AC Milan memantapkan diri lolos ke fase grup Liga Europa. Rossoneri menyingkirkan Shkendija dengan agregat 7-0, usai menang 1-0 di leg II play-off.
Manajer AC Milan Vincenzo Montella melakukan banyak perubahan di pertandingan yang berlangsung di Philip II Arena, Skopje, Makedonia, Jumat (25/8/2017) dinihari WIB tadi. Kondisi ini dapat diketahui lantaran posisi Rossoneri telah sangat aman setelah meraih kemenangan mengesankan 6-0 di laga leg perdana yang berlangsung di kandang sendiri (San Siro).
Montella pun coba dengan menggunakan formasi 3-5-2 dan memberi peluang tampil ke banyak pemain mudanya. Namun kapten tim Leonardo Bonucci tetap dimainkan menjadi pemain utama di laga ini.
Dalam laga berlangsung ini, Diavolo Rosso sudah memimpin kala pertandingan baru berlangsung 13 menit lewat aksi penyerang belia Patrick Cutrone. Gol ini diawali dari sebuah operan yang diberikan dari Manuel Locatelli, Cutrone masuk ke dalam kotak terlarang kemudian melego satu pemain lawan dan tanpa lama mengirim bola ke dalam jala tim tuan rumah.
Milan memiliki kans untuk menggandakan keunggulannya di menit ke-37 melalui aksi Andre Silva. Tapi tendangan keras Silva dari jarak jauh masih bisa dihadang oleh penjaga gawang Kostadin Zahov.
Shkendija sebetulnya memiliki kans bagus untuk mencetak gol penyama di menit ke-50. Namun sayang sekali, tendangan dari dalam kotak yang dlepaskan Armend Alimi masih bias diahdang oleh kiper AC Milan Marco Storari.
Shkendija kembali memperoleh peluang bagus di menit ke-56. Kali ini melalui Besart Ibraimi, namun tendangan yang dilepaskan Ibraimi dari luar kotak penalti bisa dijinakkan dengan baik oleh Storari.
Storari kembali menyelamatkan gawangnya dari kebobolan sepuluh menit berselang. Kali ini dia berhasil menghalau tendangan keras Alimi dari jarak jauh.
Di menit-menit selanjutnya, Alimi dan Ibraimi kembali memberikan ancaman ke gawang Milan lewat tendangan-tendangan keras. Tapi itu semua belum bisa merobek gawang Storari.
Sampai pertandingan selesai, tidak ada gol tercipta lagi. Milan berhasil mempertahankan keunggulannya 1-0 itu dan total agregat menjadi 7-0 untuk melaju ke babak fase grup Liga Europa.
Di laga lainnya, Everton sukses memastikan satu tempat di babak penyisihan grup Liga Europa musim ini, setelah bermain seri 1-1 di kandang Hajduk Split di pertandingan leg kedua.
Dengan begitu, Everton melaju dengan total agregat 3-1 atas klub Kroasia itu.
Di laga yang digelar di Stadion Poljud, Split, Jumat (25/8) dini hari WIB tadi, tim tuan rumah memecah kebuntuannya terlebih dulu melalui gol Josip Radovic pada akhir paruh perdana. Everton mencetak gol penyama lewat pemain anyarnya, Gylfi Sidgursson di awal babak kedua.
Hajduk memberikan ancaman terlebih dulu usai striker Ante Erceg berlari tanpa dikawal sampai ke depan jala sebelum dihadang oleh penjaga gawang Jordan Pickford. Tapi Everton diamankan oleh bendera tanda offside.
Erceg kembali menyulitkan Everton kendati tendangannya masih melenceng dari gawang. Kans Everton baru tercipta usai 21 menit. Tandukan Cuco Martina melanjutkan operan silang Wayne Rooney belum mengarah ke gawang.
Pickford dipaksa bikin penyelamatan bagus untuk menghalau tendangan Erceg dari sudut sempit. Hingga akhirnya pada menit ke-42, jala Pickford kemasukan melalui tendangan keras Radosevic dari luar kotak penalti dan sekaligus bikin agregat sementara jadi 1-2.
Akan tetapi, cuma beberapa detik usai restart paruh kedua, Everton bisa mencetak gol penyama jadi 1-1 dengan cara yang luar biasa.
Di dalam tengah lapangan, Sidgursson yang mendapatkan bola dari pemain lawan melepaskan tembakan melambung. Bola melewati kepala penjaga gawang Dante Stipica yang berdiri di dalam kotak depan jala.
Saat laga memasuki menit ke-64, tim tuan rumah mendapatkan hadiah penalti usai Ashley Williams melakukan pelanggaran terhadap Erceg di kotak penalti. Ahmed Said yang maju menjadi algojo dan gagal menjalaninya usai tembakannya bisa dihadang oleh Pickford.
Di sisa waktu babak kedua, kedua tim saling tekan menekan dan keduanya sama-sama memiliki beberapa kans bagus, tapi tidak ada satu pun di antara kedua tim itu bisa dimanfaatkan menjadi gol. Kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan selesai.
Pada laga lainnya lagi, Napoli meraih kemenangan krusial ketika menghadapi Nice di laga leg pertama play-off Liga Champions, usai menang 2-0.
Menghadapi Nice di San Paolo, Napoli bermain mendominasi begitu laga dimulai. Sedngkan Nice bermain bertahan dan berjuang membidik melalui counter attack.
Napoli telah memimpin pada menit ke-13, namun lalu gaga menuntaskan kans-kans emas untuk menciptakan gol. Gol kedua Partenopei tercipta melalui sebuah penalti.
Kronologi Laga
Napoli memperoleh kans emas pada menit kedelapan. Operan lambung Marek Hamsik disambut Jose Callejon yang lolos dari perangkap offside. Namun tandukannya masih melenceng dari gawang.
Lima menit berselang atau tepatnya di menit ke-13, Napoli membuka keunggulannya. Operan jitu Lorenzo Insigne disambut Dries Mertens yang berhasil menuntaskannya ke dalam gawang Nice.
Callejon memperoleh kans pada menit ke-15. namun tendangannya melanjutkan operan Insigne masih bisa dihadang oleh penjaga gawang.
Usaha Mertens tidak lama berselang dengan tembakan salto melayang dari gawang. Nice gantian menyerang melalui counter attack. Tendangan Vincent Koziello pada menit ke-35 masih sedikit melebar dari sasaran.
Pada menit ke-42, tendangan Insigne bisa dihadang oleh Cardinale. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Napoli meneruskan serangannya ke jala Nice di paruh kedua. Di menit ke-51, tendangan Mertens bisa dihalau oleh Cardinale. Bola muntah coba disambut Insigne namun hanya mengenai tiang.
Mertens menyiakan sebuah kans pada menit ke-61. Sepakannya meneruskan operan Callejon masih melenceng dari gawang.
Napoli mendapatkan penalti pada menit ke-69, setelah Chritophe Jallet melakukan pelanggaran terhadap Mertens. Jorginho yang ke depan menjadi algojo berhasil melego Cardinale.
Nice memiliki peluang pada menit ke-74, namun tembakan Alassane Plea masih melayang. Lima menit berselang, Nice harus kehilangan dua pemain. Koziello mendapatkan kartu merah lantas dari wasit setelah melakukan pelanggaran terhadap Piotr Zielinski. Dan wasit juga memberikan kartu kuning kedua kepada Plea yang melakukan protes.
Napoli pun semakin mudah memberikan ancaman setelah unggul jumlah pemain. Sepakan bebas Insigne pada menit ke-83 masih melayang. Sedangkan kans Zielinski masih melenceng.
Hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tercipta lagi. (As)

