Juan Mata resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester United. Mata akan bertahan di klub yang bermarkas di Old Trafford hingga tahun 2021.
Kabar Juan Mata soal menambah kontrak dengan Manchester United telah berhembus kencang selama satu minggu pamungkas. Pemain internasional Spanyol itu saat ini telah resmi kembali mengenakan seragam The Red Devils, yang awalnya kontrak akan selesai pada akhir bulan Juni 2019.
Mata menambah kontraknya selama dua tahun. Dari kontrak anyar tersebut juga ada pilihan untuk tambahan satu tahun lagi.
“Manchester United dengan gembira mengonfirmasi kalau Juan Mata sudah meneken kontrak anyar, yang akan bikin dirinya tetap di Manchester United hingga Juni 2021, dengan opsi untuk menambah satu tahun lagi,” demikian pernyataan Manchester United lewat website resminya.
Juan Mata sudah bersama Manchester United selama lima tahun. Menjadi pemain yang bermain di posisi winger, Mata sukses menciptakan 45 gol dalam 218 laga yang dilewatinya.
Pemain berusia 31 tahun itu juga ikut membawa United meraih empat trofi, yaitu masing-masin gelar FA, Liga Europa, Piala Liga dan Community Shield.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Brasil gagal meraih tiga poin kala menghadapi Venezuela. Dua gol Tim samba dianggap tidak sah melalui VAR dan pertandingan selesai dengan kedudukan imbang 0-0.
Brasil melakoni laga kedua Copa America 2019 di Grup A kontra Venezuela. Bertanding di Stadion Arena Fonte Nova, Rabu (19/6/2019) pagi WIB, tadi, Brasil tampil dominasi jalannya laga atas Venezuela di awal menit perdana.
Serangan perdana dari Brasil pada menit ketiga melalui aksi Thiago Silva, yang melayang jauh dari gawang. Brasil kembali memberikan serangan pada menit ke-15. David Neres dalam posisi bagus untuk melakukan tendangan, tapi bola masih melenceng dari jala.
Empat menit kemudian, Venezuela melakukan serangan ke jala Brasil. Melalui counter attack, Salomon Rondon memperoleh operan untuk menanduk bola. Lewat posisi ideal, bola tandukannya masih belum tepat ke sasaran.
Brasil sempat mencetak gol di menit ke-38, tapi gol itu dianulir wasit usai kembali melihat VAR. Firmino dinilai terlebih dulu melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan sebelum mengirim bola ke dalam jala Venezuela.
Brasil terus menyerang di sisa waktu paruh perdana, tapi belum ada gol tercipta juga sampai turun minum.
Memasuki paruh kedua, Gabriel Jesus diturunkan untuk mengisi posisi Richarlison yang ditarik keluar dari lapangan. Jesus sempat sukses menjebol jala Venezuela pada menit ke-57. Wasit sempat menyatakan sah gol itu, tapi usai memperoleh info dari penjaga VAR, dia kembali melihat ulang gol itu melalui VAR. Gol Jesus pun dianggap tidak sah usai melihat Roberto Firmino telebih dulu dalam perangkap offside.
Brasil kembali memberikan ancaman ke gawang Venezuela. Sementara Venezuela dipaksa bermain bertahan dan mencoba menggandalkan serangan balik tapi tidak ada kans bagus diperolehnya.
Brasil sukses merobek jala Venezuela lagi pada menit ke-87, yang melalui Philippe Coutinho. Namun sayang sekali, gol itu kembali dianggap tidak sah melalui VAR usai Firmino dinilai dalam posisi offside lebih dulu kendati tidak menyentuh bola sebelum disepak Coutinho.
Sampai laga selesai, tidak ada gol tercipta juga. Brasil mendapatkan satu angka dan tetap berada di posisi pertama dengan raihan empat poin, memimpin selisih gol dari Peru yang berada di peringkat kedua klasemen setelah menaklukkan Bolivia 3-1.
Venezuela berada di peringkat ketiga klasemen dengan raihan dua angka. Bolivia dipastikan terdepak usai berada di posisi paling bawah klasemen dengan nilai 0 usai takluk dari Brasil dan Peru. (As)

