Liverpool kembali memetik kemenangan di pertandingan persahabatan pramusim. Kali ini berhadapan dengan Huddersfield Town, Liverpool menang dua gol tanpa balas.
Dalam pertandingan yang dilangsungkan di John Smith’s Stadium, Kamis (21/7) dinihari WIB tadi, Liverpool kembali menggandalkan Loris Karius sebagai kiper utama dalam mengawal mistar gawang. Sementara itu Lucas Leiva dan Dejan Lovren diturunkan diposisi bek tengah.
Di barisan depan, Juergen Klopp memainkan ketiga strikernya yakni, Roberto Firmino, Sadio Mane dan Philippe Coutinho sebagai ujung tombak timnya. Pertandingan ini terasa spesial bagi Klopp lantaran dia bertemu sahabatnya sewaktu di Mainz 05 yang sekarang ini sebagai manajer Huddersfield, David Wagner.
Sebelum laga dimulai, kedua pelatih itu sedang asyik berbicara dan bercanda bahwa lama sudah tidak berjumpa. Dalam pertandingan berlangsung ini, The Reds yang diunggulkan menang atas lawannya bisa dominasi laga di awal menit babak pertama.
Akan tetapi, Huddersfield memiliki kans perdana pada menit perdana kala kesalahan yang dilakukan Lucas Leiva dalam memberikan umpan bikin si kulit bundar didapatkan pemain lawan yang langsung melepaskan tendangan tapi masih melenceng dari gawang.
Liverpool yang tampil dominasi baru bisa mendapatkan kans perdananya di menit ke-17 melalui Sadio Mane. Akan tetapi, tendangan yang dilakukan Mane masih melayang dari gawang lawan.
Tujuh menit kemudian, Huddersfield nyaris unggul lebih dulu lewat aksi Joe Lolley, andaikan tendangan kaki kanan Lolley tidak bisa dihalau oleh Karius.
Liverpool membuka keunggulannya di menit ke-31 kala operan ke dalam kotak terlarang tim tuan rumah disambut Grujic. Sempat mengendalikan bola sejenak, Grujic lantas melepaskan tendangan setengah voli yang merobek gawang lawan.
Satu menit berselang, Liverpool memiliki kesempatan besar untuk menggandakan keunggulannya lewat sebuah penalti usai pemain Huddersfield melakukan pelanggaran terhadap Mane di kotak penalti. Akan tetapi, Coutinho yang maju sebagai eksekutor malah gagal menjalani tugasnya dengan baik usai tendangannya bisa dihadang oleh penjaga gawang lawan.
Setelah itu Liverpool kembali menekan pertahanan tim tuan rumah. Namun hingga babak pertama selesai, skor tetap 1-0 bertahan sampai turun minum. Di paruh kedua, Brendan Rodgers melakuan pergantian pemain dengan menurunkan enam dari tujuh pemain pelapis keduanya.
Liverpool harus kehilangan seorang pemain pilarnya di pertengahan babak kedua ini usai Lucas Leiva mendapatkan masalah cedera. Dengan demikian, Liverpool harus tampil dengan 10 pemain dan menurunkan penjaga gawang cadangannya, Shamal George, di barisan tengah.
Liverpool akhirnya bisa menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 melalui sebuah penalti pada menit ke-90. Mereka mendapatkan hadiah penalti usai Ryan Kent dilanggar jatuh di kotak terlarang. Kali ini Moreno yang maju sebagai algojo dan menjalani tugasnya dengan bagus. Tak lama kemudian setelah gol kedua Liverpool, wasit meniup peluit panjang berbunyi tanda berakhirnya pertandingan.
Selanjutnya Liverpool akan berangkat ke Amerika Serikat demi menjalani turnamen International Champions Cup. Mereka akan melawan Chelsea di laga pertama turnamen itu, 27 Juli 2016.
Untuk Liverpool, ini merupakan kemenangan keempat kalinya mereka dapatkan di pertandingan persahabatan di Inggris usai menaklukkan Tranmere Rovers, Fleetwood Town dan Wigan Athletic.
Di laga lainnya, Chelsea memperoleh kemenangan di pertandingan keduanya di bawah besutan pelatih Antonio Conte. Chelsea melibas tim Austria, WAC RZ Pellets, dengan skor akhir 3-0.
Di laga persahabatan pramusim yang berlangsung di Worthersee Stadion, Kamis (21/7) dinihari WIB tadi juga, Conte yang menggunakan skema permainan 4-4-2 kembali memakai Asmir Begovic sebagai kiper utama dalam mengawal jala. Di barisan belakang, diisi Ola Aina, Branislav Ivanovic, John Terry dan Papy Djilobodji.
Di barisan tengah, ada Victor Moses, Willian, Nemanja Matic dan Oscar. Sedangkan di barisan depan dipasang Diego Costa dan Bertrand Traore.
Chelsea hampir memimpin di menit ke-12. Moses yang menyambut umpan dari Willian melepaskan tendangan. Sepakan Moses tidak dapat diantisipasi penjaga gawang lawan, namun bola mengenai tiang jala.
Chelsea baru bisa memecah kebuntuannya di menit ke-41 lewat aksi Traore. Diawali dari sebuah operan silang dari Willian kepada Traore yang lantas melepaskan tendangan tepat ke sasaran dan bola sempat dihadang oleh penjaga gawang lawan, namun bola muntah kembali ke dalam jala lantaran membentur badan Traore.
Dario Baldauf menyiakan sebuah peluang untuk mencetak gol balasan di menit ke-56. Dalam posisi bebas kala menerima sebuah sepak pojok, namun tandukannya masih melenceng dari sasaran.
Tidak lama kemudian, Conte melakukan pergantian pemain dengan memainkan striker barunya, Michy Batshuayi. Kendati mulanya tak masuk daftar pemain pelapis kedua, Batshuayi akhirnya dimainkan. Ini perdana kali batshuayi bermain dalam mengenakan kostum Si Biru sejak didatangkan dari Marseille.
Moses membuang sebuah kesempatan di menit ke-76. Dia menyambut umpan dari Bathshuayi dan tinggal menyepak ke jala yang telah kosong, namun masih ada pemain lawan yang berdiri tepat di garis gawang bisa menghadang bola.
Chelsea akhirnya menambahkan keunggulannya menjadi 2-0 di menit ke-84. Ruben Loftus-Cheek merobek gawang lawan usai tandukan kepalanya yang memanfaatkan tendangan sudut dari rekannya.
Di menit ke-90, giliran Nathaniel Chalobah yang mencatatkan namanya di papan skor dan sekaligus menambahkan keunggulan Chelsea menjadi 3-0 atas lawannya. Chalobah sempat melego dua pemain lawan sebelum melepaskan tendangan untuk merobek gawang lawan. Setelah itu tak ada gol tercipta lagi di sisa waktu babak kedua.
Hasil akhir ini merupakan kemenangan perdana Chelsea sejak dibesut Conte. Di pertandingan pramusim sebelumnya, mereka menelan kekalahan 0-2 dari Rapid Vienna.
Klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu akan menuntaskan beberapa hari lagi di Austria. Usai itu, mereka akan balik ke Inggris dan melanjutkan petualangan ke Amerika Serikat. Mereka akan melawan Liverpool di turnamen International Champions Cup yang akan berlangsung di Pasadena, California, 27 Juli.
Seusai laga ini, Antonio Conte mengaku senang dengan penampilan Chelsea dan juga senang dengan kemenangan yang didapatkannya timnya 3-0 atas WAC RZ Pellets.
Seperti yang sudah dikatakan di atas itu, bermain di Worthersee Stadion pada dinihari tadi, statistik mencatatkan bahwa Chelsea bermain sangat mendominasi dengan unggul ball posession hingga 67 persen berbanding 33 persen milik WAC RZ Pellets. Selain itu, The Blues juga bisa melepaskan 11 tembakan dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Sementara lawannya cuma bisa melepaskan tujuh tendangan dan hanya tiga yang mengarah sasaran.
Namun demikian, Chelsea baru bisa membuka keunggulannya di menit-menit akhir paruh perdana lewat aksi Bertrand Traore. Chelsea kemudian mencetak dua gol tambahan di babak kedua. Dan dua gol itu dilesakkan oleh Ruben Loftus-Cheek dan Nathaniel Chalabolah. Atas kemenangan ini membangkitkan kepercayaan Chelsea setelah dikalahkan Rapid Vienna 0-2 di pertandingan pramusim perdana.
“Sebelum laga dimulai, saya mengatakan kepada pemain-pemain yang bertanding di atas lapangan hijau bahwa, kami harus menang di laga ini guna untuk mengembalikan kepercayaan diri tim kami dan juga mencari modal bagus untuk menghadapi laga selanjutnya. Maka itu para pemain wajib tampil bagus dan fokus penuh menjalani laga ini,” terang Conte di website resmi Chelsea.
“Pada akhirnya saya pun merasa senang dan puas lantaran kami memang berhasil memenangi pertandingan ini. Saya sebelumnya telah yakin bahwa kami pasti bisa menang dan bahkan para pemain kami tampil oke di laga ini, terutama mendominasi lawan dan tidak memberikan kesempatan untuk lawan dalam menekan,” sambung mantan manajer Juventus dan timnas Italia itu.
“Kemenangan ini juga sudah menghapus kekalahan kami di laga pertama tur pramusim. Sekarang ini kami harus mempersiapkan diri yang lebih baik lagi untuk menghadapi laga berikutnya. Kami juga perlu berlatih dan meningkatkan performa masing-masing,” sambungnya.
“Kami tahu ini hanya laga uji coba, tapi ini juga penting untuk kami dan kami juga tahu bahwa lawan kami bukan lawan keras, tapi mereka kapan saja bisa menyulitkan kami jika kami tidak bermain bagus. Di sebuah laga melawan tim besar atau kecil, anda tidak bisa meremehkan lawan lagi lantaran semuanya bisa saja terjadi, seperti yang sudah dilakukan pada sebuah klub Inggris yakni, Leicester City. Jadi saya berharap kami tetap bisa fokus penuh saat bertanding di atas lapangan hijau,” katanya lagi. (As)

