Pelatih Inter Milan Roberto Mancini ingin kembali bekerja sama dengan Yaya Toure di musim depan. Tapi Mancini mengakui bahwa tidak akan mudah mendapatkannya.
Inter Milan nyaris kehilangan misinya untuk finis di posisi tiga besar yang ditargetnya pada awal musim tersebut. Mereka sekarang ini masih berada di peringkat keempat klasemen sementara Serie A dan masih terpaut tujuh poin dari AS Roma dengan cuma tiga laga tersisa.
Kondisi itu bikin Nerazzurri digadang perlu tambahan pemain baru bisa membuat tim menjadi lebih tangguh untuk berkompetitif di musim depan. Menjelang bursa transfer musim panas ini, klub Italia itu pun mulai membidik sejumlah nama pemain, salah satu pemain yang diincarnya adalah gelandang Manchester City, Yaya Toure.
Karier Toure dengan The Citizens belakangan ini kerap digosipkan. Kontrak pemain internasional Pantai Gading tersebut di klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu sisa semusim saja. Dan bukan itu saja, alasan lainnya adalah Pep Guardiola-manajer yang melego Toure dari Barcelona di tahun 2010-juga digadang-gadang akan membuat kans sang pemain untuk hijrah lebih besar.
Diwawancarai mengenai misi transfer Inter di bursa transfer musim panas mendatang, Mancini tidak ingin membahas terlalu jauh. Sedangkan mengenai memboyong Toure, dia merasa tidak akan mudah mendapatkan sang pemain.
“Musim ini memang musim yang kurang oke untuk Inter Milan. Kami juga sudah melakukan banyak kesalahan, terutama gagal mempertahankan posisi dan performa tim. Seperti yang anda ketahui, kami sempat berada di puncak klasemen yang cukup lama, tapi kami gagal mempertahankannya sehingga kini kami menduduki di peringkat keempat klasemen. Target utama kami untuk menjadi juara sudah tidak mungkin, tapi kami punya misi lain yang ingin kami gapai adalah finis di posisi tiga besar, kami akan bersama-sama melakukannya dengan sebaik mungkin,” ungkap Mancini di situs resmi klub.
“Mengenai kekuatan tim, banyak pemain muda yang baru beradaptasi dengan rekan senior di tim. Dan menurutku, tim memang perlu memboyong sejumlah pemain baru atau beberapa pemain baru yang berkualitas guna untuk membangun tim menjadi lebih baik dan bisa lebih bersaing dalam memperebutkan gelar juara,” tambahnya.
“Soal Yaya Toure, kami memang sudah lama menginginkannya, bahkan di bursa transfer musim panas atau musim dingin lalu. Tapi kami juga tahu bahwa tidak akan mudah mendapatkan dia dari Manchester City. Jika memang pelatih Pep Guardiola yang akan melatih City musim depan akan melepas dia, pasti juga tidak akan dengan harga murah,” katanya lagi.
“Maka itu saya tidak akan membicarakan terlalu jauh soal Toure, kita lihat saja di bursa transfer musim panas nanti. Perlu anda ketahui bahwa kami juga sudah memantau beberapa pemain yang ingin kami datangkan, tapi kami belum bisa menyebutkan siapa saja pemain yang ingin kami rekrut, itu saja.”
Seperti yang sudah pernah dikatakan sebelumnya bahwa Toure dan Mancini sudah pernah bekerja sama. Saat itu di City, kedua pria itu berhasil mengantarkan City meraih sebuah gelar juara Liga Primer Inggris di musim 2011/2012 dan sebuah trofi Piala FA di musim 2010/2011.
Beralih ke berita AS Roma. Pada musim perdananya dengan berseragam AS Roma, Edin Dzeko belum bisa menunjukkan penampilan terbagusnya. Dia pun bertekad ingin tampil lebih bagus di musim baru nanti.
Seperti diketahui, Dzeko diboyong Roma dari Manchester City di bursa transfer musim panas lalu dan kehadirannya tentu sangat diharapkan bisa membuat barisan depan tim menjadi lebih tajam. Hingga kini dia baru menciptakan 10 gol dan membuat lima assist dari 37 laga yang dilewatinya di seluruh kompetisi.
Koleksi tersebut diakui striker asal Bosnia itu masih belum mengesankan. Selain itu ada sebagian para fans Giallorossi sempat melontarkan kritikan terhadap Dzeko, yang mana performanya tidak begitu oke di atas lapangan hijau.
Namun striker berumur 30 tahun tersebut menyatakan musim pertamanya merupakan waktu beradaptasi di timnya. Dia juga membuktikan hal yang sama ketika dia pertama kali bergabung dengan Manchester City atau Wolfsburg, yang mana musim pertamanya juga berlangsung kurang bagus.
Bersama Wolfsburg, dia hanya mencetak sembilan gol dari 33 laga yang dilewatinya. Sedangkan bersama City, dia mencetak enam gol dalam 21 laga yang dilakoninya di berbagai kompetisi.
“Saya rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika perjalanan di musim pertama anda kurang bagus. Itu karena anda merasakan tekanan dan perlu waktu untuk adaptasi satu sama lainnya. Seperti yang sudah diceritakan di atas itu, saya juga mengalami hal yang sama ketika pertama kali bermain di Wolfsburg dan Manchester City,” ujar Dzeko.
“Kami memiliki tiga pertandingan lagi yang akan kami hadapi sebelum musim ini selesai dan kami harus mengakhiri dengan sebagus mungkin. Saya berjanji akan bermain lebih bagus lagi di musim depan dan saya yakin saya pasti bisa melakukannya dengan sebaik-baiknya karena saya sudah tahu cara bermain di Italia,” sambungnya.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai kubu Juventus.
Pemain Juventus, Paul Pogba, telah sukses meraih empat trofi Serie A secara beruntun. Kendati begitu, dia masih belum puas dan ingin merengkuh lebih banyak trofi lagi.
Pogba bergabung ke klub yang bermarkas di Juventus stadium dengan free transfer dari Manchester United pada tahun 2012 lalu. Sejak kehadirannya, dia telah mencicipi trofi juara Serie A. Namun keempat trofi juara tersebut tidak bikin Pogba merasa sudah puas. Dia juga bertekad menjadi pemain terbaik di dunia.
“Saya telah meraih empat gelar juara Serie A secara beruntun. Mungkin untuk pemain lain sudah merasa puas, tapi untuk saya itu belum memuaskan bagi saya. Saya orangnya bukan sombong tapi saya ingin mendapatkan lebih banyak gelar lagi. Selain itu, saya juga ingin menjadi seorang gelandang terbaik di dunia,” ungkap Pogba.
“Saya bakal gembira jika dapat melewati rekor Frank Lampard. Saya ingin sebagai gelandang terbaik dan terkenal di dunia dan Eropa. Di sisi segala, saya ingin menjadi yang terbaik seperti Lampard, namun lebih oke dari dia,” tandasnya. (As)

