Tottenham Hotspur meraih kemenangan telak dalam lawatannya ke kandang Everton di laga lanjutan Liga Primer Inggris. The Lilywhites menang 6-2 atas The Toffees.
Dalam laga yang dihelat di Goodison Park, Senin (24/12/2018) dini hari WIB tadi, Tottenham Hotspur yang bertindak sebagai tim tamu bermain dengan sangat luar biasa atas Everton. Menurut statistik yang dicatatkan bahwa tim besutan Mauricio Pochettino itu memimpin dalam hampir semua situasi di dalam laga ini.
The Lilywhites unggul ball posession 59 persen banding 41 persen milik Everton. Mengenai jumlah tendangan, The Lilywhites bisa melepaskan 17 tendangan dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu tim tuan rumah bisa melepaskan 10 tembakan tapi hanya tiga yang tepat ke sasaran.
Di laga ini, Harry Kane dan Son Heung-Min tampil sebagai pahlawan kemenangan Spurs di pertandingan ini usai kedua tim ini masing-masing mencetak dua gol. Sedangkan dua gol lainnya dicetak oleh Christian Eriksen dan Dele Alli. Sedangkan dua gol balasan dari Everton dilesakkan oleh Theo Walcott dan Gylfi Sigurdsson.
Dengan kemenangan di laga ini maka Spurs kini berada di posisi ketiga klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan mengoleksi 42 angka dan mereka kini hanya tertinggal dua poin dari Manchester City dan tertinggal enam angka dari Liverpool yang berada di puncak klasemen. Sedangkan Everton kini berada di peringkat ke-11 klasemen dengan raihan 24 poin.
Kronologi Laga
Pertandingan berlangsung cukup sengit di awal menit babak pertama, kedua tim saling gantian tekan menekan. Namun Everton bisa memimpin lebih dulu melalui aksi Theo Walcott di menit ke-21. Eks striker Arsenal itu menciptakan gol setelah memaksimalkan serangan dari Dominic Calvert-Lewin dari sisi kiri, lewat tendangan yang tepat ke antara sela kaki kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris.
Memimpin 1-0, Everton kian optimistis dalam menyerang dan menekan barisan belakang Spurs. Mereka juga sempat merobek gawang Lloris untuk kedua kalinya melalui aksi Calvert-Lewin dua menit kemudian. Tapi gol itu dianulir wasit lantaran si pemain dinilai melakukan pelanggaran terlebih dulu ke Davinson Sanchez.
Usai itu Spurs bisa mencetak gol penyama kedudukan. Kesalahan dari Jordan Pickford dan Kurt Zouma bikin keunggulan Everton hilang. Son Heung-Min bisa memaksimalkan bola liar bertubruknya dua pemain tim tuan rumah itu jadi gol di menit ke-26. Skor berubah menjadi 1-1 untuk kedua tim.
Gol Son bikin mental pemain-pemain Everton jadi down. Spurs lalu bisa berbalik unggul jadi 2-1 melalui tendangan Dele Alli di menit ke-35.
Harry Kane lalu mengakhiri paruh perdana dengan membawa Spurs unggul jadi 3-1 atas Everton melalui golnya di menit ke-42. Dia merobek gawang Jordan Pickford setelah memaksimalkan bola rebound tendangan bebas Kieran Tripper yang mengenai mistar.
Di paruh kedua, Spurs lantas bikin kejutan untuk Everton. Cristian Eriksen mencetak gol indah lewat tembakan voli dari jarak jauh di menit ke-68 untuk mengubah kedudukan menjadi 4-1 atas Everton.
Tertinggal tiga gol, Everton tidak pasrah begitu saja dan mereka mencoba tampil lebih terbuka dan menekan pertahanan Spurs. Gylfi Sigurdson berhasil merobek gawang Lloris setelah aksi individunya bisa membuahkan hasil di menit ke-51. Skor berubah jadi 2-4 untuk keunggulan Spurs.
Gol pemain internasional Islandia itu bikin tim arahan Marco Silva kian bermain menekan. Namun ada resiko dari situasi itu adalah barisan belakang tim tuan rumah jadi lebih gampang dibongkar.
Situasi ini bisa dimaksimalkan dengan bagus oleh Spurs, usai Son bisa menciptakan gol keduanya di pertandingan ini pada menit ke-61. Pemain internasional Korea Selatan itu dengan gampang merobek jala Everton setelah lolos dari perangkap offside. Kedudukan berubah jadi 5-2 untuk keunggulan Spurs.
Harry Kane kembali mencetak gol keduanya di laga ini. Tepatnya di menit ke-74, dia membobol gawang Everton setelah meneruskan operan Son lewat sisi kiri. Di sisa waktu babak kedua di laga ini, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 6-2 untuk kemenangan Spurs atas Everton.
Di laga lainnya, Manchester City menelan pil pahit di depan pendukungnya sendiri kala meladeni Crystal Palace di laga lanjutan Liga Primer Inggris. Sempat memimpin, City akhirnya kalah 2-3. Dalam laga yang digelar di Etihad Stadium pada akhir pekan lalu, The Citizens tampil mendominasi dan punya kans lebih banyak atas tim tamu. Hasilnya, Ilkay Guendogan mengantarkan City unggul lebih dulu pada menit ke-27.
Namun Palace membalasnya tidak lama kemudian. Jeffrey Schlupp mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-33, kemudian Andros Townsend membawa Palace berbalik unggul jadi 2-1 atas City dua menit berselang lewat tendangan dari jarak jauh.
City menerima kejutan kala usahanya mencari gol balasan, di mana lawannya itu mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-51. Luka Milivojevic yang maju ke depan untuk menjadi algojo dan berhasil menjalani tugasnya dengan baik dan sekaligus mengubah kedudukan jadi 3-1 untuk keunggulan Palace.
Balik tertinggal dua gol, City pun lantas tampil habis-habisan dan terus menekan pertahanan Palace. Hingga laga memasuki menit ke-85, tim tuan rumah bisa memperkecil ketertinggalannya jadi 2-3 melalui gol Kevin de Bruyne.
Di sisa waktu, City terus bermain menekan dan menyerang untuk mencari gol penyama. Namun sampai peluit panjang ditiupkan wasit, mereka gagal mencetak gol ketiganya. Skor berakhir 3-2 untuk kemenangan Palace.
Dari hasil akhir ini maka City tetap ada di peringkat kedua klasemen dengan raihan 44 poin dan kini terpaut empat angka dari Liverpool yang memuncaki klasemen. Sementara Palace naik ke peringkat ke-14 dengan raihan 18 angka. (As)

