Gareth Bale menyebut Real Madrid akan berusaha untuk memenangi semua ajang yang dijalani musim ini. Tetapi, trofi Liga Spanyol sebagai prioritas Los Blancos.
Gareth Bale sukses meraih gelar Liga Champions dua kali dari tiga musim sejak didatangkan Real Madrid pada tahun 2013 lalu. Namun, gelar Liga tidak pernah direngkuhnya hingga sekarang ini. Pamungkas kali Los Blancos meraih gelar juara La Liga di musim 2011/12, kala masih dibesut Jose Mourinho. Usai itu, El Real tiga kali finis di posisi kedua klasemen akhir dan satu kali menuntaskan musim di posisi ketiga kala rival sekotanya, Atletico Madrid, tampil sebagai juara Liga di musim 2013/2014.
Langkah Madrid untuk meraih gelar juara Liga Spanyol akan diawali di akhir minggu ini kala berhadapan dengan Osasuna di laga lanjutan La Liga dan laga ini akan dilangsungkan di depan pendukungnya sendiri (Santiago Bernabeu), Sabtu (10/9) malam WIB. Tim besutan Zinedine Zidane itu menang di dua laga awal dan saat ini sedang mengoleksi enam angka bersama Las Palmas dan Barcelona yang berada di posisi kedua dan puncak klasemen.
“Krusial sekali bagi kami untuk meraih gelar juara Liga Spanyol pada musim ini lantaran kami telah lama tak mencicipi gelar tersebut. Ini merupakan konsentrasi kami kendati kami ingin meraih semua gelar, namun prioritas kami adalah di Liga,” jelas Bale di situs resmi klub.
“Secara pribadi, saya sudah meraih dua kali gelar juara Liga Champions bersama Real Madrid, tapi saya tidak pernah merasakan trofi juara Liga Spanyol bersama Los Blancos. Jadi di musim ini saya ingin mewujudkannya dan membantu tim meraih kesuksesan atau prioritas mereka,” sambungnya.
“Saya sekarang ini pun sudah tak sabar ingin segera menghadapi lawan berikutnya, yang mana akhir pekan ini kami akan berhadapan dengan Osasuna di Santiago Bernabeu. Kami yakin kami bisa menang di laga ini kendati kami tahu lawan akan bermain bertahan,” katanya lagi.
Di samping ini ada berita tambahan mengenai hasil laga antara Swedia melawan Belanda. Baik Swedia maupun Belanda sama-sama harus puas dengan tambahan satu poin usai bermain imbang 1-1 di laga pertama kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup A zona Eropa.
Untuk De Oranye, hasil akhir ini bisa dikatakan tidak begitu mulus. Dikarenakan, mereka menjalani laga persahabatan tanpa hasil positif, usai sebelumnya mereka menelan kekalahan 1-2 dari Yunani akhir minggu silam.
Bermain di Friends Arena, Solna, Rabu (7/9) dinihari WIB, Belanda memang tampil sangat dominasi, di mana mereka memiliki ball posession 70 persen berbanding 30 persen milik Swedia. Selain itu, Belanda juga bisa melepaskan 24 tendangan dengan sembilan di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Swedia cuma bisa melepaskan delapan tembakan dan tiga di antaranya tepat ke sasaran. Namun begitu, Swedia justru bisa unggul lebih dulu atas Belanda.
Di paruh perdana, Belanda sempat memiliki dua kans bagus melalui Davy Klaassen di 20 menit perdana laga. Namun tembakan dan tandukan Klaassen yang dilakukan dari jarak dekat masih dapat diamankan oleh penjaga gawang Swedia, Robin Olsen.
Swedia langsung gantian menyerang melalui Oscar Wendt pada menit ke-20. Namun sepakan kaki kanan yang dilepaskannya dari jarak jauh masih melenceng dari gawang.
Penyerang Belanda Vincent Janssen nyaris membawa Belanda unggul di menit ke-26, andaikan tembakannya dari luar kotak penalti tidak bisa dihentikan oleh Olsen. Di menit ke-40, giliran Andreas Granqvist yang mencoba peruntungannya, tapi tandukannya masih melayang dari sasaran.
Swedia akhirnya bisa memimpin lebih dulu kala laga menginjak menit ke-43. Diawali dari tekanan di sisi kanan, bola diumpankan ke Marcus Berg yang berdiri di kotak terlarang Belanda. Bola lalu dihadang dan didapatkan bek lawan, namun Berg sukses mendapatkan bola itu dari kaki pemain Belanda.
Setelah mendapatkan bola itu, Berg tak menyia-yiakan kesempatan itu. Dia langsung melepaskan tendangan yang tidak bisa ditepis oleh penjaga gawang Belanda, Jeroen Zoet.
Belanda langsung tampil menyerang dan meningkatkan serangannya di babak kedua usai tertinggal satu gol. Janssen memiliki peluang melalui tembakan kaki kanan dari jarak dekat, tapi masih melayang. Sementara giliran Wesley Sneijder yang mengancam tapi masih belum membuahkan hasil usai melebar.
Belanda yang terus menekan akhirnya baru bisa mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-66. Gol ini berawal dari Darryl Janmaat yang menggiring bola di sisi kanan. Tembakan kaki kiri Janmaat masih dapat dihalau oleh Olsen, tapi bola muntah lantas disepak oleh Sneijder. Skor berubah menjadi 1-1 untuk kedua tim.
Setelah itu Belanda kembali mendominasi jalannya laga dan memperoleh banyak kans untuk berbalik unggul. Namun dua kans yang diperoleh Sneijder dan Janmaat tidak tepat ke gawang Swedia.
Janssen kembali mendapatkan peluang bagus di masa injury time. Namun sayangnya, sepakan yang dilakukannya masih melayang dari gawang. Hingga peluit panjang berbunyi tanda berakhirnya pertandingan, skor 1-1 bertahan untuk kemenangan Belanda atas Swedia.
Atas hasil imbang ini, maka Belanda kini di peringkat kedua klasemen sementara Grup A dengan raihan satu angka, jumlah angka ini sama seperti tiga tim lainnya. Sedangkan Swedia di urutan ketiga dengan koleksi satu poin.
Di laga lainnya lagi, Portugal yang berstatus juara EURO memulai kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan kekalahan, di mana mereka menelan kekalahan 0-2 dari Swiss.
Di pertandingan pertama Grup B yang dilangsungkan di St Jakob-Park, Rabu (7/9/2016) dinihari WIB, Swiss menang 2-0 atas Portugal berkat gol-gol yang dilesakkan oleh Breel Embolo dan Admir Mehmedi.
Portugal yang bermain tidak diperkuat Cristiano Ronaldo yang belum pulih dari cedera masih dengan nilai 0 di laga pertamanya. Sedangkan Swiss berada di puncak klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan raihan tiga angka.
Kronologi Laga
Portugal lantas tampil menyerang begitu pertandingan dimulai dan memperoleh peluang mencetak gol pada menit keempat. Menerima operan bagus dari Joao Moutinho, Eder melepaskan tendangan yang masih melayang dari sasaran.
Satu menit berselang, Portugal mendapatkan peluang lagi. Kali ini giliran Cedric Soares yang memberikan umpan lambung yang bisa diterima Eder dengan sundulan dan bola mengarah ke Bernardo Silva. Namun tendangan Silva bisa diamankan dengan baik oleh penjaga gawang Swiss Yann Sommer.
Portugal terus menyerang dan mencari celah untuk mengancam gawang Swiss. Namun tidak ada yang menemui sasaran kendati mendapatkan beberapa kans lagi. Hingga laga memasuki menit ke-23, Swiss justru bisa unggul lebih dulu.
Diawali dari tendangan bebas yang dieksekusi Ricardo Rodriguez di luar kotak terlarang Portugal, bola sukses dihadang oleh kiper Portugal Rui Patricio. Namun bola muntah lantas disambut Embolo dengan sundulan untuk membawa Swiss unggul 1-0.
Tujuh menit kemudian setelah gol Embolo, Swiss berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 atas Portugal. Kali ini gol lewat serangan balik, Mehmedi mendapatkan bola di barisan tengah dann memberikan umpan ke Haris Seferovic yang tengah berlari di sisi kanan.
Bola dibalikkan lagi ke tengah kotak terlarang dan dibawa Mehmedi sebelum menyambarnya ke sisi kiri atas jala Portugal.
Swiss hampir menambahkan keunggulannya lagi di menit ke-37 jika tendangan Raphael Guerreiro tidak membentur Djohan Djorou dan cuma menghasilkan tendangan sudut.
Kedudukan 2-0 bertahan sampai babak pertama selesai. Memasuki paruh kedua, Portugal melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan serangannya dengan menurunkan Bernardo Silva dan Joao Mario.
Sedangkan Swiss lebih banyak menanti atau bermain bertahan yang kemudia melakukan counter attack. Situasi ini bikin Portugal tampil sangat dominasi namun mereka tetap sulit membongkar pertahanan tim tuan rumah.
Bernardo Silva menerima operan dari Adrien Silva pada menit ke-51, namun tendangan yang dilepaskannya masih melenceng dari gawang.
Kali ini giliran Pepe yang mencoba peruntungannya. Dia melepaskan tendangan tepat ke sasaran, tapi bisa dihadang oleh Fabian Schar.
Portugal hampir bisa menipiskan ketertinggalannya menjadi 1-2 pada menit ke-82, jika tandukan Nani tak mengenai mistar jala Swiss.
Swiss harus tampil dengan 10 orang pemain di masa injury time usai Granit Xhaka mendapatkan kartu kuning kedua karena melakukan pelanggaran terhadap Joao Mario. Di sisa waktu, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 2-0 untuk kemenangan Swiss atas Portugal. (As)

