Southampton meraih kemenangan 4-2 atas Manchester City di St Mary’s dalam pekan ke-36 Liga Primer Inggris, Minggu (1/5/2016) malam WIB.
Dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris mempertemukan Southampton menghadapi Manchester City pada kemarin malam. Dari pertandingan berlangsung ini, Southampton unggul 2-1 di paruh perdana melalui aksi Shane Long dan Mane. Sementara satu gol balasan City dicetak oleh Kelechi Iheanacho.
Di babak kedua, Soton bisa mencetak dua gol tambahan lagi yang diborong oleh Mane. Sementara City cuma bisa membalas satu gol lagi yang juga dilesakkan pemainnya, Iheanacho.
Dari hasil akhir ini, maka City kini tetap berada di peringkat keempat klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan mengoleksi 64 angka dalam 36 laga yang sudah dijalaninya pada musim ini dan tertinggal tiga poin dari Arsenal yang berada di urutan ketiga klasemen. Sedangkan Soton kini berada di urutan ketujuh klasemen dengan raihan 57 angka.
Kronologi Laga
Soton bermain menekan begitu pertandingan dimulai dan tidak membiarkan City mengembangkan permainan atau mendominasi jala. Bahkan Soton memiliki beberapa peluang yang nyaris merobek jala Joe Hart, terutama dari ancaman Dusan Tadic.
Soton membuka keunggulannya di menit ke-25 melalui aksi Long. Operan matang Cuco Martina diterima oleh Dusan Tadic yang sedang berada di kotak terlarang di sisi kanan. Tanpa lama, dia memberikan operan yang berhasil diterima Long, yang lantas melepaskan tendangan tanpa bisa ditepis oleh kiper Manchester City, Joe Hart.
Tiga menit berselang, tim tuan rumah menggandakan keunggulannya menjadi 2-0. Tadic kembali sebagai pemberi assist, dia memberikan operan jitu kepada Mane. Nama terakhir yang disebutkan itu lantas melepaskan tembakan untuk merobek gawang Hart.
City yang tertinggal dua gol bukannya mengejar gol ketertinggalannya, tapi gawang mereka kembali terancam. Tepatnya pada menit ke-36, Jordi Clasie melepakan sepakan, tapi sayangnya tembakan yang dilepaskannya masih belum tepat ke sasaran.
Di menit-menit akhir babak pertama, tim tamu baru bisa menipiskan ketertinggalannya menjadi 1-2 usai sebuah operan Samir Nasri tidak bisa dihadang dengan baik oleh Martina. Bola rebound lantas ditanduk Kelechi Iheanacho dan bola masuk ke dalam jala Soton. Skor tersebut bertahan sampai turun minum.
Memasuki paruh kedua, Soton terlihat tampil lebih dominasi atas City. Hasilnya, mereka bisa menambahkan keunggulannya menjadi 3-1 atas City di menit ke-57 lewat gol keduanya, Mane. Berawal dari tendangan sudut Steven Davis ditanduk Virgil van Dijk tapi bola mengenai mistar. Bola muntah langsung disepak Mane dengan tendangan dari dalam kotak tepat ke sasaran.
Tak lama kemudian, giliran Van Dijk yang mengancam gawang City. Tapi tembakan yang dilakukannya bisa ditepis oleh Hart dan cuma menghasilkan tendangan sudut.
Mane kembali mencetak gol alias hat-trick ke gawang City. Dia membobol gawang lawan di menit ke-68 dan sekaligus memberikan keunggulan Soton menjadi 4-1 atas City. Berawal Van Dijk menenangi duel dari Iheanacho, Tadic yang menerima bola itu lalu membawa bola dan melakukan operan ke Mane yang berhasil diselesaikannya dengan bagus.
Sepuluh menit berselang, City bisa memperkecil ketertinggalannya menjadi 2-4 dari Soton. Iheanacho kembali mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan operan Jesus Navas. Iheanacho dari jarak jauh melepaskan tendangan yang tidak dapat dihadang kiper Fraser Forster.
Setelah itu tak ada gol tercipta lagi di sisa waktu babak kedua, skor berakhir 4-2 untuk kemenangan Soton atas City.
Di laga lainnya, Manchester United bermain imbang 1-1 kala menjamu Leicester City di pekan ke-38 Liga Primer Inggris.
Dalam laga yang digelar di Old Trafford, Minggu (1/5) malam WIB kemarin, Leicester perlu tiga poin untuk mengunci titel juara Liga musim ini. Namun gol cepat Anthony Martial pada menit kedelapan memberikan tekanan kepada mereka.
Tandukan Wes Morgan pada menit ke-17 langsung membangkitkan kembali kans untuk mendapatkan kemenangan. Namun hingga pertandingan selesai tidak ada gol tambahan tercipta lagi, baik dari Leicester maupun United. Selain itu, Leicester juga mengakhiri pertandingan ini dengan 10 orang pemain usai Danny Drinkwater diusir keluar dari lapangan pada menit ke-86 karena mendapatkan dua kartu kuning dari wasit yang memimpin pertandingan.
Statistik mencatatkan bahwa The Red Devils bermain sangat mendominasi dengan unggul ball posession sampai 70 persen berbanding 30 persen milik Leicester. Selain itu, United juga bisa melepaskan 21 tendangan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Leicester memiliki 14 tembakan dan tiga di antaranya tepat ke gawang.
Hasil seri ini tidak mempengaruhi posisi The Foxes. Mereka masih berada di puncak klasemen dengan sekarang ini memiliki 77 poin dalam 36 laga yang sudah dijalaninya pada musim ini. Mereka dapat juara minggu ini dengan menanti hasil akhir Tottenham Hotspur yang baru akan bertanding melawan Chelsea, Selasa dinihari ini.
Andai The Lilywhites tidak menang atas Chelsea, maka tim besutan Claudio Ranieri tersebut dipastikan sudah jadi juara di giornada ke-36 Liga Primer Inggris musim ini. Sedangkan United kini tetap berada di urutan kelima klasemen dengan koleksi 60 angka.
Kronologi Laga
United lantas tampil menyerang di menit awal babak pertama. Hasilnya memang sangat oke kala laga baru berjalan delapan menit, mereka sudah unggul melalui gol Martial. Gol berawal dari Jese Lingard yang menggiring bola dari sisi kanan, Lingard lalu memberikan umpan kepada Antonio Valencia, yang memberikan operan lambung. Operan lambung Valencia tersebut bisa diterima dengan bagus oleh Martial. Tanpa terkawal, Martial lantas menyepak bola tendangan yang dilepaskannya tidak dapat dihalau oleh kiper Leicester City, Kasper Schmeichel.
Leicester memiliki kans untuk mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-12. Namun tandukan Shinji Okazaki menyambut operan Riyad Mahrez masih sedikit melenceng dari sasaran. Dua menit berselang, gawang Leicester nyaris kembali kebobolan jika Schmeichel gagal menghadang tendangan keras Lingard dari jarak dekat.
Leicester bisa membalas gol di menit ke-17. Berawal dari sepakan bebas usai berbuah pelanggaran yang dilakukan pemain United terhadap pemain lawan. Danny Drinkwater mengeksekusi tendangan bebas dan berhasil diterima Morgan dengan tandukan untuk merobek jala Manchester United yang dikawal oleh David de Gea. Skor berubah menjadi 1-1.
United memiliki kans empat menit berselang lewat Rooney. Namun tembakan yang dilepaskan striker asal Inggris itu masih dihadang pemain lawan. Di menit ke-31, tim tuan rumah kembali mengancam melalui countter attack. Lingard mendapatkan operan jitu dan memiliki ruang untuk terobos ke dalam kotak lawan. Namun Danny Simpson berlari sampai tidak tahu Lingard malah jatuh dan bola bisa dijinakkan oleh Schmeichel. United pun mengklaim pelanggaran itu, namun wasit menilai tidak ada pelanggaran.
United terus menyerang. Fellaini nyaris membawa United kembali unggul pada menit ke-36 andaikan tandukan Fellaini tidak bisa ditepis oleh Schmeichel. Dua menit kemudian, gantian Leicester yang mengancam lewat sundulan Leonardo Ulloa. Namun sundulannya masih melayang dari sasaran.
Di sisa waktu babak pertama, tak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-1 bertahan hingga paruh perdana selesai.
Di awal paruh kedua, tim tamu memperoleh kans lewat tendangan sudut. Bola silang disundul Morgan dan tepat ke sasaran, namun bisa dijinakkan oleh De Gea. Satu menit kemudian, United melakukan serangan balik. Memanfaatkan operan Fellaini, Martial sempat menggiring bentar dan melepaskan tendangan tepat ke sasaran untuk merobek gawang lawan.
Leicester memperoleh kans pada menit ke-51. Mahrez lalu memberikan operan jitu kepada Simpson yang melakukan operan ke dalam kotak,tapi Okazaki gagal memanfaatkannya setelah mengenai Michael Carrick. Tidak lama kemudian, tim tamu kembali mencoba peruntungannya. Christian Fuchs mengeksekusi tendangan sudut, Ulloa melompat dan menyundul, tapi masih melayang.
Ulloa kembali mengancam gawang United tak lama berselang. Operan matang dari belakang ditanduk Okazaki ke Ulloa dan diterima tembakan voli. Tapi tendangannya belum membuahkan hasil lantaran bisa dihadang Chris Smalling.
Lingard mencoba menekan dan menyerang di menit ke-56. Tapi upayanya belum menemui sasaran. Giliran Fellaini yang mencoba perutungannya, tapi tandukannya pada menit ke-70 masih melenceng.
Leicester menyerang lewat countter attack yang nyaris membuahkan hasil. Mahrez menyambut operan dari sisi kanan, kemudian menggiring bola sejenak dan melepaskan tendangan keras dari luar kotak tepat ke sasaran, tapi bisa ditepis oleh De Gea.
Tujuh menit kemudian, giliran tim tuan rumah yang memiliki peluang bagus. Bola siang Rooney lewat sisi kiri dan ditanduk Smalling, tapi hasilnya masih melebar.
Leicester membuang sebuah kesempatan emas pada menit ke80. Lewat countter attack, Mahrez berdiri lewat sisi kanan memberikan operan lambung ke Ulloa di dalam kotak terlarang. Kendati berdiri di posisi tak dijaga, Ulloa tidak bisa menyepak dengan bagus sehingga mudah dijinakkan oleh De Gea.
Leicester kehilangan seorang pemain di menit ke-87 usai Danny Drinkwater mendapatkan kartu kuning kedua. Dia melanggar Memphis Depay di luar kotak terlarang dan menghasilkan sepakan bebas. Dari sepakan bebas itu, tendangan Rooney melewati pagar betis, tapi bisa dihadang oleh Schmeichel.
Tak lama berselang, Rooney juga kembali mendapatkan peluang bagus. Namun sayang sekali, lagi-lagi upaya Rooney bisa diamankan oleh Schmeichel. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya pertandingan, tak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 1-1 untuk kedua tim.
Di partai lainnya lagi, Liverpool gagal memetik poin kala bertandang ke kandang Swansea City di laga lanjutan Liga Primer Inggris. The Reds dikalahkan The Swans 1-3.
Dalam laga yang dilangsungkan di Liberty Stadium, Minggu (1/5) malam WIB, Liverpool menurunkan beberapa pemain belia menjadi pemain inti seperti Shevi Ojo, Danny Ward, Brad Smith, Kevin Stewart dan Pedro Chirivella.
Swansea mengakhiri babak pertama dengan unggul 2-0. Dua gol tersebut dicetak oleh Andre Ayew di menit ke-20 dan Jack Cork di menit ke-33.
Di babak kedua, Liverpool sempat menipiskan ketertinggalannya lewat tandukan Christian Benteke di menit ke-65. Akan tetapi, dua menit berselang, Ayew menciptakan gol keduanya dan sekaligus memantapkan kemenangan Swansea menjadi 3-1 atas lawannya.
Dari hasil akhir ini maka Liverpool tetap berada di posisi ketujuh klasemen sementara Premier League dengan raihan 55 angka dalam 35 pertandingannya. Sedangkan Swansea berada di urutan ke-13 klasemen dengan koleksi 43 angka.
Kronologi laga
Serangan Swansea di menit k-12 menjadi ancaman untuk Liverpool. Operan yang dilakukan Ayew diterima Gylfi Sigurdsson dengan tendangan, tapi bola hasil tembakannya dapat dijinakkan oleh kiper Liverpool, Danny Ward.
Tak lama berselang, gantian Ayew yang memperoleh peluang. Namun tendangan volinya dari jarak dekat tidak menemui sasaran. Lagi, Swansea kembali mencoba peruntungannya di menit ke-20. Tapi Ayew gagal memanfaatkan kesempatannya untuk merobek gawang Liverpool usai tembakannya bisa dihadang dan menghasilkan tendangan sudut.
Dari tendangan sudut yang diperoleh Swansea, Ayew berhasil merobek jala Liverpool. Bola hasil sundulannya tidak dapat diredam oleh Ward.
Usai kemasukan, Liverpool baru terlihat sibuk menekan. Mereka punya kans untuk membalas gol di menit ke-24, namun tendangan Jordon Ibe bisa dijinakkan oleh kiper Swansea City, Lukasz Fabianski.
Dua menit berselang, Swansea punya kans untuk menambahkan golnya. Cork meneruskan umpan Neil Taylor degan tembakan tepat ke sasaran, tapi bisa dihalau oleh Ward. Di menit ke-30, gawang Liverpool kembali terancam. Jefferson Montero melepaskan tendangan keras, tapi bisa ditepis juga oleh Ward.
Swansea yang terus menekan akhirnya bisa menggandakan keunggulannya di menit ke-33. Kali ini giliran Cork yang membobol gawang Liverpool usai sepakannya tidak bisa dihadang Ward.
Tertinggal dua gol, Liverpool meningkatkan serangannya. Tapi upaya mereka belum menemui sasaran dan mereka juga sulit menembus dinding pertahanan Swansea yang sangat rapat.
Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama selesai. Memasuki babak kedua, Juergen Klopp selaku pelatih Liverpool pun meningkatkan serangannya dengan melakukan pergantian pemain. Dia memainkan Christian Benteke dan Lucas Leiva untuk menggantikan posisi Philippe Coutinho dan Pedro Chirivella.
Hasilnya cukup oke, Liverpool bisa menipiskan ketertinggalannya jadi 1-2 di menit ke-65 melalui aksi Benteke. Tandukannya melanjutkan tendangan sudut Sheyi Ojo berhasil merobek jala Swansea.
Akan tetapi, hanya berselang dua menit saja, Swansea kembali menjaga keunggulannya usai Ayew kembali mencetak gol keduanya di pertandingan ini di menit ke-67. Ayew membobol gawang Ward usai menerima operan dari Montero.
Setelah itu tak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 3-1 untuk kemenangan Swansea atas Liverpool. (As)

