Setelah Cristiano Ronaldo hengkang dari Real Madrid dan bergabung ke Juventus di bursa transfer musim panas ini, waktunya untuk Gareth Bale menampilkan performa yang sebetulnya dia miliki.
Sejak kala gabung bersama Real Madrid, Gareth Bale tidak dapat lepas dari bayang-bayang Cristiano Ronaldo, yang sebagai pemain utama Los Blancos selama sembilan tahun. Catatan Bale masih di bawah Ronaldo, kualitasnya terus dinilai kurang oke jika dibandingkan dengan pemain internasional Portugal itu.
Bale sebetulnya telah jadi pemain krusial Madrid dari tahun 2013-2014. Torehan 88 gol dalam 189 pertandingan sejak mengenakan kostum Madrid tidak dapat dikatakan jelek. Namun, itu cuma akan dapat tercipta andai dia sebagai aktor pertama di barisan depan Los Blancos.
Dengan manajer anyar Julen Lopetegui, kans bermain Bale jelas lebih besar dan bisa dikatakan menjadi pemain lebih terpenting lagi di klub. Dia memiliki peluang besar menjadi pemain pertama Madrid alias pemain andalan. Lopetegui sendiri optimistis benar Bale akan melego musim yang bagus.
“Kami akan gembira Gareth Bale bisa tetap bersama kami di Real Madrid. Dia semakin bagus dan terlihat percaya diri. Dia sudah berlatih dan berjuang keras sejak awal pramusim,” ungkap Lopetegui di situs resmi klub.
“Kami tentu senang juga punya pemain seperti dia. Pemain ini punya sikap bagus dan bisa berbagi pengalaman kepada para pemain belia. Kami optimistis dia akan melewati musim yang bagus,” tambahnya.
Sebelumnya Bale sempat dispekulasikan. Usai merengkuh trofi Liga Champions musim silam, Bale tidak tahu apakah akan teap di klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu. Dia sempat tak senang saat di bawah Zinedine Zidane. Namun kini dengan Lopetegui dan ditambah hengkangnya Ronaldo, pemain Wales itu tampaknya melihat kans dan akhirnya dipercaya kembali sebagai andalan.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Atletico Madrid tampil sebagai juara Piala Super Eropa 2018 usai berhasil meraih kemenangan 4-2 atas Real Madrid.
Di laga yang dilangsungkan di A. Le Coq Arena, Kamis (16/8/2018) dini hari WIB tadi, Atletico memimpin lebih dulu melalui Diego Costa sebelum dibalas Karim Benzema. Penalti Sergio Ramos sempat mengantarkan Madrid berbalik unggul sebelum dibalas gol Costa. Di babak extra time, Atletico bermain bagus untuk menciptakan dua gol tambahan yang dilesakkan oleh Saul Niguez dan Koke.
Kemenangan ini bikin Atletico merengkuh gelar Piala Super Eropa ketiganya usai 2010 dan 2012. Sedangkan untuk Madrid, ini sebagai laga pertama kurang oke untuk Julen Lopetegui di pertandingan resmi.
Kronologi Laga
Belum genap satu menit pertandingan berlangsung, Atletico telah unggul 1-0 melalui aksi Diego Costa. Berawal operan dari Diego Godin, bola tepat ke Costa yang berdiri di pertahanan Madrid. Costa bisa melayangkan bola melego Sergio Ramos yang menjaganya dan berlari ke dalam kotak terlarang. Kendati dihalau Raphael Varane dan Raomos, Costa masih bisa menempati bola di pojok atas jala Keylor Navas.
Usai gol itu, Atletico tampak biasa lantas bertahan dan menempati dengan counter attack. Kondisi ini bisa bikin Madrid kesulitan menciptakan kans. Bahkan Madrid tidak dapat mengancam jala Jan Oblak sampai kans perdana baru diperoleh pada menit ke-17. Operan tarik Marcelo menyambut Marco Asensio di tigan dekat yang mengenai bola dengan tumitnya, namun bola bisa dihadang oleh Oblak.
Madrid terus melancarkan serangannya sampai memperoleh gol balasan pada menit ke-27. Aksi Gareth Bale lewat sisi kanan tidak bisa dihadang dan dia menuntaskannya dengan umpan ke tiang jauh. Karim Benzema yang berada di sana bisa menyundul bola ke dalam jala, kedudukan pun berubah jadi 1-1.
Dua menit berselang, Madrid hampir memperoleh gol keduanya kala Asensio membawa bola melego Thomas Lemar di depan kotak terlarang. Namun tendangan kaki kanannya hanya melayang dari sisi jala. Setelah itu kedua tim saling tekan menekan tapi tidak ada gol tercipta. Skor 1-1 bertahan sampai babak pertama selesai.
Manajer Real Madrid, Julen Lopetegui pun melakukan pergantian pemain dengan mengeluarkan Asensio dan memainkan Luka Modric untuk timnya bisa mengatur serangan. Sedangkan Antoine Griezmann yang tidak bisa berbuat banyak alias dijaga ketat ditarik keluar dan Angel Correa masuk menggantikannya.
Madrid memperoleh penalti di menit ke-62 kala Juanfran mengenai bola dengan tangan di dalam kotak terlarang. Ramos yang ke depan dan menjalani tugasnya dengan baik. Skor berubah jadi 2-1 untuk keunggulan Madrid.
Atletico bisa menyamakan kedudukan jadi 2-2 di menit ke-78 kala Costa menciptakan gol keduanya di pertandingan ini. Berawal serangan Angel Correa yang masuk ke dalam kotak terlarang Madrid, dia memberikan operan kepada Costa yang berada di posisi bagus untuk menendang bola ke dalam jala Navas.
Atletico mencoba membidik gol ketiganya namun upayanya gagal lantaran Madrid bisa bertahan dengan bagus. Tidak ada pemenang selama 90 menit pertandingan dan pertandingan diteruskan ke babak extra time.
Di paruh perdana perpanjangan waktu, Madrid terlihat tampil tidak ngotot dan bikin Atletico mengendalikan permainan. Pemain Madrid malah bikin kesalahan yang membuahkan hasil untuk Atletico berbalik memimpin jadi 3-2. Di menit ke-98, Varane dan Ramos memasukkan bola ke dalam kotak terlarang kendati ada dua pemain Atletico berada di sana. Thomas Partey langsung bisa mendapatkan bola dari Varane yang diakhiri umpan dan diterima tendangan kaki kiri Saul Niguez untuk menjebol gawang Navas.
Enam menit berselang, Atletico menambahkan keunggulannya menjadi 4-2 melalui conter attack lewat sisi kanan. Costa bisa menaklukkan Carvajal dari pertarungan satu lawan satu dan kala menginjak kotak terlarang, dia justru memberikan umpan kepada Vitolo yang berdiri di luar. Vitolo memainkan bola lewat sisi kanannya dan dilanjutkan dengan tendangan keras Koke yang merobek gawang Madrid.
Menginjak paruh kedua perpanjangan waktu, Madrid masih tak bisa bikin tekanan yang bisa merobek ke jala Atletico. Para pemainnya malah terlihat kecapekan dan Atletico pun dengan gampang mengendalikan permainan dan melancarkan serangan ke pertahanan Madrid tapi tidak ada yang menemui sasaran. Namun hingga peluit panjang ditiupkan, tak ada gol tercipta lagi. Atletico keluar sebagai pemenang dan menjadi juara Piala Super Eropa 2018. (As)

