Prancis akan berhadapan dengan Belanda di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Les Blues diminta untuk tidak memandang lemah De Oranye.
Prancis akan menghadapi Belanda di Stade de France, Sabtu (2/9/2017). Pertandingan ini sebagai perjumpaan kedua, yang mana Prancis memetik kemenangan tipis 1-0 di AmsterdamArena.
Kala ini, Prancis sedang berada di posisi kedua klasemen di Grup A dengan raihan 13 angka. Sementara itu Belanda berada di peringkat ketiga klasemen dengan memiliki 10 poin.
Untuk Belanda, melaju ke Piala Dunia 2018 di Rusia jelas target tertinggi mereka. Sebelumnya, Belanda telah gagal mendapatkan tiket ke putaran final Piala Eropa 2016.
Di babak kualifikasi Piala Dunia 2018, De Oranye sempat tersendat-sendat. Faktanya, manajer Danny Blind pun sudah cabut dari kursi pelatih usai timnas Belanda kalah dari Bulgaria.
Meski demikian, Prancis pun diharapkan untuk tidak memandang lemah Belanda yang sekarang ini dilatih oleh Dick Advocaat. Belanda digadang punya sejumlah pemain berkualitas dan berpengalaman seperti Robin van Persie, Arjen Robben dan Wesley Sneijder.
“Timnas Belanda adalah salah satu tim terbaik di dunia. Namun sayangnya, mereka tak ikut bermain di EURO 2016 lalu, padahal mereka sudah bermain baik di Piala Dunia 2014,” kata pelatih timnas Prancis Didier Deschamps menjelang laga melawan Belanda.
“Belanda punya sejumlah pemain berkualitas dan berpengalaman. Bahkan masuknya beberapa pemain muda bikin kekuatan mereka menjadi lebih baik dan tangguh. Jadi kami tidak bisa menganggap remeh mereka,” lanjutnya.
“Kami yakin mereka akan tampil sebagus mungkin, apalagi mereka kini dilatih oleh pelatih yang berpengalaman. Jadi kami bisa prediksikan bahwa laga ini akan berlangsung seru dan menarik,” katanya lagi.
“Di skuad kami sudah siap tempur dan kami juga akan tampil dengan kekuatan terbaik kami untuk menghadapi mereka.”
Prancis sendiri juga punya banyak pemain berpengalaman dan pemain muda yang sedang bersinar, seperti Ousmane Dembele, Paul Pogba dan Kylian Mbappe.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Chelsea memetik kemenangan pertama di markas sendiri dalam lanjutan Liga Primer Inggris musim ini. Menghadapi Everton, The Blues menang 2-0 atas The Toffees.
Di laga giornada ketiga Liga Primer Inggris yang dilangsungkan di Stamford Bridge pada akhir pekan lalu, Chelsea yang bertindak sebagai tim tuan rumah menciptakan gol-golnya di paruh perdana. Gol pertama Chelsea dibuka oleh Cesc Fabregas dan gol kedua dilesakkan oleh Alvaro Morata.
Di sepanjang paruh kedua, Chelsea terlihat tidak terlalu banyak memberikan ancaman ke pertahanan Everton. Namun Everton gagal memaksimalkan kesempatan itu untuk mengejar gol ketertinggalannya. Sampai laga selesai, kedudukan 2-0 itu bertahan untuk kemenangan tim tuan rumah.
Ini adalah kemenangan kedua kalinya didapatkan secara berturut-turut usai sebelumnya bisa menaklukkan Tottenham Hotspur pada pekan sebelumnnya dan ini sekaligus membawa Chelsea kini berada di urutan kelima klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan mengoleksi enam angka. Ini sebagai kemenangan perdana Chelsea di markas usai takluk dari Burnley di giornada perdana. sedangkan Everton berada di peringkat kesepuluh klasemen dengan raihan empat angka.
Kronologi Laga
Dari awal menit-menit babak pertama, Chelsea lantas tampil menyerang namun pertahanan Everton yang kuat bikin upaya tim tuan rumah gagal mencetak gol. Ditambahkan pemain-pemain tim tamu berani melakukan tekelan keras kala Chelsea mengendalikan bola.
Chelsea baru terlihat oke untuk memberikan ancaman setelah laga sudah berjalan 20 menit. N’Golo Kante dan Cesc Fabregas bisa membongkar pertahanan Everton yang bermain bertahan dengan cukup rapat.
Tim tuan rumah akhirnya bisa membuka keunggulannya pada menit ke-27, kala kerjasama antara Fabregas dengan Alvaro Morata di dalam kotak penalti Everton dan bisa diakhiri dengan baik oleh Fabregas melalui tendangan tepat ke arah gawang tanpa bisa ditepis oleh kiper Jordan Pickford. Chelsea unggul 1-0 atas Everton.
Usai gol Fabregas, Chelsea terlihat kian santai mengendalikan jalannya laga dan memperoleh gol keduanya pada menit ke-40 melalui aksi Morata. Gol ini diawali dari serangan lewat sisi kanan, Cesar Azpilicueta memberikan umpan yang bisa diterima Morata dengan tandukan untuk merobek jala Pickford. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah atas Everton yang sekaligus bertahan sampai babak pertama selesai.
Di paruh kedua, Everton mencoba tampil terbuka untuk mencari gol ketertinggalannya. Pada menit ke-49, Wayne Rooney sukses membawa bola sampai mendekati kotak terlarang Chelsea. Bola kemudian diberikan kepada Sandro Ramirez, namun Antonio Ruediger dengan cepat menghalau bola sebelum ditendangan Ramirez dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Chelsea mencoba menekan lagi dengan memaksimalkan aksi Moses dan Alonso. Kans tersebut didapatkan pada menit ke-60 kala Moses memberikan umpan ke Pedro yang sambil berlari sampai kotak terlarang Everton, namun sepakan yang dilepaskannya masih melenceng dari sasaran.
Setelah itu laga di paruh kedua memang dikendalikan Chelsea lagi namun tidak ada kans bagus yang dimiliki oleh para pemainnya. Sedangkan Everton terlihat sulit memberikan umpan-umpan manis kepada Rooney untuk membobol gawang Chelsea yang dikawal oleh Thibaut Courtois.
Williams punya kans untuk Chelsea dalam menambahkan keunggulan pada menit ke-82, namun bola hasil tembakannya masih melebar dari gawang Everton.
Everton memperoleh peluang pada menit ke-88 melalui tendangan keras Idriss Gueye dari jarak jauh. Namun upayanya masih bisa ditepis oleh Courtois.
Di sisa waktu babak kedua ini, kedua tim saling tekan menekan tapi tidak ada gol tercipta lagi. Skor berakhir 2-0 untuk kemenangan Chelsea atas Everton.
Di sisi lain, Kante mengaku sangat senang dengan menjalani musim 2017/2018. Dia memiliki kans untuk melakoni debut di Liga Champions dan Piala Dunia.
Langkah karier Kante hingga kini telah amat oke. Usai melakoni kisah mengejutkan bersama Leicester City pada musim 2016/2017, di mana mereka tampil sebagai juara Liga Primer Inggris. Kante hengkang ke Chelsea dan kembali meraih gelar itu.
Dengan Chelsea, pemain berusia 26 tahun itu juga sebagai pemain terbaik Liga Primer Inggris, termasuk yang didapatkan dari asosiasi pemain dan jurnalis.
Langkah kariernya punya kans terus melonjak, dengan saat ini Kante berpeluang bermain di Liga Champions. Andai dapat menjaga performa ciamiknya di Chelsea, maka dia juga berkesempatan bermain di Piala Dunia 2018 di Rusia. (As)

