Performa bagus Andrej Kramaric dengan Hoffenheim musim silam menarik perhatian AC Milan untuk mendapatkannya. Hal itu dikatakan oleh agen pemain berusia 27 tahun.
Andrej Kramaric pada musim silam sukses menciptakan 22 gol dan bikin lima assist di seluruh kompetisi dengan tim arahan Julian Nagelsmann itu. Hal itu bikin si pemain sebagai pantauan banyak klub besar Eropa. Sang agen, Vincenzo Cavaliere, menyatakan bahwa salah satu klub yang tertarik dengan pemainnya itu adalah AC Milan.
Ändrej Kramaric tidak cuma menarik perhatian AC Milan, namun juga beberapa dari tim top Eropa, lantaran dia merupakan salah satu striker paling oke di Eropa,” ujar Cavaliere.
“Bermain di Bundesliga, Kramaric sebagai salah satu pemain yang menciptakan gol paling banyak di dua musim pamungkas, bahkan itu tercipta kala dia tak tampil untuk tim besar seperti Borussia Dortmund atau Bayern Munich. Seluruh klub yang mencari striker tentu ingin mendapatkan pemain seperti dia,” lanjutnya.
Kans Rossoneri memperoleh Kramaric bisa dikatakan cukup berpeluang usai mereka baru saja mengangkat Zvonimir Boban menjadi Direktur Olahraga. Boban yang berasal dari Kroasia tentu tahu pemain-pemain yang sekampung dengan dia.
Kendati demikian, I Diavolo Rosso sepertinya harus mempersiapkan dana yang cukup banyak jika ingin menggaet striker Hoffenheim, Kramaric di bursa transfer musim panas ini. Nilai transfer eks striker Leicester City itu dinilai sekitar 30 sampai 40 juta euro.
“Punya Boban tentu sebagai satu keuntungan. Dia sudah mengetahui banyak hal terutama timnas Kroasia, yang mana Kramaric sering tampil di sana dan kerap menciptakan gol krusial,” ujar Cavaliere.
“Dengan aksinya, Kroasia berangkat ke Piala Dunia tahun silam. Dia mengantarkan Hoffenheim melaju ke Liga Champions dengan dua gol dari laga pamungkas mereka kontra Borussia Dortmund.”
“Dia menciptakan sejumlah gol dan membuat banyak assist krusial. Jadi tidak perlu heran lagi jika banyak klub yang tertarik dengan dia,” sambungnya.
“Dia kini merasa senang dan bahagia bersama Hoffenheim. Tapi jika ada klub yang berani menawarkan tawaran kepada klubnya sekarang ini, maka dia pun bisa mempertimbangkan untuk pergi dan bergabung ke klub baru di bursa transfer musim panas ini. Jadi kita lihat saja nanti,” tambahnya.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Uruguay memulai Copa America 2019 dengan kemenangan telak. Berhadapan dengan Ekuador, Uruguay menang telak empat gol tanpa balas.
Bertanding di Estadio Mineirao, Senin (17/6/2019) pagi WIB tadi, Uruguay bermain mendominasi dan memiliki kans banyak untuk mencetak gol. Bahkan di 45 menit laga berlangsung alias di babak pertama, Uruguay sudah unggul 3-0 atas Ekuador.
Tim arahan Oscar Tabarez itu justru telah memecah kebuntuannya kala laga baru berlangsung enam menit. Pencetak gol pertama Uruguay itu adalah Nicolas Lodeiro.
Uruguay menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-33. Kali ini giliran Edinson Cavani yang mencetak gol. Ini sebagai gol perdana Cavani untuk Uruguay di Copa America, usai di 11 laga sebelumnya gagal mencetak gol.
Menatap babak pertama akan selesai, Uruguay menambahkan keunggulannya. Luis Suarez mencetak gol dan sekaligus membawa negaranya unggul 3-0 yang sekaligus bertahan hingga turun minum.
Kendati telah memimpin tiga gol, Uruguay tetap bermain mendominasi dan terus bermain menyerang di babak kedua. Hasilnya, Uruguay bisa memperlebar keunggulannya menjadi 4-0 atas Ekuador. Namun gol kali ini berkat gol bunuh diri Arturo Mina pada menit ke-78.
Di sisa waktu babak kedua di laga ini, tidak ada gol tercipta lagi. Skor berakhir 4-0 untuk kemenangan Uruguay atas Ekuador. Dengan hasil akhir ini, maka Uruguay sementara berada di puncak klasemen Grup C Copa America 2019 dengan koleksi tiga angka. Mereka memimpin atas Chile atau Jepang yang baru akan bermain pada hari Selasa (18/6) besok pagi. (As)

