Tim nasional Spanyol memetik kemenangan telak 6-1 atas Korea Selatan di laga ujicoba yang berlangsung di Red Bull Arena, Salzburg, Rabu (1/6/2016) malam WIB.
Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Red Bull Arena, Salzburg, pada kemarin malam, timnas Spanyol belum diperkuat pemain-pemain Atletico Madrid dan Real Madrid.
Manajer La Furia Roja Vicente del Bosque tetap menggandalkan Iker Casillas sebagai kiper utama dalam mengawal mistar gawang. Sementara di barisan belakang atau barisan pertahanan, diisi Gerard Pique, Marc Bartra, Hector Bellerin dan Cesar Azpilicueta.
Di barisan tengah dipasang Andres Iniesta, Bruno Soriano dan Cesc Fabregas. Sementara di barisan depan ada Alvaro Morata, Nolito dan David Silva.
Kendati tidak bermain dengan para pemain inti, Spanyol tetap terlalu tangguh untuk Korea Selatan. Statistik menorehkan bahwa Spanyol memiliki 53 persen dalam penguasaan bola, kemudian bikin bisa melepaskan 18 tembakan dengan sembilan di antaranya mengarah ke gawang.
Sedangkan Korea Selatan yang hanya memiliki 47 persen cuma bisa melepaskan 13 tendangan dan lima di antaranya mengarah ke gawang. Kendati demikian, Spanyol terlihat sulit menciptakan gol di awal menit-menit babak pertama dan gol pertama baru datang kala laga menginjak menit ke-30.
Tendangan bebas yang dieksekusi David Silva dari luar kotak penalti melewati pagar betis Korea Selatan dan tepat ke sasaran tanpa dapat dihadang oleh penjaga gawang lawan. Spanyol kini memimpin 1-0 atas Korsel.
Dua menit berselang, Fabregas menambahkan keunggulan timnas Spanyol menjadi 2-0 atas Korsel. Gol berawal dari kesalahan yang dilakukan penjaga gawang Korsel Jin-Hyun Kim saat mencoba menjinakkan bola, tapi si kulit bundar malah terlepas dan lantas disambar oleh Fabregas masuk ke dalam jala.
Sebelum turun minum, Spanyol menambahkan keunggulannya menjadi 3-0 atas Korsel. Gol ketiga Spanyol dilesakkan oleh Nolito usai memanfaatkan operan jitu dari Azpilicueta.
Di awal paruh kedua, Spanyol melakukan pergantian pemain. Perubahan yang dilakukan sang pelatih tidak membuat serangan Spanyol mengendur. Tepatnya di menit ke-50, Tim Matador memperlebar keunggulannya menjadi 4-0. kali ini gawang Kim dibobol oleh Morata dengan tandukannya yang meneruskan tendangan sudut Thiago Alcantara.
Nolito kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-53 dan sekaligus menambahkan keunggulan Spanyol menjadi 5-0 atas Korsel. Berawal dari kerja sama Pedro dengan Bellerin yang kemudian memberikan operan manis kepada Nolito untuk menjebol gawang Kim.
Korsel sempat menipiskan ketertinggalannya menjadi 1-5 pada menit ke-82 melalui tendangan keras Se-Jong Ju dari jarak jauh yang tak bisa ditepis lagi oleh kiper Sergio Rico, lantaran bola sempat mengenai kaki Bruno Soriano.
Morata kembali menciptakan gol keduanya di pertandingan ini. Tepatnya pada menit ke-90, dia membobol gawang Korsel dan sembari mengubah kedudukan menjadi 6-1.
Setelah itu tak ada gol tambahan tercipta lagi di sisa waktu babak kedua. Skor berakhir 6-1 untuk kemenangan Spanyol atas Korsel. Sebelum bertanding di Piala Eropa 2016, Spanyol akan menjalani satu pertandingan ujicoba lagi melawan Georgia, 7 Juni nanti.
Di laga lainnya, Prancis meraih hasil positif di laga ujicoba kala berhadapan dengan Kamerun. Les Bleus menang tipis 3-2 atas Kamerun.
Menghadapi Kamerun di Stade de la Beaujoire, Selasa (31/5) dinihari WIB kemarin, Prancis bermain sangat mendominasi. Mereka tidak hanya unggul ball posession senilai 65 persen, tapi mereka juga memiliki banyak kans bagus untuk merobek gawang lawan.
Statistik mencatatkan bahwa Prancis bisa melepaskan 18 tendangan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu Kamerun memiliki sembilan tembakan dan tiga yang tepat ke sasaran.
Kendati begitu, Prancis terlebih dulu menerima tekanan. Pada menit ke-13, tendangan Karl Toko Ekambi mengarah ke sasaran tapi bisa ditepis oleh kiper Hugo Lloris.
Tujuh menit kemudian, Prancis memecah kebuntuannya. Coman menggiring bola lewat sisi kiri, kemudian melego Edgar Salli dan memberikan operan lambung yang berhasil diterima dengan tembakan voli Blaise Matuidi dan si kulit bundar gagal dihadang oleh kiper Kamerun, Joseph Ondoa.
Namun keunggulan Prancis hanya bertahan beberapa saat saja. Sebab dua menit kemudian setelah gol Matuidi, Kamerun bisa mencetak gol penyama kedudukan lewat Vincent Aboubakar. Diawali dari Allan Nyom bermain operan satu dua dengan rekannya dan menuntaskan dengan memberikan operan mendatar. Aboubakar yang menyambut umpan itu kemudian melepaskan tembakan untuk merobek gawang Prancis yang tidak bisa diredam oleh Lloris.
Prancis kemudian menekan pertahanan Kamerun pada menit ke-34 dan mendapatkan tendangan bebas. sepakan bebas Dimitri payet disambut Paul Pogba dengan sundulan tapi masih melenceng dari sasaran.
Tujuh menit berselang, Prancis sukses kembali unggul. Lewat sisi kanan, Pogba memberikan operan lambung ke dalam kotak yang berhasil dituntaskan oleh Olivier Giroud dengan tembakan. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Prancis yang sekaligus bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Prancis kembali menekan pertahanan Kamerun dan mendominasi pertandingan. Giroud dan Pogba nyaris mencetak gol andaikan tendangan kedua pemain itu tak bisa dihentikan oleh penjaga gawang. Sedangkan kans yang didapatkan N’Golo Kante masih melayang dari sasaran.
Tak lama kemudian, Prancis kembali mengancam. Namun upaya mereka masih belum menemui sasaran lantaran bisa dihalau pemain lawan.
Ketika seperti akan mengakhiri pertandingan dengan hasil positif, Prancis justru kemasukan pada menit ke-88. Diawali dari operan yang dilakukan penjaga gawang, bola disambut Anatole Abang tidak jauh dari kotak terlarang Prancis dan lalu diberikan kepada Maxim Choupo-Moting yang tidak terjaga. Choupo-Moting langsung mengirim bola ke dalam gawang tanpa bisa ditepis oleh Lloris.
Skor kembali jadi seri, namun itu tidak bertahan hingga pertandingan selesai. Menatap akhir laga Prancis memperoleh sepakan bebas, Payet yang mengeksekusinya dan tendangan yang dilepaskannya sukses merobek gawang Kamerun.
Hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 3-2 untuk kemenangan Prancis atas Kamerun. Sebelum bermain di Piala Eropa 2016, Prancis akan melakoni satu laga lagi dengan melawan Skotlandia di laga persahabatan.
Sedangkan di laga ujicoba lainnya, Swedia bermain imbang tanpa gol kala menghadapi Slovenia. Ini melanjutkan langkah tanpa kemenangan Swedia, yang sebelumnya ditekuk Turki dan bermain seri melawan Republik Ceko. (As)

