempat bikin Suarez disangsikan bermain di Copa America Centenario.
Akan tetapi, Suarez akhirnya menerima hal bagus, di mana nama dia dimasukkan ke dalam skuad timnas Uruguay. kendati begitu, striker Barcelona itu telat datang lantaran terlebih dulu mendapatkan pemeriksaan dari tim medis Los Cules.
Usai dua minggu mendapatkan pemeriksaan dari tim medis, Suarez pun akhirnya berangkat ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan teman-teman senegaranya dan terus memulihkan cedera yang dialaminya.
Suarez telah menjalani sesi latihan di luar gym kendati masih belum bisa bergabung dengan teman-temannya dalam menjalani sesi latihan. Ada berita kalau Suarez memiliki kans untuk tampil kala Uruguay berhadapan dengan Meksiko akhir pekan ini atau tepatnya hari Senin (6/6/2016) pagi WIB, di pertandingan pertama Grup C Copa America Centenario.
Manajer Uruguay Oscar Tabarez pun mengumumkan bahwa kondisi Suarez belum fit 100 persen. Maka itu si pemain tidak akan bisa tampil kala Uruguay melawan Meksiko.
“Luis Suarez belum fit total dari cedera hamstring. Maka itu dia tidak bisa tampil saat Uruguay menghadapi Meksiko,” ungkap Tabarez.
“Kami tentu berharap dia bisa ikut tampil dengan kami di laga pertama kami di turnamen Copa America Centenario. Tapi kondisinya yang tidak memungkinkan kami untuk memaksa dia bermain. Kami hanya akan memainkan pemain-pemain kami yang dalam kondisi fit 100 persen,” lanjutnya.
“Laga pertama dia akan absen, mungkin laga kedua dia sudah bisa tampil bersama kami dan kami akan terus memantau kondisi Suarez.”
Absennya Suarez jelas menjadi sebuah kerugian untuk timnas Uruguay mengingat sang pemain merupakan pemain inti di barisan depan. Sekarang ini Uruguay hanya dapat memainkan Edinson Cavani sebagai striker tunggal.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai hasil laga antara Peru melawan Haiti.
Peru menjalani laga pertamanya di babak fase grup B Copa America Centenario dengan meraih hasil positif. Melawan Haiti, Peru menang tipis 1-0.
Dari laga yang berlangsung di CenturyLink Field, Seattle, Minggu (5/6/2016) pagi WIB, Peru baru dapat memastikan kemenangannya di paruh kedua. Satu-satunya gol di laga ini dilesakkan oleh Paolo Guerrero pada menit ke-61.
Di sepanjang laga, Peru tercatat tampil lebih dominasi, di mana mereka memiliki ball posession 51 persen, sisanya 49 persen milik Haiti. Namun Haiti bermain lebih efektiv. Peru bisa melepaskan 10 tendangan dengan lima di antaranya tepat sasaran. Sedangkan Haiti cuma bisa melepaskan lima sepakan dan cuma satu yang mengarah ke gawang.
Pada akhir paruh perdana, serangan Peru hampir menemui sasaran. Edison Flores yang menyambut operan dari Guerrero lalu melepaskan tendangan. Namun sayang sekali, tendangan Flores masih mengenai mistar gawang.
Upaya Peru akhirnya menemui sasaran pada menit ke-61. Flores memberikan umpan lewat sisi kiri yang lantas diterima Guerrero dengan tandukan untuk merobek gawang Haiti.
Haiti hampir mencetak gol balasan pada masa injury time paruh kedua. Diawali dari sepakan bebas, Jee Louis memberikan umpan ke dalam kotak terlarang dan Kervens Belfort yang berdiri bebas dapat menerima bola itu kemudian melepaskan tembakan. Namun masih melenceng dari sasaran.
Setelah itu tak ada peluang bagus tercipta lagi dan skor berakhir 1-0 untuk kemenangan Peru atas Haiti. Dari hasil akhir ini, maka Peru sementara berada di puncak klasemen Grup B dengan raihan tiga angka. Sementara Haiti di posisi terbawah dari satu laganya. Di laga lainnya yang berada di Grup B, Brasil akan berhadapan dengan Ekuador.
Di laga lainnya Grup B, Brasil memulai langkahnya di Copa America Centenario dengan bermain imbang. Tim Samba ditahan imbang tanpa gol kala melawan Ekuador.
Melawan Ekuador di Rose Bowl, Pasadena, California, Amerika Serikat, Minggu (5/6) pagi WIB tadi, Brasil memainkan Alisson Becker sebagai kiper utama dalam mengawal gawang. Di barisan belakang diisi oleh Filipe Luis, Dani Alves, Marquinhos dan Gil. Sedangkan di barisan depan ada Jonas, Philippe Coutinho dan Willian.
Di skuad Ekuador, mereka memainkan tiga pemain yang bermain di Liga Primer Inggris yakni, Enner Valencia, Antonio Valencia dan Jefferson Montero menjadi pemain utama.
Statistik mencatatkan bahwa Brasil tampil sangat dominasi dengan unggul ball posession sampai 70 persen berbanding 30 persen milik Ekuador. Dan bukan hanya itu saja, Brasil juga memiliki sejumlah kans dengan membuat sembilan tendangan dan dua di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Ekuador hanya punya enam tendangan dan hanya satu yang tepat ke sasaran.
Ekuador terlebih dulu menekan dan mendapatkan peluang di menit kelima. Miller Bolanos yang menerima umpan dari Antonio Valencia melepaskan sepakan dari jarrak jauh, namun upayanya masih sedikit melenceng dari sasaran.
Brasil lantas balik menyerang lewat aksi Coutinho dan Wllian. Namun sayang sekali, tendangan Coutinho masih bisa diamankan dengan baik oleh penjaga gawang Ekuador Esteban Dreer.
Coutinho kembali memperoleh kans di menit ke-17. Kali ini tendangan kerasnya dari luar kotak penalti masih melayang dari gawang.
Untuk meningkatkan daya serang, Brasil melakukan pergantian pemain dengan memainkan Gabriel dan menarik keluar Jonas dari lapangan di paruh kedua.
Satu aksi kontroversial kala laga menginjak menit ke-66. Si kulit bundar terlihat sudah masuk ke dalam jala Brasil, namun wasit mengatakan tak tercipta gol.
Kejadian gol berawal dari umpan Montero ke Bolanos yang berada sisi kiri kotak terlarang Brasil. Bolanos langsung berlari dan ingin memberikan operan silang. Tapi bola tembakan Bolanos lalu justru mengarah ke sasaran dan masuk ke dalam jala lantaran Alisson gagal mengamankan dengan bagus.
Namun, lessman yang berdiri di pinggir lapangan itu mengatakan bola terlebih dulu keluar lapangan sebelum disepak Bolanos. Wasit juga menyatakan tidak tercipta gol.
Setelah itu, Brasil kembali mendominasi jalannya laga dan sempat mendapatkan beberapa kans bagus. Tapi upaya para pemainnya gagal memanfaatkan peluang itu menjadikan gol. Sementara Ekuador lebih banyak bermain bertahan dan menggandalkan serangan balik. Itu pun tidak berujung gol. Sampai usai laga, skor tetap 0-0 bertahan untuk keduanya.
Dengan hasil imbang ini, maka Brasil dan Ekuador berada di peringkat kedua dan ketiga klasemen sementara Grup B dengan raihan satu angka dari satu laga.
Di laga lainnya lagi, Paraguay dan Kosta Rika masing-masing mendapatkan satu poin di laga perdana di Grup A, usai kedua tim bermain seri tanpa gol alias 0-0.
Dari laga yang dihelat di Camping World Stadium, Orlando, Florida, Minggu (5/6) pagi WIB tadi juga, tidak banyak kans yang dibuat oleh Kosta Rika maupun Paraguay. Soccernet menunjukkan bahwa Kosta Rika cuma bisa melepaskan enam tendangan dengan empat di antaranya tepat ke sasaran. Sedangkan Paraguay bisa melepaskan delapan sepakan dan cuma satu yang mengarah ke gawang.
Kans terbagus diterima Paraguay pada menit ke-15. Jorge Benitez bisa masuk ke dalam kotak terlarang Kosta Rika. Namun upayanya belum membuahkan hasil usai tembakannya masih melayang.
Dua menit kemudian, Kosta Rika yang memperoleh kans. Namun tandukan Bryan Ruiz bisa ditangkap dengan baik oleh penjaga gawang Paraguay, Justo Villar.
Memasuki paruh kedua, kans terbagus untuk Paraguay dimiliki Bruno Valdez pada menit ke-71 melalui tendangan yang meneruskan tendangan sudut. Namun Patrick Pemberton dapat menghadangnya.
Pada menit-menit akhir babak kedua, Kosta Rika harus bermain dengan 10 orang pemain usai Kendall Waston mendapatkan kartu merah langsung dari wasit yang memimpin pertandingan ini. Waston mendapatkan kartu merah lantaran melakukan pelanggaran terhadap Nelson Valdez dari belakang. Dengan begitu, Waston bakal menepi di pertandingan kontra Amerika Serikat. Setelah itu tak ada gol tercipta juga hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor berakhir 0-0.
Dari hasil akhir ini, maka Paraguay dan Kosta Rika berada di peringkat kedua dan ketiga klasemen Grup A dengan koleksi satu angka. Sementara posisi pertama dihuni Kolombia yang berhasil mengatasi AS 2-0. (As)

