Alexis Sanchez kabarnya bisa saja pergi dari Arsenal di bursa transfer musim panas ini. Namun kapten The Gunners Per Mertesacker optimistis Sanchez bakal tetap di Emirates.
Kontrak Alexis Sanchez bersama Arsenal akan selesai di tahun 2018 mendatang dan sampai saat ini belum ada kabar untuk memperpanjang kontraknya. Bahkan tidak ada tanda-tanda dari pihak klub yang mana akan memberikan kontrak anyar kepada striker asal Chile itu.
Sanchez sendiri ingin mengambil keputusan setelah memperkuat timnas Chile di Piala Konfederasi. Tapi sampai kini belum ada kabar yang bisa memastikan masa depannya di klub yang bermarkas di Emirates Stadium.
Jelas saja skuad The Gunners melakoni pramusim dengan situasi kurang oke lantaran terpikir apakah Sanchez akan tetap bertahan atau hengkang. Belum lagi ada isu bahwa Arsenal tak tampil di Liga Champions dan Sanchez dapat saja memilih hijrah ke klub yang ada berlaga di ajang tersebut seperti bergabung ke Bayern Munich atau Manchester City.
Jika Sanchez benar hengkang dari Arsenal maka ini akan menjadi kerugian untuk tim, lantaran pemain berusia 28 tahun itu adalah salah satu pemain krusial di skuad Meriam London. Oleh karena itu, pihak klub harus segera bernegosiasi dengan sang pemain mengenai kontrak baru jika tidak ingin kehilangannya di bursa transfer musim panas ini.
Mengenai masa depan Sanchez, Mertesacker selaku kapten Arsenal optimistis bahwa teman satu timnya itu akan tetap di klubnya kendati ada kesepakatan di antara kedua belah pihak atau tidak dalam waktu dekat ini.
“Alexis Sanchez akan tetap di Arsenal dan akan bersama kami bermain untuk musim depan,” ungkap Mertesacker di situs resmi klub.
“Kami memiliki skuad yang tangguh dan kami yakin klub pasti tak akan melepas salah satu pemain andalannya di bursa transfer musim panas ini,” lanjutnya.
“Kami perlu mereka kendati kontraknya akan selesai di tahun depan. Kami tak harus kehilangan pemain andalan kami. Andai anda ingin mengatakan soal peluang meraih trofi juara, maka anda harus mempertahankan para pemain terbaik di klub anda,” katanya lagi.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Liverpool gagal menaklukkan Watford di giornada pertama Liga Primer Inggris musim ini. Sempat tertinggal dua kali terlebih dulu, The Reds pada akhirnya bermain imbang 3-3 dengan The Hornets.
Statistik mencatatkan bahwa Liverpool tampil lebih dominasi dengan unggul ball posession 54 persen dengan bisa melepaskan 14 tendangan dan lima di antaranya yang mengarah ke gawang.
Tapi dari laga yang berlangsung di Vicarage Road, Watford unggul lebih dulu pada menit kedelapan lewat Stefano Okaka. Liverpool bisa mencetak gol balasan melalui Sadio Mane pada menit ke-29. Kedudukan imbang hanya bertahan tiga menit, usai Abdoulaye Doucore mengantarkan Watford kembali unggul jadi 2-1.
Di awal paruh kedua, Liverpool bisa berbalik memimpin. Dua gol cepat diperoleh di menit ke-55 dan ke-57 melalui penalti Roberto Firmino dan tendangan Mohamed Salah. Kedudukan bertahan 3-2 sampai masa injury time.
Di menit ke-90+3, Miguel Britos menyelamatkan Watford dari kekalahan. Tandukannya tepat ke sasaran usai memaksimalkan tendangan sudut. Kedudukan 3-3 bertahan sampai laga selesai.
Dengan hasil imbang ini maka Liverpool dan Watford sama-sama mendapatkan satu poin di laga pertamanya di Liga Primer Inggris musim ini.
Kronologi Laga
Watford bisa unggul lebih dulu kala laga baru berjalan delapan menit. Usai berhasil mendapatkan bola di barisan tengah, Stefano Okaka lantas memberikan operan jitu kepada Roberto Pereyra. Kendati dihadang Dejan Lovren, Pereyra masih dapat melepaskan tembakan yang menghasilkan tendangan sudut. Tendangan sudut ini lalu menemui sasaran usai Okaka yang tidak terjaga Firmino dapat menyundul bola tembakan Jose Holebas. Bola masuk ke dalam jala Liverpool tanpa dapat ditepis oleh Simon Mignolet. Watford unggul 1-0 atas Liverpool.
Liverpool lantas tampil menyerang begitu tertinggal satu gol. Mereka terlihat sulit menembus ke dalam kotak terlarang Watford. Begitu juga dengan umpan ke kotak terlarang yang dengan gampang dibuang Holebas dan Younes Kaboul.
Tapi tekanan Liverpool menemui sasaran di menit ke-29. Bermain umpan dengan Can dan Firmino, Mane menerima umpan dari jarak dekat. Dengan gampang dia menuntaskannya dengan tendangan ke sasaran yang tidak bisa diamankan oleh Huerelho Gomes. Kedudukan kini jadi 1-1 untuk kedua tim.
Namun kedudukan seri itu tidak berlangsung lama. Tiga menit usai gol Mane, Watford kembali unggul menjadi 2-1 atas Liverpool usai Abdoulaye Doucore menjebol jala Mignolet.
Diawali dari tekanan Watford yang berada di sisi kanan, Tom Cleverley memberikan umpan datar ke dalam kotak terlarang. Gagal menyapu bola dan bola liar langsung mengarah kepada Doucore yang dalam posisi bagus dan tidak lama dia melepaskan tendangan tepat ke arah gawang.
Kembali tertinggal lagi, Liverpool mencoba menyerang lagi pada menit ke-37. kans bagus diperoleh Mohamed Salah usai berjumpa dengan Gomes, setelah memenangi duel dari Holebas. Tapi tendangan kaki kirinya masih melayang tinggi. Pada sisa waktu babak pertama, tak ada gol tercipta lagi. Watford memimpin 2-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Liverpool lantas memperoleh kans di menit ke-48. Salah melepaskan tembakan ke tiang jauh dengan kaki kirinya, tapi bola masih melenceng dari sasaran.
Watford terlihat lebih banyak mengendalikan bola. Tapi kesalahan mereka lakukan pada menit ke-54, yang mana Gomes melakukan pelanggaran terhadap salah di kotak terlarang. Wasit yang memimpin jalannya laga memberikan hadiah penalti kepada Liverpool. Firmino yang maju sebagai algojo berhasil menjalani tugasnya dengan baik. Skor berubah jadi 2-2.
Liverpool berbalik memimpin jadi 3-2 tiga menit kemudian. Diawali dari operan jitu Lovren ke depan gawang, Firmino yang tinggal bertemu dengan Gomes menyepak bola ke jala yang telah kosong. Di mulut jala, Salah menyepaknya untuk mengirim bola ke dalam jala.
Salah hampir menambahkan keunggulan Liverpool pada menit ke-76. Tapi tendangannya masih melebar dari gawang Watford.
Watford bisa menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dari Liverpool di masa injury time babak kedua lewat gol Miguel Britos. Setelah itu tidak ada gol tercipta lagi hingga usai laga. (As)

