Roberto Mancini menyadari timnya kini tidak sebaik di masa lalu. Dia pun mengaku timnya perlu waktu dan perbaiki diri untuk bisa kembali ke jalur kesuksesan.
Inter Milan hanya bermain dari dua kompetisi musim silam usai finis di posisi kedelapan klasemen akhir Liga Italia 2014/15. Dari dua musim terakhirnya, Coppa Italia dan Liga Italia, hasil yang didapatkan Nerazzurri tidak begitu oke.
La Beneamata menampilkan performa tidak kestabilan di Liga Italia. Sempat berada di puncak klasemen pada awal musim, namun pada akhirnya mereka gagal mempertahankannya di paruh kedua musim, di mana performa mereka tidak konsistensi yang membuat mereka kehilangan posisi di papan atas klasemen. Pada saat itu, Inter harus berada di peringkat keempat klasemen di akhir musim.
Di ajang lainnya, Coppa Italia, Inter juga tidak bisa bersaing ketat dalam memperebutkan gelar juara. Inter hanya hingga ke babak empat besar usai didepak Juventus. Roberto Mancini selaku pelatih Inter Milan pun mengakui bahwa anak asuhnya masih perlu waktu dan berjuang lebih keras lagi andai ingin memetik gelar.
“Kembali menceritakan tentang musim lalu, kami memang sudah berusaha dan berjuang di awal musim itu dan sempat berada di puncak klasemen dalam jangka waktu yang cukup lama. Tapi pada akhirnya kami gagal mempertahankannya, kami tahu kesalahan kami adalah ketidakstabilan dalam bermain. Memang sangat disayangkan jika kembali dipikirkan, kami melewati musim lalu tanpa meraih sebuah gelar,” ungkap Mancini di situs resmi klub.
“Menatap musim depan, saya kini sangat berharap para pemain kami bisa bekerja dan berjuang lebih keras lagi untuk bisa mewujudkan impian kami di akhir musim. Untuk bisa mewujudkannya, maka kami perlu kerja keras, seperti berlatih keras dan terus berlatih demi menyatu gaya permainan satu sama lain. Ini memang sangat penting kala bertanding dengan lawan-lawan,” lanjutnya.
“Sebagian pemain yang baru kembali dalam memperkuat timnas masing-masing di turnamen EURO 2016 dan Copa America, jadi waktu kami untuk berlatih agak singkat. Maka dari itu tidak ada waktu untuk main-main lagi. Dan semua pemain wajib fokus penuh dan melakukan yang terbagus di atas lapanga hijau,” katanya lagi.
Kini Mancini dengan timnya sedang berada di Amerika Serikat demi melakoni tur pramusim. Mereka akan menjalani laga dengan melawan Real Salt Lake di Rio Tinto Stadium, Utah, Rabu (20/7) atau tengah pekan ini. Pertandingan ujicoba ini sebagai laga pemanasan sebelum klub Italia itu akan bermain di ajang International Champions Cup di AS dan Eropa. Pada pertadingan perdana, Inter akan berhadapan dengan Paris Saint-Germain.
Pertandingan ini tentunya akan sebagai peluang Inter untuk membuktikan diri sebelum berlaga di ajang Liga Italia. Sampai kini Mancini merasa timnya bisa bermain lebih baik dari musim lalu. “Kami akan menjalani pertandingan persahabatan dan laga-laga ini bisa membuat kami lebih percaya diri dan optimistis jika kami berhasil memenanginya. Selain itu, laga-laga ini bisa memperlihatkan apakah performa tim sudah menyatu atau belum. Jadi saya berharap para pemain kami bisa menunjukkan penampilan sebenarnya,” ujar Mancini lagi.
Di sisi lain, ada seorang pemain Lazio yang kabarnya ingin hengkang dari klub. Antonio Candreva membuka kans untuk hengkang dari Lazio. Faktanya, Candreva digadang ingin mendapatkan tantangan anyar.
Candreva telah empat musim pamungkas membela Lazio sejak didatangkan dari Udinese di tahun 2012 lalu. Sejak memperkuat Lazio, Candreva sebagai salah satu pemain sayap terbagus di Serie A. Tidak hanya itu saja, Candreva juga menjadi bintang Lazio, di mana dia dijadikan kapten tim di atas lapangan hijau. Dia tercatat bermain sebanyak 191 laga dengan mencetak 45 gol.
Selama membela Lazio, Candreva hanya menerima sebuah trofi yakni, trofi Coppa Italia di musim 2012/2013. Maka itu, Candreva pun menilai kariernya menjadi pemain Lazio telah cukup dan sudah waktunya mencari pengalaman anyar di umurnya yang sekarang ini memasuki 29 tahun.
Dari kondisi itu membuat beberapa tim Italia lainnya tertarik mendapatkan jasa Candreva di bursa transfer musim panas ini seperti Napoli dan Inter Milan. Akan tetapi, kubu Lazio sedang berusaha untuk mempertahankan Candreva untuk tidak cabut dari timnya.
“Antonio Candreva bermain sudah empat musim di Lazio. Dia bahkan sempat menerima ejekan dari para suporter klub. Padahal dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk mengantarkan Lazio meraih kemenangan. Sekarang ini dia tahu bahwa dia perlu tantangan anyar dan ingin berganti klub di bursa transfer musim panas ini,” ungkap agen Candreva, Federico Pastorello.
“Dia ingin pergi bukan karena tidak betah lagi di Lazio atau ada hubungan tidak bagus dengan klub. Tapi dia hanya ingin mendapatkan tantangan baru dan punya pengalaman bermain bersama klub lain. Itu saja yang ada dipikirannya saat ini,” tambahnya.
“Bahkan Candreva berencana tampil di luar Serie A kendati sempat mendapatkan kabar bahwa ada beberapa tim Italia lainnya yang tertarik dengan dia. Namun dia tidak ingin bergabung ke klub itu lantaran tidak ingin menghadapi Lazio,” katanya menambahkan.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Aktifnya Juventus di jendela transfer musim panas ini disebut cukup oke. Namun situasi itu akan disebagaikan motivasi bagus untuk AS Roma dari perburuan gelar Liga.
Bianconeri hingga kini telah menggaet tiga pemain anyar di jendela transfer musim panas ini. Ketiga pemain itu adalah Dani Alves dan dua mantan pemain AS Roma, Medhi Benatia dan Miralem Pjanic.
Si Nyonya Tua digadang-gadang masih berusaha memboyong striker Napoli Gonzalo Higuain. Andai bisa tercapai, maka skuad Juventus bakal kian difavoritkan untuk merengkuh gelar juara Liga Italia untuk keenam kalinya secara berturut-turut.
“Juventus sudah mendatangkan beberapa pemain bagus, namun kami bakal tetap bersaing ketat dengan mereka dalam memperebutkan gelar juara Liga. Ini memang tak akan gampang, namun kami akan tetap berusaha keras untuk mendapatkannya,” ucap striker AS Roma, Mohamed Salah.
Musim silam, Roma bermain cukup oke, terutama di paruh kedua musim usai kehadiran Luciano Spaletti yang mengisi posisi Rudi Garcia. Dari 19 laga yang dilewatinya, mereka mencatatkan 14 kali kemenangan dan hanya satu kali kalah.
Ada keyakinan di skuad I Lupi dengan Spalleti. Melihat permainan, Salah yakin manajernya bisa bikin timnya bermain di berbagai posisi dan inilah yang bisa bikin lawan sulit menebak gaya permainan klub Serigala.
“Luciano Spaletti tahu apa yang harus dilakukan di AS Roma. Dia sudah mengubah banyak hal dan para pemainnya. Saya yakin dia pasti bisa memberikan kesuksesan untuk tim dan membuat para pemainnya menjadi lebih baik dan lebih tangguh,” kata Salah.
“Kami semua yang ada di kubu AS Roma sudah bertekad akan mengeluarkan seluruh tenaga untuk membantu tim meraih kesuksesan. Kami berharap bisa mengakhiri musim dengan meraih sebuah trofi,” harapnya.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya.
Petualangan Sassuolo di Liga Italia bikin Claudio Ranieri terpesona. Dia pun menyebut Sassuolo sebagai kuda hitam yang bisa seperti Leicester City di ajang Liga Primer Inggris musim lalu.
Sassuolo perdana kali bermain di Liga Italia di musim 2013/2014. Akan tetapi, penampilan mereka di bawah besutan manajer Eusebio Di Francesco mengejutkan banyak publik. Sassuolo juga disandang lebih banyak memainkan pemain asli Italia.
Musim silam, Sassuolo menorehkan prestasi terbagusnya di Liga Italia dengan finis di peringkat keenam. Dari langkahnya, mereka berhasil menaklukkan banyak klub-klub besar seperti Inter Milan, Juventus, Napoli, Lazio dan AC Milan.
Langkah Sassuolo itu bikin Ranieri terpesona. Ranieri menyatakan Sassuolo dapat memberikan kejutan di Liga Italia seperti yang sudah dibuktikan Leicester dalam meraih gelar juara Liga Primer Inggris musim silam.
“Sassuolo bermain bagus di musim lalu, di mana mereka bisa mengalahkan tim-tim besar Italia lainnya dan finis di posisi keenam klasemen. Saya lihat mereka bisa seperti Leicester City,” ungkap Ranieri.
“Saya lihat mereka bisa memberikan kejutan lagi di musim 2016/2017. Setiap tim pastinya ingin finis di posisi yang lebih baik dari musim lalu. Jadi mereka akan membuktikannya dan menghibur para fansnya dengan cara ini.” (As)

