Real Madrid akan berhadapan dengan Atletico Madrid di final Liga Champions. Toni Kroos menilai Los Blancos lebih baik daripada Atletico.
Pertandingan ini sebagai replay final Liga Champions dua tahun yang lalu. Saat itu, Real Madrid tampil sebagai kampiun setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor akhir 4-1.
Pertandingan dua klub yang berkandang di Madrid ini akan kembali dilangsungkan di Eropa. Partai puncak akan dihelat di San Siro, Milan, 28 Mei mendatang.
Atletico terlebih dulu meraih tiket lolos ke final Liga Champions setelah mendepak Bayern Munich melalui keunggulan gol away dengan jumlah agregat 2-2. Sementara itu satu tiket ke final diraih Madrid setelah mendepak Manchester City dengan total agregat 1-0. Dan kelolosan Madrid melalui gol bunuh diri yang dilakukan pemain Manchester City, Fernando di paruh perdana.
Melihat kualitas dan kekuatan kedua tim itu, Madrid jelas lebih difavoritkan untuk sebagai juara Eropa. Mereka membidik trofi ke-11. Sedangkan Atletico belum memiliki koleksi trofi di ajang Liga Champions.
Namun Atletico memiliki catatan tersendiri kala melawan Madrid akhir-akhir ini. Usai final di Lisbon musim 2013/2014 silam, kedua tim itu telah berjumpa 10 kali di seluruh kompetisi. Atletico bermain mendominasi dengan memetik lima kemenangan, hanya satu kali takluk dan empat kali lagi bermain dengan hasil seri. sedangkan pada musim ini, Atletico juga lebih favorit dengan menang sekali dan sekali bermain seri.
Tapi Kroos tidak peduli dengan catatan atau rekor yang dimiliki Atletico. Pemain tengah Madrid itu tetap Yakin bisa menaklukkan lawannya itu di final Liga Champions.
“Kami akui laga final melawan Atletico Madrid akan sulit. Mereka sudah membuktikan performa ciamik kala melawan Bayern Munich dan Barcelona. Namun kami memiliki kekuatan yang lebih bagus dari mereka. Kami cuma butuh menampilkannya di atas lapangan hijau,” ujar Kroos di situs resmi klub.
“Media-media lainnya menyebut bahwa Atletico punya catatan bagus terhadap kami belakangan ini. Tapi itu tidak akan membuat kami panik karena kami yakin kami bisa mengalahkan mereka. Saya pikir tidak ada yang diunggulkan di pertandingan ini. Kans sama besar 50 banding 50,” sambungnya.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya tentang perjalanan Manchester City di kancah Eropa.
Manchester City menuntaskan langkah mereka hingga ke babak empat besar Liga Champions. Mereka gagal lolos ke final usai disingkirkan Real Madrid. Meski demikian, The Citizens dianggap pantas senang.
Dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Kamis (5/5) dinihari WIB kemarin, Manchester City menelan kekalahan 0-1 dari Real Madrid. Sebuah gol yang tercipta di pertandingan itu diawali dari tendangan Gareth Bale kemudian mengenai Fernando dan bola masuk ke dalam gawang tanpa bisa ditepis oleh kiper Joe Hart.
The Citizens tak dapat melakukan banyak di pertandingan itu. Selain takluk soal ball posession, statistik menunjukkan bahwa City sama sekali tak membuat on target ke sasaran. Cuma ada sebuah kans yang bagus didapatkan City di sepanjang itu–lewat tembakan Fernandinho yang sempat membentur tiang gawang di paruh perdana.
Sedangkan di skuad Los Blancos, mereka bisa melepaskan 15 tendangan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. Untungnya, Joe Hart tampil cukup bagus di bawah mistar gawang City. Jika bukan dari performa dia, mungkin gawang City bisa kebobolan lebih dari satu gol.
Performa yang kurang begitu oke pun gagal membawa City tembus ke final Liga Champions. Meski demikian, bagi pemain City, Eliaquim Mangala, timnya sudah pantas gembira. Sebagai torehan, ini merupakan perdana kalinya untuk City tembus ke final Liga Champions selama bermain di kancap Eropa.
“Kami pikir kami kurang beruntung saja di laga ini, di mana kami bikin gol bunuh diri ke gawang sendiri. Jika itu tidak terjadi gol bunuh diri, maka peluang kami untuk menang pasti ada. Namun kami juga mengakui bahwa Real Madrid bermain baik dan mereka memang hoki di laga ini,” ungkap Mangala.
“Saya rasa kami patut senang dan bangga karena dapat tembus hingga ke babak empat besar Liga Champions. Apalagi kami takluk dengan tim yang lebih diunggulkan,” lanjut pemain internasional Prancis itu.
“Dan kami sayangkan kami tidak bisa merayakan kesuksesan dengan Manuel Pellegrini. Seperti yang sudah anda tahu bahwa musim ini adalah musim terakhir Pellegrini menangani kami dan klub, Manchester City,” katanya lagi.
Ini juga sebagai pertandingan pamungkas Manuel Pellegrini di ajang Liga Champions dengan melatih City. Pada musim depan, City akan dibesut Pep Guardiola, yang juga terdepak usai klubnya, Bayern Munich, takluk dari Atletico Madrid lewat gol tandang.
Beralih ke berita lainnya, Marc-Andre Ter Stegen tampaknya telah berubah pendapat. Sempat kecewa, saat ini dia malah ingin meneruskan kriprahnya di Barcelona lantaran sudah merasa senang dan nyaman.
Di bulan Maret 2016, Ter Stegen sempat mengatakan ingin pergi dari klub yang bermarkas di Camp Nou. Hal ini tentu tak lepas dari minimnya kesempatan bermain sang pemain di skuad Barcelona.
Bersama Los Cules, Ter Stegen diberikan kesempatan tampil di ajang Copa del Rey dan Liga Champions. Sedangkan penjaga gawang lainnya, Claudio Bravo, diberikan jatah bermain di Liga Spanyol.
Dengan demikian, Ter Stegen tak dapat selalu bermain setiap minggu. Sejak direkrut dari Borussia Moenchengladbach di musim panas lalu, dia hanya tampil sebanyak lima kali di Liga.
“Saya tentu ingin mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Jika kondisinya jelas, maka saya pasti bertahan. Jika tidak, maka saya bisa cabut dari klub,” ungkap Ter Stegen saat itu.
bahkan ada kabar yang mengatakan Ter Stegen akan ikut Pep Guardiola ke Manchester City. Belakangan ini, ada berita lainnya menyebut bahwa Liverpool tengah membidiknya. Akan tetapi, Ter Stegen menampik bahwa dia telah menyetujui kontrak bersama tim lain di bulan April silam.
“Kabar seperti di atas itu sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah mendapatkan kontakan dari klub lain,” kata Ter Stegen.
“Saya kini justru merasa bahagia dan senang bermain di Barcelona.” (As)

