Leicester City meraih kemenangan meyakinkan di matchday pertama Liga Champions. Bertandang ke markas Club Brugge, Leicester menang tiga gol tanpa balas.
Leicester mencatatkan sejarahnya kala bermain di Jan Breydelstadion, Kamis (15/9) dinihari WIB tadi. Untuk perdana kali mereka tampil di ajang Liga Champions. Dan, mereka menjalaninya dengan sangat bagus. Leicester bahkan telah memimpin kala laga baru berlangsung lima menit, kala Marc Albrighton memaksimalkan kesalahan penjaga gawang Ludovic Butelle dan mengirim bola ke dalam jala kosong.
Eksekutor sepakan bebas Riyad Mahrez pada menit ke-29 langsung menambahkan keunggulan Leicester menjadi 2-0. Mahrez kembali mencetak gol keduanya pada menit ke-61 lewat sebuah penalti dan sekaligus memantapkan kemenangan Leicester menjadi 3-0 atas Club Brugge.
Kedudukan ini bertahan hingga laga selesai. Hasil positif ini sekaligus membawa Leicester sementara berada di puncak klasemen Grup G Liga Champions dengan koleksi tiga poin. Sementara di laga lainnya yang berada di grup sama, Porto bermain imbang 1-1 melawan FC Copenhagen.
Kronologi Laga
Leicester terlebih dulu memperoleh peluang kala laga baru berjalan tiga menit. Jose Izquierdo melepaskan tendangan kaki kiri dari jarak jauh. Tapi tendangan yang dilepaskannya masih melenceng.
Dua menit kemudian, tim tamu membuka keunggulannya. Operan Luis Hernandez dari lemparan ke dalam tidak bisa dihadang oleh penjaga gawang Brugge, Ludovic Butelle. Bola lalu mengarah ke Marc Albrighton dan lantas disambar ke dalam jala kosong.
Usaha dari Wes Morgan melalui tandukan meneruskan operan Albrighton pada menit ke-20 masih melayang. Tak lama kemudian, gantian Brugge yang mengancam, tapi tendangan Izquierdo masih melebar dari sasaran.
Leicester justru bisa mengandakan keunggulannya menjadi 2-0 atas Brugge pada menit ke-29. Eksekutor sepakan bebas Riyad Mahrez tidak bisa ditepis oleh Butelle. Enam menit kemudian, tim tamu nyaris mencetak gol ketiganya di laga ini, andaikan tembakan danny Drinkwater tidak bisa dihalau oleh Butelle.
Di sisa waktu paruh perdana, Leicester memiliki banyak kans. Tendangan Drinkwater pada menit ke-41 masih sedikit melayang dari sasaran. Jamie Vardy nyaris mencetak gol jika sepakannya tidak dapat dihadang Butelle.
Brugge nyaris bisa memperkecil ketertinggalannya di babak kedua. Tepatnya pada menit ke-57, Izquierdo melepaskan tendangan tepat ke sasaran, tapi bisa diredam oleh kiper Leicester City Kasper Schmeichel.
Tiga menit berselang, gawang Brugge malah kembali bergetar untuk ketiga kalinya. Diawali dari Vardy ditekel di kotak terlarang dan wasit memberikan hadiah penalti kepada Leicester. Mahrez yang menjadi algojo dan menjalani tugasnya dengan baik dan sekaligus mengubah skor menjadi 3-0.
Tertinggal tiga gol, Brugge tidak pasrah begitu saja. Mereka mencoba tampil terbuka dan meningkatkan serangannya. Tapi upaya mereka gagal.
Sementara leicester terus menekan tapi usaha mereka untuk menambahkan keunggulan tidak menemui sasaran. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit, skor tetap 3-0 bertahan hingga usai laga.
Di laga lainnya, Paris Saint-Germain dan Arsenal sama-sama mendapatkan satu poin usai keduanya bermain imbang 1-1 di matchday pertama Grup A Liga Champions.
Menghadapi Arsenal di Parc de Princes, Rabu (14/9) dinihari WIB tadi, Paris Saint-Germain mengawali dengan sangat bagus kala Edinson Cavani menciptakan gol cepat. Belum genap satu menit di babak pertama, striker asal Uruguay tersebut sudah membobol gawang The Gunners lewat tandukannya yang meneruskan operan silang Serge Aurier.
PSG langsung mendominasi jalannya laga dan memiliki banyak kans emas. Namun mereka gagal memanfaatkan kans yang ada menjadikan gol, termasuk kans yang dimiliki oleh Cavani, bikin mereka gagal menciptakan gol tambahan dan menang di laga ini.
Punya banyak kans untuk menciptakan gol, gawang Les Parisiens justru kemasukan pada menit ke-78. Arsenal bisa membalas gol melalui aksi Alexis Sanchez.
Di sisa waktu laga babak kedua, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Keduanya harus puas dengan satu angka. Dari hasil imbang ini semua tim yang berada di grup A sama-sama mendapatkan satu angka. Di laga lainnya, Basel dan Ludogorets juga bermain seri 1-1, yang mana laga ini berlangsung di St. Jakob-Park. Ludogorets memimpin terlebih dulu melalui Jonathan Cafu dan gol balasan dilesakkan oleh Renato Steffen.
Kronologi Laga
Seperti yang sudah dikatakan di atas itu, laga belum berlangsung satu menit, tim tuan rumah telah membuka keunggulannya. Serge Aurier menyambut operan jitu dari kanan kemudian memberikan operan silang. Si kulit bundar berhasil disambut Cavani dengan tandukan untuk merobek gawang Arsenal.
PSG kembali mendapatkan peluang bagus pada menit kesepuluh. Angel Di Maria dengan pandai melakukan operan itu kepada Adrien Rabiot. Bola disambut Rabiot dengan tembakan, namun tidak tepat ke sasaran usai dihadang oleh pemain Arsenal, Laurent Koscielny.
Tiga menit kemudian, sebuah tendangan sudut nyaris menjadi kesalahan bagi Arsenal. Eksekutor Angel Di Maria meluncur lantas ke jala, sedangkan kiper Arsenal David Ospina berdiri jauh dari garis gawang. Untungnya, Ospina bisa menghalau bola dan tidak tercipta gol.
Arsenal baru bisa mengancam kala laga menginjak menit ke-22. Nacho Monreal menggiring bola dari sisi kiri kemudian memberikan operan dan berhasil diterima Alex Oxlade-Chamberlain. Namun tidak ada satu pemain Arsenal yang berhasil menyambarnya dan bola berhasil dibuang oleh pemain PSG.
PSG hampir menggandakan keunggulannya pada menit ke-34. Verratti memberikan operan matang kepada Cavani. Namun si kulit bundar sukses dihadang oleh Monreal. Namun bola liar ternyata bisa didapatkan Cavani yang dalam posisi satu lawan satu dengan Ospina, namun Cavani tidak bisa mengirim bola ke dalam jala lantaran tembakannya melebar dari sasaran.
Arsenal terlihat sulit membongkar pertahanan PSG yang dibentengi oleh Rabiot, Marco Verratti dan Grzegorz Krychowiak. Mereka mencoba menyerang lewat sisi kanan dan sisi kiri, tapi semuanya masih dapat dihalau oleh bek tim tuan rumah.
Cavani kembali melewati kans emas. Dia telah sukses dari perangkap offside dan menyambut operan dari Di Maria. Akan tetapi, dia gagal mengendalikan bola dengan bagus sehingga mudah diantisipasi oleh Ospina.
Setelah itu kedua tim saling tekan menekan namun tidak ada gol tercipta di sisa waktu babak pertama. Skor 1-0 untuk keunggulan PSG bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSG meminta penalti pada menit ke-53 usai mereka menilai Monreal melakukan pelanggaran terhadap Di Maria di kotak penalti. Namun wasit menilai tidak terjadi pelanggaran.
Arsenal terlihat tampil lebih baik jika dibandingkan di babak pertama. Francis Coquelin mendapatkan peluang bagus, tapi tembakannya bisa dihalau oleh Thiago Silva.
Aurier kembali mencoba peruntugannya. Bermain operan satu dua bersama Di Maria, Aurier dalam posisi bagus untuk mengalahkan Ospina. Namun sayangnya, penyelesaiannya gagal.
Tidak lama kemudian, Rabiot menggiring bola dan mencoba masuk ke dalam kotak terlarang. Tapi bisa dihadang pemain lawan dan bola liar didapatkan oleh Cavani yang lantas melepaskan tendangan tepat ke sasaran. Namun tidak tercipta gol lantaran bisa diamankan oleh Ospina.
Ospina nyaris membuat kesalahan yang bisa berujung gol kala memberikan operan pada menit ke-71. Bola didapatkan Verratti yang lalu memberikan umpan kkepada Di Maria. Nama pemain terakhir yang disebutkan itu langsung melego pemain lawan sebelum melepaskan tendangan. Ospina lagi-lagi berhasil menyelamatkan gawangnya usai menghalau tendangan Di Maria.
Arsenal bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-78. Operan Oezil dituntaskan dengan tendangan keras Alex Iwobi dari jarak dekat, namun dapat dihadang Alphonse Areola. Bola muntah dan disambut Alexis Sanchez untuk merobek gawang PSG. Skor kini jadi 1-1.
Cavani punya peluang emas lagi pada menit ke-81. Menyambut operan jitu dari Javier Pastore, Cavani berhasil lolos dari jagaan Koscielny, tapi Cavani gagal mengalahkan Ospina yang berhasil membuang bola.
Arsenal memperoleh peluang bagus lewat countter attack. Alexis Sanchez memberikan umpan kepada Iwobi yang berdiri disisi kiri dan tanpa lama dia melepaskan tendangan tepat ke sasaran. Tapi bisa diredam oleh Areola.
Hingga laga selesai, tidak ada gol tercipta lagi. Malah kedua tim harus mengakhiri pertandingan dengan 10 orang pemain usai Giroud dan Verratti mendapatkan kartu merah dari wasit yang memimpin pertandingan, lantaran kedua pemain terlibat ribut dalam perebutan bola di masa injury time. (As)

