AC Milan memastikan diri lolos ke babak play-off Liga Europa. Rossoneri lolos usai mengalahkan Craiova dengan skor akhir 2-0 di leg kedua babak ketiga kualifikasi.
Menghadapi Craiova, AC Milan punya modal kemenangan 1-0 di laga leg perdana di kandang lawan. Bertanding di San Siro, Jumat (4/8/2017) dini hari WIB, Giacomo Bonaventura dan Patrick Cutrone memastikan kemenangan I Diavolo Rosso lewat gol-gol di masing-masing paruh.
Atas kemenangan itu, Milan sekarang ini tinggal menanti lawan di babak play-off yang akan diadakan pengundian di kandang UEFA di Nyon, Swiss pada siang ini juga.
Menjamu Craiova, Franck Kessie sempat mencetak gol cepat melalui tendangan keras dari jarak jauh. Tapi gol tersebut dianulir lantaran Cuotrone telah berada di perangkap offside kala tendangan awalnya dihadang oleh penjaga gawang Craiova.
Milan akhirnya bisa memecah kebuntuannya pada menit kesembilan. Berawal dari sepak pojok yang sempat dihadang penjaga gawang Nikolay Calancea, bola rebound mengarah ke Bonaventura untuk dilanjutkan dengan tendangan dari jarak dekat untuk membawa Milan unggul 1-0.
Craiova hampir memperoleh gol balasan usai kesalahan barisan belakang Milan. Namun Ionut Mitrita tidak bisa memanfaatkan kans kala berhadapan dengan kiper Gianluigi Donnarumma lantaran tendangannya bisa diantisipasi.
Menatap babak pertama selesai, Andrea Conti melewati sebuah kans untuk menambahkan keunggulan Milan. Bola liar hasil tendangan keras Suso bisa dihadang. Skor 1-0 itu tetap bertahan hingga turun minum.
Di awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-52, Milan bisa menambahkan keunggulannya menjadi 2-0 atas Craiova. Kali ini giliran Cutrone yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol berawal dari Ricardo Rodriguez yang mengeksekusi sebuah tendangan bebas yang bisa diterima oleh Mateo Musacchio. Bola itu lalu dilanjutkan kepada Cutrone dengan tendangan dari dalam kotak yang berhasil merobek jala lawan.
Setelah unggul dua gol, Milan tidak mengendurkan serangannya. Mereka terus bermain menyerang dan sempat memiliki beberapa kans emas lagi. Tapi tidak ada satu pun kans yang bisa dimanfaatkan menjadikan gol. Sedangkan Craiova bukannya tak ada kans, mereka sempat punya beberapa peluang juga, tapi tidak ada satu pun yang mengarah ke gawang. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya laga, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 2-0 untuk kemenangan Milan.
Di laga lainnya, Everton melangkah ke babak play-off Liga Europa setelah berhasil menyingkirkan tim Slovakia, Ruzomerok, di babak ketiga kualifikasi.
Everton menghadapi tuan rumah, Ruzomberok, di laga leg kedua babak ketiga kualifikasi yang berlangsung di Stadion pod Cebratom, Ruzomberok, Jumat (4/8/2017) dinihari WIB. Mereka bermain dengan modal kemenangan 1-0 di laga leg perdana.
Pada laga leg kedua, Everton kembali menang dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal The Toffees dilesakkan oleh striker belianya, Dominic Calvert-Lewin, di menit ke-80.
Dengan begitu, Everton pun melaju ke babak play-off Liga Europa dengan total agregat 2-0. Undian babak play-off akan digelar pada hari Jumat siang ini juga.
Di pertandingan di kandang Ruzomberok, Everton memainkan Sandro Ramirez dengan Wayne Rooney di barisan depan. Tapi duet striker itu tidak dapat memberikan tekanan oke ke jala Ruzomberok. Malah tim tuan rumah yang memiliki peluang di menit kelima, namun tandukan Dominik Kruzliak masih melenceng dari sasaran.
Pelatih Ronald Koeman melakukan pergantian pemain dengan mengeluarkan Sandro dari lapangan di paruh kedua dan menurunkan Calvert-Lewin. Keputusan itu terbukti sekali lantaran Calvert-Lewin berhasil merobek jala Ruzomberok kala waktu normal tersisa 10 menit.
Calvert-Lewin dalam posisi bagus kala menyambut operan jitu dari Davy Klaassen. Dia lalu masuk ke pertahanan lawan sebelum melepaskan tendangan jitu dari jarak jauh yang berhasil menjebol gawang Ruzomberok. Usai itu, kedua tim saling tekan menekan di sisa waktu babak kedua tapi tidak ada gol tercipta lagi. Skor berakhir 1-0 untuk kemenangan Everton.
Pada laga lainnya lagi, Atletico Madrid tampil sebagai juara di ajang pramusim Audi Cup 2017. Atletico menaklukkan Liverpool 5-4 melalui adu penalti usai kedua tim itu bermain seri 1-1 di waktu normal.
Bermain di Allianz Arena, baik Liverpool maupun Atletico Madrid sama-sama tampil hati-hati di awal pertandingan. Atletico yang tampil dominasi soal ball posession, terlihat sulit membongkar pertahanan Liverpool, yang memainkan counter attack.
Akan tetapi, di menit ke-33, Atletico sukses memimpin 1-0 melalui aksi Keidi Bare. Diawali dari umpan yang dilakukan Sime Vrsaljko dari sisi kanan, tendangan Angel Correa sempat mengenai mistar atas jala Liverpool. Bola liar langsung disundul Bare tanpa dapat diamankan oleh penjaga gawang Liverpool Daniel Ward.
Pada sisa waktu paruh perdana, The Reds terlihat sulit menciptakan gol balasan. Atletico berhasil mempertahankan keunggulannya 1-0 sampai turun minum.
Memasuki paruh kedua, tekanan Liverpool lebih oke setelah melakukan pergantian pemain dengan memainkan, Divock Origi, Jordan Henderson dan Roberto Firmino. Dominic Solanke beberapa kali sempat menekan jala Atletico yang dikawal Miguel Moya, tapi belum berujung gol.
Gol yang dinantikan Liverpool akhirnya datang juga kala laga memasuki menit ke-83 lewat sebuah penalti. Pelanggaran yang dilakukan pemain Atletico di dalam kotak terlarang bikin Liverpool memperoleh hadiah penalti yang tidak disiakan oleh Firmino. Kedudukan berubah menjadi 1-1 sampai waktu normal selesai sehingga pertandingan harus diteruskan ke babak adu penalti.
Dari babak tos-tosan ini, semua eksekusi Atletico yaitu, Antoine Griezmann, Fernando Torres, Gabi, Nico Gaitan dan, Filipe Luis sukses mengirim bola ke dalam gawang Liverpool.
Sementara di skuad Liverpool, hanya empat penyepak yang sukses, karena tendangan Jordan Henderson bisa dihalau oleh Moya. Atletico pun keluar sebagai pemenang dengan skor 5-4 dan tampil jadi juara Audi Cup.
Kekalahan itu sebagai yang perdana untuk Liverpool selama bermain di pramusim, usai sebelumnya mereka sukses tampil sebagai juara di turnamen Premier League Asia Trophy di Hongkong beberapa waktu lalu.
Untuk Atletico, kesuksesan menjadi juara Audi Cup bikin mereka menyamai rekor Barcelona, yang juga memenanginya di musim 2011. Hingga kini pengoleksi trofi terbanyak masih ditangan Bayern Munich, yang tahun ini malah gagal karena takluk dari Liverpool di semifinal dan dikalahkan Napoli dari perebutan posisi tiga. (As)

