Kontrak Christian Eriksen dengan Tottenham Hotspur selesai kurang dari dua tahun lagi. Akan tetapi, The Lilywhites dan juga Mauricio Pochettino ingin menambahkan kontrak baru lagi kepada si pemain.
Sejak bersama Tottenham Hotspur dari Ajax Amsterdam di tahun 2013 lalu, Christian Eriksen lantas sebagai salah satu pemain pilar di tim skuad. Hingga kini, pemain internasional Denmark itu telah mengoleksi 57 gol dan bikin 73 assist dalam 239 laga yang dilewatinya di seluruh ajang.
Penampilan bagus Eriksen dengan Spurs sering bikin dirinya diminati banyak tim-tim raksasa Eropa. Seperti Barcelona, Paris Saint-Germain dan Real Madrid digadang-gadang ingin mendapatkan tanda tangan Eriksen. Kini Eriksen masih punya kontrak bersama Spurs hingga tahun 2020 mendatang.
Tidak ingin kehilangan pemain andalannya, The Lilywhites pun sedang berusaha untuk mempertahankan pemainnya itu lebih lama lagi dengan cara akan menawarkan kontrak baru kepada pemain berusia 26 tahun itu.
“Christian Eriksen tentu tahu apa yang akan dilakukan dari pihak klub dan juga kami terhadap dia. Kami sedang berusaha untuk mempertahankan dia dari klub-klub lain yang meminatinya. Tidak heran lagi jika banyak klub yang tertarik dengan dia usai berhasil menampilkan performa terbaiknya,” ungkap Pochettino.
“Siapa yang tidak tertarik dengan pemain yang berhasil membuktikan diri, tapi kami tentu tidak akan kehilangan pemain andalan kami. Maka itu kami sepakat untuk menambahkan kontrak baru lagi kepada pemain andalan kami kendati dia masih punya kontrak bersama kami selama dua tahun,” lanjutnya.
“Kami yakin dia juga akan meneken kontrak baru yang akan kami berikan kepada dia. Kami tidak perlu cemas akan kehilangan dia atau diincar klub-klub lain di bursa transfer mendatang. Kami yakin dia akan tetap bersama kami dan meraih kesuksesan,” tandasnya.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Prancis meraih kemenangan tipis 1-0 kala berhadapan dengan Uruguay di pertandingan persahabatan. Gol tunggal Tim Ayam Jantan dicetak oleh Olivier Giroud.
Di pertandingan yang dilangsungkan di Stade De France, Rabu (21/11/2018) dini hari WIB tadi, Prancis terlihat bermain lebih efektiv. Tekanan mereka lebih oke, kendati Uruguay memimpin sedikit ball posession 55 persen banding 45 persen.
Akan tetapi, dalam 10 tendangan yang dibikin Prancis, satu-satunya gol malah tiba melalui penalti. Giroud bisa mengeksekutornya dengan baik di menit ke-52.
Dalam laga berlangsung ini, Prancis lantas bermain menekan dan menyerang pertahanan Uruguay. Kylian Mbappe dan Giroud tampil sebagai ujung tombak timnas Prancis. Kala pertandingan baru berlangsung empat menit, Mbappe memberikan operan manis namun Giroud tidak bisa memaksimalkannya.
Di menit ke-15, kesempatan bagus kembali diperoleh Mbappe. Dalam posisi satu lawan satu bersama penjaga gawang, sepakannya justru melenceng dari gawang. 15 menit berselang, kondisi yang sama lagi-lagi diperoleh Mbappe. Namun kali ini Martin Campana bisa mengamankannya dengan bagus.
Uruguay coba bermain menekan, namun tidak ada satu kans yang bisa dimanfaatkan jadi gol di paruh perdana. Skor masih 0-0 bertahan hingga turun minum. Memasuki paruh kedua, uruguay bermain lebih bagus daripada di babak perdana, namun tetap sulit menciptakan kans. Sampai pada akhirnya laga memasuki menit ke-51, Prancis memperoleh hadiah penalti.
Penalti ini didapatkan tim tuan rumah usai Bruno Mendes melakukan handball di dalam kotak penalti. Giroud yang maju sebagai algojo dan berhasil menjalaninya dengan baik serta membawa Prancis unggul 1-0.
Uruguay terlihat sulit mendapatkan peluang emas lantaran Luis Suarez dan Edinson Cavani tidak bisa berbuat banyak di pertandingan ini. Di sisa waktu babak kedua ini, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 1-0 untuk Prancis atas Uruguay.
Di laga lainnya lagi, Brasil berhasil mengalahkan Kamerun dengan skor tipis 1-0 di pertandingan persahabatan. Dalam laga yang digelar di Stadium MK, Brasil harus kehilangan Neymar di menit kedelapan lantaran si pemain mendapatkan masalah cedera. Richarlison masuk untuk mengisi posisi Neymar yang ditarik keluar dari lapangan akibat cedera.
Kendati tidak ada Neymar, Brasil bisa dominasi jalannya laga atas Kamerun. Kans diperoleh Brasil di menit ke-21 melalui tendangan dari dalam kotak yang dilesakkan oleh Roberto Firmino, tapi bola masih dapat dihalau oleh penjaga gawang Kamerun, Andre Onana.
Di menit ke-41, Firmino kembali menyiakan kans emas. Striker internasional Liverpool itu berhasil meneruskan operan dari Richarlison dengan tandukan. Namun arah bola hasil sundulannya masih melenceng dan cuma menghasilkan sepak pojok untuk Kamerun.
Brasil membuka keunggulannya di menit-menit akhir babak pertama melalui aksi Richarlison. Gol itu tercipta usai meneruskan bola operan tendangan sudut Willian, yang tidak bisa dihalau oleh Andre Onana. Brasil pun mengakhiri babak perdana dengan unggul 1-0.
Memasuki paruh kedua, Brasil tetap mendominasi jalannya pertandingan. Gabriel Jesus punya kans untuk menambahkan keunggulan Brasil di menit ke-53. Tapi bola hasil tendangan Jesus masih mengenai mistar jala. Brasil terus bermain menekan, tapi hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya laga, tidak ada gol tercipta lagi. Skor berakhir 1-0 untuk kemenangan Brasil atas Kamerun. (As)

