Mauricio Pochettino selaku pelatih Tottenham Hotspur memastikan Christian Eriksen masih sangat betah di timnya setelah sempat dikabarkan ingin hijrah.
Pada saat bursa transfer musim panas silam dibuka, Christian Eriksen selalu jadi pantauan banyak tim top Eropa. Seperti Juventus, Manchester United dan bahkan Real Madrid yang kabarnya ingin mendapatkan tanda tangan pemain berumur 27 tahun itu.
Akan tetapi, sampai bursa transfer musim panas ini selesai, tak ada transfer yang tercapai. Dengan demikian, Eriksen masih tetap menjadi pemain atau berkostum Tottenham Hotspur di awal musim panas ini.
Ditambahkan pada bulan Juni silam, Eriksen menyatakan andai dia memerlukan tantangan anyar alias ingin bergabung dengan klub lain untuk mencicipi atmosfer di sana. Dan juga, eks pemain Ajax Amsterdam itu juga telah menginjak tahun pamungkas dari kontraknya bersama Spurs.
Kendati pada akhirnya tak jadi hengkang, Eriksen digadang Pochettino tetap betah di Spurs. “Dia tak pernah mengatakan kepada kami bahwa dirinya tidak senang berada di klub kami, dia selalu terlihat betah dan bahagia bersama kami,” jelas Pochettino.
“Saya mengungkapkan ini sebelum pertandingan kontra Arsenal andai dia tetap setia, itulah saya tetap menurunkannya di pertandingan itu dan saya jelasĀ akan tetap menggunakan jasa atau kekuatannya,” lanjut pemain berumur 47 tahun itu.
“Dia bisa selalu sebagai pemain krusial untuk kami dan dirinya akan tetap menjadi bagian penting di klub kami. Dia sudah seperti keluarga kami sendiri dan kami sangat menghormati apa yang selama dia lakukan di klub ini serta dia juga sudah mendapatkan dukungan penuh dari para fans klub, itu juga salah satu yang membuat dia merasa senang dan betah di klub kami,” tandasnya.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Gonzalo Higuain menampik tawaran dari AS Roma pada musim panas yang sudah ditutup guna untuk bertahan. Higuain bertekad menunjukkan performanya kepada klubnya sekarang ini.
Striker asal Argentina itu kembali berseragam Bianconeri usai tak dipermanen dari Chelsea setelah melakoni masa peminjaman di babak kedua pada musim lalu. Selama memperkuat The Blues, Higuain baru saja menciptakan lima gol di Liga Primer Inggris, untuk mengantarkan eks timnya finis ketiga.
Usai itu, Higuain memperoleh pinangan untuk gabung bersama Roma, serta sebagai kapten tim. Namun, Higuain sendiri punya pemikiran lain dan memutuskan untuk bertahan. Pada awal musim, striker berumur 32 tahun itu menunjukkan penampilan oke setelah menciptakan satu gol dari dua pertandingan perdana Juventus.
“Usai kembali ke Italia, saya memiliki pemikiran bagus. Saya memilih bertahan di Juventus kendati saya mendapatkan tawaran menggiurkan, seperti yang sudah dikatakan seperti di atas itu. Saya diajak gabung ke AS Roma dan diberikan posisi sebagai kapten di timnya, tapi saya punya opsi sendiri dan saya yakin dengan keputusanku dan saya akan membuktikan diri bahwa saya layak sebagai striker tajam atau pemain terbaik di dunia,” terang Higuain di website resmi Juventus.
Pada musim ini, Higuain melepaskan nomor kostum punggung 9 untuk menggantikan nomor jadi 21. Higuian menyatakan bahwa keputusan menggantikan nomor kostum ada hubungan dengan putrinya.
“Saya memilih untuk menggantikan nomor punggung. Saya memilih ganti jadi 21, yang merupakan tanggal hari lahir putriku. Ini merupakan pemilihan dari hatiku dan mengantarkan keberuntungan. Jadi ini alasan kenapa saya mengambil nomor 21,” jelas eks pemain Real Madrid dan sekaligus yang pernah memperkuat Napoli itu. (As)

