Rumus Bola Bandar Lampung – Manajemen Aston Villa kabarnya ingin merekrut pemain asal Jepang, Hiroshi Kiyotake, pada juni ini.
Rumus Bola Bandar Lampung, Sejumlah petinggi The Villas kabarnya sudah mencoba mengadakan perundingan dengan salah satu klub papan tengah di ajang kompetisi Bundesliga, Nuremberg, yang pada saat ini masih memiliki hak pemilikkan penuh atas gelandang internasional dari Jepang itu.
Cuma pada saat ini belum ada penawaran yang serius yang di alamatkan kepada klub asal Jerman itu terkait berapa nilai yang di sodorkan oleh Aston Villa supaya bisa mendapatkan tanda tangan dari Kiyotake pada bursa transfer pemain musim panas ini.
Walaupun demikian pelatih The Villa, Paul Lambert, telah meminta manajemen klub untuk berusaha mengadakan lobi yang lebih mendalam kepada klub asal Jerman itu, supaya bisa memindahkan Kiyotake untuk bermain di ajang laga lanjutan kompetisi Premier League pada musim depan, harga Kiyotake pada musim panas ini di perkirakan mencapai sebesar 8 juta pounds.
Direktur sepak bola Nuremberg, Martin Bader, berkata kepada Rumus Bola Bandar Lampung, tadi siang, di mana beliau berkata jika klub asal Premier League itu telah melayangkan tawaran konkrit yang di gunakan untuk bisa mendapatkan tanda tangan dari gelandang timnas Jepang itu pada musim panas ini.
Yang menjadi permasalahan sekarang adalah banderol yang di terima oleh klub asal Jerman itu di nilai masih terlalu kecil, melihat perfoma apik yang di tunjukkan oleh Kiyotake di atas lapangan rumput dalam beberapa musim terakhir, apalagi Nuremberg masih sangat membutuhkan jasa dari Kiyotake pada musim depan.
Jika terpaksa harus menjual pemain timnas Jepang itu pada bursa transfer pemain musim panas ini, dapat di pastikan harus dengan nilai yang masuk akal, atau dengan kata lain banderolnya harus menggiurkan.
“Kami telah menerima ketertarikan dari Aston Villa untuk mau merekrut salah satu gelandang andalan kami di jendela transfer pemain musim panas ini, tapi kami masih harus mengadakan negosiasi lebih lanjut supaya bisa mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak yang terkait.” ungkap Bader. (kk)

