AS Roma akan saling berhadapan dengan Real Madrid di babak penyisihan grup Liga Champions musim ini. Penyerang Giallorossi Patrik Schick yakin timnya bisa menundukkan Los Blancos.
AS Roma berada di Grup G Liga Champions. Di grup itu, mereka akan bertemu dengan Viktoria Plzen, Real Madrid dan CSKA Moskow. Jika melihat keempat tim yang berada di grup tersebut, maka persaingan sebetulnya ada di antara I Lupi dengan Los Blancos.
Kedua tim akan bermain di pertandingan pertama grup G dengan Roma akan melawat ke kandang Real Madrid yang berlangsung di Santiago Bernabeu, 19 September nanti. Ini akan sebagai laga perjumpaan perdana mereka sejak Madrid mendepak Roma di babak perdelapan final Liga Champions dua tahun silam melalui hasil akhir total agregat 4-0.
Meski begitu, kemenangan fantastis Roma dari Barcelona di babak delapan besar musim silam membuat Giallorossi semakin optimistis. Tim besutan Eusebio Di Francesco itu tak sangsi bisa bermain dengan tim juara bertahan, apalagi klub itu sudah kehilangan Cristiano Ronaldo yang sudah bergabung ke Juventus di bursa transfer musim panas ini.
“Saya tentu ingin segera menjalani pertandingan ini. Usai melihat undian, kami merasa senang dan gembira jika kami akan berpeluang besar untuk maju dari babak fase grup Liga Champions musim ini. Kami tahu kami tidak akan meremehkan lawan-lawan kami, tapi kami sudah tahu kekuatan tim yang akan kami hadapi, seperti kekuatan Viktoria Plzen, yang mana kami telah pernah menghadapi mereka, jadi ini akan sebagai pertandingan yang bagus,” kata Schick di situs resmi klub.
“Kami juga tidak memilih lawan yang akan kami hadapi, kami anggap semua lawan itu sama kuatnya. Jadi tidak ada rasa takut lagi jika kami akan menghadapi tim-tim besar seperti Barcelona, Real Madrid atau Manchester City. Namun saya rasa Madrid tak sekuat musim silam, di mana mereka telah kehilangan striker andalannya yakni, Cristiano Ronaldo, yang telah bergabung ke Juventus. Jadi kami tentu tidak sabar ingin segera menghadapi Madrid di laga pertama fase grup. Kami juga menargetkan finis di posisi pertama penyisihan grup,” tambahnya.
“Kami sudah pernah mengalahkan klub raksasa, Barcelona. Jadi tidak akan sulit lagi jika kami akan menghadapi lawan-lawan berat lainnya. Kami sudah tahu dan cara untuk mengalahkan mereka. Kami kini pun lebih yakin bahwa kami bisa mengalahkan Real Madrid.”
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Juventus meneruskan tren kemenangannya di Serie A pada musim ini. Kali ini melawan Parma, Bianconeri menang tipis dengan skor akhir 2-1. Dalam laga yang dilangsungkan di Stadion Ennio Tardini, Juventus bikin gol cepat melalui Mario Mandzukic. Parma bisa menyamakan kedudukan di paruh perdana melalui aksi Gervinho. Si Nyonya Tua kembali menciptakan gol di paruh kedua. Gol kedua Juventus dicetak oleh Blaise Matuidi. Gol ini sebagai gol terakhir di pertandingan ini. Skor 2-1 untuk kemenangan Juventus.
Dari hasil akhir 2-1 di laga ini maka Juventus kini memuncaki klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi sembilan poin dalam tiga laga yang telah dijalaninya pada musim ini. Sementara itu Parma berada di peringkat ke-14 klasemen dengan raihan satu angka dalam tiga pertandingannya.
Dalam pertandingan berlangsung ini, Juventus telah memimpin 1-0 kala pertandingan baru berlangsung dua menit. Mario Mandzukic mencetak gol melalui tendangan dari dalam kotak terlarang usai memaksimalkan operan silang.
Parma lantas bangkit. Upaya Gervinho membuat lini pertahanan Juventus yang dibetonkan dari Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini bermain bertahan dengan sangat rapat pada menit ketujuh, tapi gol tidak tercipta. Laga kian berlangsung bagus dengan kedua tim saling tekan menekan. Parma pada akhirnya bisa menyamakan kedudukan jadi 1-1 pada menit ke-32 melalui aksi Gervinho. Striker internasional Pantai Gading itu merobek jala Juventus untuk mengubah kedudukan jadi imbang sampai paruh perdana selesai.
Memasuki babak kedua, Juventus meningkatkan daya serang untuk mencari gol keunggulannya kembali. Sepakan perdana di babak kedua melalui aksi Cristiano Ronaldo pada menit ke-54, tapi bola masih melenceng dari gawang. Juventus baru dapat kembali menjebol jala Parma pada menit ke-58. Matuidi menyambut bola hasil operan dari Mandzukic. Tanpa sulit, Matuidi melakukan tendangan dari dalam kotak terlarang. Juventus pun kini memimpin jadi 2-1.
Parma terlihat sulit untuk melakukan tekanan ke gawang Juventus usai terpaut kembali. Mereka malah lebih banyak bermain bertahan dan menahan serangan yang datang dari Juventus. Sepakan perdana Parma di paruh kedua baru lahir pada menit ke-76 melalui Antonio Di Gaudi, tapi arah bola masih belum tepat ke arah gawang. Di sisa waktu, tidak ada gol tercipta lagi. Skor berakhir 2-1 untuk kemenangan Juventus atas Parma. (As)

