Leicester City meraih kemenangan di pertandingan persahabatan pramusim perdananya. Menghadapi tim League One, Oxford United, Leicester menang 2-1.
Dalam laga yang dilangsungkan di Kassam Stadium, Rabu (20/7/2016) dinihari WIB tadi, Leicester City tampil dengan sebagian pemain pilarnya di laga ini dan dijadikan pemain utama. Yang menepi cuma Christian Fuchs yang bermain di lini belakang kiri, Jamie Vardy juga tidak tampil di pertandingan ini dan Marc Albrighton juga absen di laga ini.
Pertandingan ini juga sebagai peluang debut untuk para pemain anyar yang baru didatangkan Leicester di bursa transfer musim panas ini seperti Ahmed Musa, Ron-Robert Zieler dan Luis Hernandez. Ketiganya diturunkan di paruh kedua.
Oxford memimpin terlebih dulu di pertandingan ini. Gawang Leicester bergetar di menit ke-14, usai tembakan bebas Chris Maguire merobek jala tanpa dapat ditepis oleh penjaga gawang Kasper Schmeichel.
Leicester baru dapat mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-28. Demarai Gray yang menyambut umpan dari Leonardo Ulloa berhasil merobek gawang lawan melalui tendangan kaki kanannya. Skor imbang jadi 1-1 yang sekaligus bertahan hingga turun minum.
Di paruh kedua, Ranieri melakukan pergantian sejumlah pemain dengan memainkan Tom Lawrence, Zieler, Hernandez, Matty James dan Jeffrey Schlupp. Tidak lama kemudian, dia memainkan enam pemain lainnya, salah satunya adalah Musa.
Musa memiliki peluang untuk mengantarkan Leicester memimpin di menit ke-67. Akan tetapi, tendangan yang dilepaskannya bisa dihadang oleh penjaga gawang Oxford United, Simon Eastwood.
Dua menit berselang, juara bertahan Liga Primer Inggris itu akhirnya bisa berbalik unggul jadi 2-1 atas Oxford United. Kali ini giliran Schlupp yang mencatatkan namanya di papan skor usai tendangan mendatarnya tidak bisa ditepis oleh Eastwood.
Oxford mencoba mencetak gol balasan, tapi sepakan yang dilakukan Ryan Taylor masih dapat diredam oleh Ziler. Tidak lama kemudian, giliran Jonny Giles yang mencoba peruntungannya, tapi bisa diamankan oleh kiper Leicester itu.
Setelah itu kedua tim saling tekan menekan di sisa waktu babak kedua, tapi tidak ada gol tambahan tercipta hingga usai laga. Skor berakhir 2-1 untuk keunggulan Leicester atas Oxford United.
Leicester berikutnya akan berhadapan dengan Celtic di turnamen International Champions Cup pada akhir pekan ini atau tepatnya pada hari Sabtu (23/7).
Di sisi lain, ada tambahan berita lainnya mengenai kubu Leicester lagi. Leicester resmi mengumumkan bahwa sudah memberikan kontrak baru kepada Wes Morgan, yang mana akan mengikat sang pemain bertahan di klubnya sampai tahun 2019 mendatang.
Morgan sebagai salah satu pemain pilar atau krusial dalam kesuksesan Leicester meraih gelar juara Liga Primer Inggris musim silam. Pemain yang bermain di lini belakang tengah tersebut selalu bermain sebagai starter di skuad Ranieri.
Aksinya bersama Robert Huth sebagai salah satu faktor kenapa Leicester sangat kuat dan sulit dirobek lawan-lawannya. Morgan sebagai pemain ketiga yang tiap kali tampil di 38 laga dan mengantarkan The Foxes meraih gelar juara Premier League.
Sebelum Morgan, terlebih dulu ada Gary Pallister bersama Manchester United pada musim 1992/1993 dan John Terry dengan Chelsea pada musim 2004/2005.
Dari penampilan ciamik yang ditunjukannya musim silam, Morgan pun menjadi salah satu pemain yang diincar banyak klub di bursa transfer musim panas ini. Tidak ingin kehilangannya, Leicester pun menyodorkan kontrak baru selama tiga tahun kepada pemainnya itu.
“Saya tentu dengan senang hati meneken kontrak baru yang diberikan dari pihak Leicester City. Mereka mempercayaiku dan memperlakukanku secara adil, saya pun gembira dan bahagia sekali di sini. Maka itu saya sangat gembira dengan kontrak baru itu. Saya senang bisa bertahan di sini,” ungkap Morgan di website resmi Leicester City.
“Merengkuh gelar juara Liga Primer Inggris merupakan momen yang sangat spesial dan hingga kini merasa terasa dengan suasana itu. Sekarang ini kami jelas ingin berusaha keras dalam mempertahankan gelar tersebut serta bekerja keras untuk bermain lebih bagus, apalagi kami akan berlaga di ajang Liga Champions, yang mana ajang ini sangat dinantikan oleh kami dan juga para fans kami,” lanjutnya.
“Tapi sayangnya, ada beberapa pemain yang sudah pergi atau bergabung ke klub lain dan ada untungnya untuk beberapa pemain baru yang baru datang ke sini, lantaran mereka bisa mencicipi bermain di level tertinggi Eropa,” katanya lagi.
“Kami berharap para pemain yang baru datang ke sini segera bisa menyatu dengan gaya permainan tim di atas lapangan hijau, caranya berlatih keras dan berjuang keras. Kami tidak bisa main-main lagi, lantaran kami akan punya jadwal main akan lebih padat dari musim lalu, itu sudah pasti,” tegasnya.
Morgan bermain di Leicester mulai dari tahun 2011 dari Nottinham Forest. Sejak tampil di Championship, Morgan tercatat bermain 196 laga di semua ajang yang dijalaninya dengan mengoleksi delapan gol.
Leicester sebelumnya juga telah memagari dua pemain lainnya yakni, Danny Drinkwater dan Jamie Vardy, dengan kontrak anyar kala musim 2015/16 masih berlangsung.
Masih tentang kubu Leicester, Masa depan Riyad Mahrez yang sempat dispekulasikan akhirnya mulai terungkap. Claudio Ranieri mengungkapkan bahwa pemainnya itu ingin bertahan di Leicester.
Pada beberapa hari lalu, Mahrez memang kerap digosipkan dengan Leicester. Usai bermain bagus dan ikut membawa Leicester meraih gelar juara Liga Primer Inggris musim silam, Mahrez langsung menarik sejumlah perhatian klub-klub top Eropa yang ingin mendapatkan tanda tangan sang pemain seperti Arsenal, Barcelona dan Chelsea.
Mengenai ketertarikan dari tim lain, Mahrez menyebut bahwa dia memang ada mendapatkan kabar itu. Pemain Internasional Aljazair tersebut langsung menguat spekulasi usai menyebut kalau dirinya belum bikin keputusan mengenai masa depannya.
Perkataan Mahrez itu jelas bikin Leicester merasa was-was. Dikarenakan, mereka sebelumnya telah kehilangan N’Golo Kante yang sudah pergi untuk bergabung ke Chelsea. Akan tetapi, saat ini Leicester sudah bisa lega usai Ranieri mengungkapkan bahwa Mahrez ingin tetap di Leicester.
“Riyad Mahrez memang belum membuat keputusan, tapi dia baru mengatakan kepada saya bahwa dia masih ingin berkostum Leicester City. Dia senang dan betah bersama kami, jadi tak ada alasan dia hengkang dari klub kami,” ungkap Ranieri di situs resmi klub.
“Kami hanya ingin memakai para pemain yang benar-benar ingin bekerja dan berjuang keras untuk mencapai kesuksesan. Jika ada pemain yang tidak tertarik dengan itu maka kami tidak akan menahannya jika dia ingin pergi dari klub kami,” lanjutnya.
“Kami ingin mengulang seperti musim lalu, di mana kami berhasil memberikan kejutan yang sangat fantastis dengan cara meraih sebuah gelar yang paling bergengsi untuk kami.”
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya.
Ander Herrera digadang memiliki skill yang hampir sama dengan mantan pemain Manchester United, Paul Scholes. Dia tidak ingin dibandingkan dengan Scholes.
Kala masih tampil, Scholes adalah pemain yang bermain di barisan tengah United. Dan, dia adalah salah satu pemain penting di United dalam meraih sejumlah gelar juara.
Kala tiba ke The Red Devils di awal musim 2014, Herrera masih perlu bekerja keras demi mendapatkan waktu bermain banyak di skuad The Red Devils. Kendati begitu, ada banyak fans yang mengatakan performa Herrera hampir sama seperti Scholes.
Mengenai itu, Herrera merasa terkesan. Namun pemain internasional Spanyol tersebut menyatakan dengan tegas kalau dirinya tidak ingin dibandingkan dengan Scholes.
“Saya tidak tahu dari mana mereka bisa mengatakan bahwa gaya permainanku hampir sama dengan Paul Scholes. Saya tidak suka dibandingkan, apalagi dengan pemain veteran yang sudah sangat terkenal,” ujar Herrera.
“Saya adalah Ander Herrera. Saya tidak setangguh dia, namun saya akan tetap berusaha memberikan yang terbaik di sini. Saya dapat belajar dari aksi-aksinya di atas lapangan hijau, dia bisa memberikan operan panjang dengan jitu, kecepatan berlarinya juga sangat cepat. Selain itu ketajamannya juga sangat luar biasa, dia memang seorang pemain legenda di Manchester United,” sambungnya.
“Saya tentu ingin sekali bisa seperti dia. Tapi saya tahu itu akan sulit dilakukan, karena gaya permainan masing-masing akan berbeda. Namun saya berharap bisa memberikan yang terbaik kepada klubku.” (As)

