Liverpool berhasil lolos ke babak keempat Piala Liga Inggris musim ini, usai mengalahkan Derby County dengan skor akhir 3-0 di babak ketiga.
Dalam laga yang dilangsungkan di Pride Park Stadium, Rabu (21/9) dinihari WIB tadi, Liverpool yang bertindak sebagai tim tamu tampil mendominasi di awal menit babak pertama. Hingga pertandingan selesai, statistik mencatatkan bahwa The Reds memiliki ball posession hingga 60 persen berbanding 40 persen milik Derby County.
Selain itu, tim besutan Juergen Klopp itu bisa melepaskan 16 tendangan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Derby cuma bisa melepaskan empat tembakan dan cuma dua yang mengarah ke sasaran.
Ragnar Klavan membawa Liverpool unggul lewat golnya pada menit ke-24. Liverpool lalu menggandakan keunggulannya di awal paruh kedua melalui aksi Philippe Coutinho pada menit ke-50 dan empat menit kemudian giliran Divock Origi yang mencatatkan namanya di papan skor.
Liverpool langsung tampil menekan begitu pertandingan dimulai. Mereka mendapatkan peluang kala laga baru berjalan empat menit, ketika Jordan Henderson melepaskan tendangan dari luar kotak terlarang. Tapi usahanya masih melayang dari sasaran. Tak lama kemudian, giliran Firmino yang mencoba peruntungannya, tapi sepakan yang dilepaskannya dari jarak jauh masih melenceng dari gawang Derby County.
Derby gantian menyerang lewat aksi Johnson yang menerima operan silang Butterfield di menit ke-14. Namun tandukannya bisa dijinakkan oleh kiper Liverpool Loris Karius.
Liverpool membuka keunggulannya pada menit ke-24. Diawali dari operan Philippe Coutinho dalam tendangan sudut dan seperti akan dibuang oleh Keogh. Namun usahanya gagal, bola langsung meluncur ke Ragnar Klavan dan disambar ke dalam jala Derby. Liverpool unggul 1-0.
Tiga menit kemudian, Liverpool memiliki peluang untuk mencetak gol keduanya. Divock Origi memperoleh si kulit bundar dari sisi kiri, langsung menggiring bola ke tengah dan melepaskan tendangan tepat ke sasaran. Tapi Mitchell dengan sigap menghalau bola.
Liverpool memperoleh sepakan bebas dari luar kotak terlarang pada menit ke-39 usai pemain Derby melakukan pelanggaran. Coutinho yang ke depan menjadi eksekusi, namun tendangannya dapat dihadang oleh Mitchell.
Liverpool kembali memiliki peluang lewat counter attack pada menit ke-42. Tapi tidak tercipta lagi lantaran bisa diamankan oleh Mitchell. Di menit-menit akhir paruh perdana, gawang Liverpool hampir kebobolan. Henderson kehilangan bola, dan bola didapatkan Johnson yang lalu diberikan kepada Bent yang berada dalam posisi bagus untuk megnalahkan Karius. Akan tetapi, kondisi ini bisa ditebak dengan bagus oleh penjaga gawang Liverpool, yang langsung bergerak cepat dengan menghadang bola dengan kakinya. Skor 1-0 untuk keunggulan Liverpool bertahan hingga turun minum.
Di awal babak kedua, tepatnya di menit ke-50, Liverpool bisa menambahkan keunggulannya menjadi 2-0 atas Derby. Kali ini giliran Coutinho yang membobol gawang Mitchell usai bermain operan satu dua dengan Firmino.
Empat menit kemudian, Liverpool bisa memperlebar keunggulannya menjadi 3-0 atas Derby lewat gol Origi. Diawali dari Coutinho memberikan operan jitu kepada Origi yang berdiri di sisi kanan. Origi lalu menuntaskannya dengan tendangan keras yang tidak bisa dihadang oleh Mitchell.
Firmino nyaris mencetak gol keduanya di laga ini. Tepatnya di menit ke-61, dia menerima operan dari jarak dekat dan berada di posisi bagus untuk merobek gawang lawan. Cuma saja tendangan volinya masih dapat dihalau Mitchell.
Derby mendapatkan peluang pada menit ke-73. Diawali dari tendangan sudut, bola mengarah ke Keogh. Namun tandukannya masih melayang dari sasaran.
Derby mencoba tampil terbuka dan bermain menyerang untuk mencari gol ketertinggalannya. Tapi mereka terlihat sulit menembus dinding pertahanan Liverpool yang sangat rapat. Sementara Liverpool sedikit mengendurkan serangannya setelah unggul tiga gol. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap 3-0 untuk kemenangan Liverpool.
Di laga lainnya, Leicester City sempat memimpin dua gol terlebih dulu, kendati akhirnya Chelsea yang melaju ke babak keempat Piala Liga Inggris. The Blues menyingkirkan Leicester melalui babak perpanjangan waktu dengan skor akhir 4-2.
Dari laga yang digelar di King Power Stadium, Rabu (21/9) dinihari WIB tadi, Leicester yang bertindak sebagai tuan rumah menciptakan gol terlebih dulu melalui Shinji Okazaki pada menit ke-17. Okazaki kembali menciptakan gol keduanya pada menit ke-34.
Kala Leicester sepertinya akan mengakhiri babak perdana laga dengan unggul 2-0, Chelsea sukses menipiskan ketertinggalannya melalui aksi Gary Cahill di masa injury time.
Chelsea sukses bikin skor jadi seri di awal paruh kedua, tepatnya pada menit ke-49, lewat tendangan Cesar Azpilicueta. Menatap selesainya paruh kedua, Leicester harus tampil dengan 10 pemain usai Marcin Wasilewski mendapatkan kartu merah dari wasit yang memimpin pertandingan ini.
Di babak perpanjangan waktu, Chelsea bisa menciptakan dua gol lewat Cesc Fabregas. Di sisa waktu extra time ini, tidak ada gol tercipta. Hasil akhir ini mengantarkan Chelsea ke babak berikutnya di kompetisi Piala Liga Inggris.
Kronologi Laga
Chelsea langsung menekan begitu laga dimulai. Pedro memiliki peluang bagus, kala dia melepaskan tendangan seperti memberikan operan namun bola meluncur ke sasaran. Tapi bisa ditepis oleh penjaga gawang Leicester City Ron-Robert Zieler. Tak lama berselang, Chelsea meminta penalti kepada wasit usai melihat Marcin Wasilewski menyentuh bola di kotak penalti Leicester, tapi wasit tidak menggubrisnya.
Kali ini giliran Leicester yang meminta penalti kepada wasit lantaran menilai Gary Cahill melakukan pelanggaran terhadap Ahmed Musa di kotak penalti di menit ke-14. Namun wasit menilai tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemain Chelsea terhadap pemain Leicester.
Leicester unggul lebih dulu di menit ke-17. Lewat operan silang di sisi kanan mengarah ke depan jala Chelsea dan upaya Cesar Azpilicueta menghadang hanya membuat bola melayang ke tiang jauh. Dalam sudut sempit, Shinji Okazaki berhasil menanduk bola ke dalam jala Chelsea.
Tertinggal satu gol, Chelsea langsung tampil menekan dan meningkatkan serangannya demi mencari gol balasan. Michy Batshuayi memperoleh peluang pada menit ke-26 tapi tandukannya masih melenceng dari gawang.
Okazaki kembali mencetak gol lagi dakn sekaligus membawa Leicester unggul jadi 2-0 pada menit ke-34. Gol kedua Leicester diawali dari sebuah operan silang jitu Andy King ke sisi kiri, Okazaki sukses menceploskan bola ke dalam gawang tanpa bisa dihadang oleh Asmir Begovic.
Menjelang babak pertama selesai, Chelsea bisa menipiskan ketertinggalannya menjadi 1-2 dari Leicester. Berawal dari tendangan sudut, Cahill menanduk bola ke dalam jala Leicester. Pemain tim tuan rumah berusaha menghadang bola di garis jala, namun dalam tayangan ulang bola terlebih dulu sudah masuk ke dalam gawang.
Di awal paruh kedua, tepatnya di menit ke-50, Chelsea bisa menyamakan kedudukan jadi 2-2. Cesar Azpilicueta meneruskan operan silang dengan tendangan voli untuk merobek gawang Leicester.
Leicester kembali mengklaim penalti kepada wasit usai Demarai Gray dilanggar jatuh oleh pemain Chelsea di kotak terlarang pada menit ke-58. Namun wasit menilai tak terjadi pelanggaran dan laga dilanjutkan lagi.
Sepuluh menit kemudian, Batshuayi memiiki peluang bagus. Namun tendangan keras yang dilakukannya masih sedikit melenceng dari gawang. Di menit ke-71, giliran Diego Costa yang mencoba peruntungannya, tapi sama juga tembakannya masih belum mengarah ke gawang.
Musa nyaris membawa Leicester kembali unggul pada menit ke-73, andaikan tendangannya tidak bisa ditepis oleh Begovic.
Diego Costa kembali mendapatkan peluang bagus pada menit ke-84 usai menerima operan dari David Luiz. Dia melepaskan tendangan tepat ke sasaran, tapi bisa dihalau oleh Zieler.
Leicester harus tampil dengan 10 pemain di menit ke-89, usai Wasilewski mendapatkan kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Diego Costa.
Hingga selesainya waktu normal 2×45 menit, kedudukan seri 2-2 berubah berubah dan laga pun harus diteruskan ke babak perpanjangan waktu.
Satu menit menginjak perpanjangan waktu, Chelsea balik unggul. Eden Hazard bermain operan satu dua bersama Diego Costa kemudian melakukan umpan kepada Cesc Fabregas yang mengakhirinya dengan tendangan keras untuk merobek gawang Leicester.
Tiga menit berselang, Cesc Fabregas kembali merobek jala Leicester. Operan Hazard dihadang Zieler dan bola lalu melayang dan memantul hingga akhirnya disambar Fabregas dengan tendangan keras. Usai itu tak ada gol tercipta lagi. (As)

