Leicester City memboyong pemain perdananya untuk musim depan. Dia merupakan penjaga gawang asl Jerman, Ron-Robert Zieler, yang direkrut dari Hannover.
Pemain berumur 27 tahun ini hengkang dari Hannover yang terdegradasi setelah finis di posisi dasar klasemen di musim yang baru saja selesai. Zieler didatangkan dengan harga transfer senilai tiga juta pound dan diberikan kontrak baru selama empat tahun, yang artinya dia akan bertahan di klub baru hingga tahun 2020 mendatang.
Leicester masih punya Kasper Schmeichel, yang bermain penuh di Premier League musim 2015/2016. Kehadiran Zieler tentu menjaga-jaga atau merotasi pemain di skuad Leicester. Selain itu, Leicester juga menjalani ajang Liga Champions untuk perdana dalam sejarah tim.
Zieler sendiri pun mengaku sangat senang setelah resmi menjadi pemain Leicester City. “Ya, saya sangat gembira bisa resmi bergabung ke Leicester City, klub yang melakoni sebuah musim yang sangat fantastis. Ini tentu menjadi kesenangan tersendiri bisa menjadi pemain di klub ini,” senang Zieler.
“Saya tahu di klub baruku memiliki kiper berpengalaman dan berkualitas yakni, Kasper Schmeichel, tapi itu tidak membuatku menolak tawaran untuk bergabung di klub. Saya tahu pasti ada kesempatan untuk saya bermain di atas lapangan hijau. Apalagi klub akan menjalani ajang Liga Champions yang paling bergengsi ini, jadi saya yakin saya akan mendapatkan kesempatan tampil di turnamen itu,” lanjutnya.
“Pertama-tama saya harus beradaptasi cepat dan menyatu dengan gaya permainan Leicester. Setelah itu akan berjuang keras dan bekerja keras kala mengikuti latihan. Saya juga tak sabar dilatih oleh pelatih cerdik, Claudio Ranieri. Ini sangat hebat sekali dan saya tak sabar menantinya,” tambahnya.
“Saya sudah diperkenalkan dengan teman-teman setimku dan mereka semua ramah tamah dengan saya. Saya sangat terkesan dengan kondisi itu dan para suporter di sini juga sangat mendukung sekali, luar biasa.”
Zieler menuntaskan enam musim dengan Hannover dan telah bikin lebih dari 200 laga yang dilewatinya. Dia juga sebagai salah satu pemain penting di tim nasional Jerman yang sekaligus membantu negaranya meraih gelar juara Piala Dunia 2014 serta rengkuh trofi Piala Eropa U-19.
Zieler juga pernah menjadi pemain akademi Manchester United di tahun 2015, di mana dia pernah tampil dengan banyak pemain Leicester seperti Ritchie de Laet, Danny Drinkwater, Matty James dan Danny Simpson. Tapi Zieler tidak pernah bermain di klub senior The Red devils dan malah sempat dilepas ke Northampton Town dengan status dipinjamkan.
Beralih ke berita Spanyol, Pepe tidak ada pikiran untuk hijrah dari Real Madrid di bursa transfer musim panas ini. Pemain asal Portugal ini berharap bisa diberikan kontrak baru dari pihak Los Blancos demi bertahan lebih lama di klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu.
Kontrak pemain berumur 33 tahun tersebut akan selesai di tahun 2017 mendatang. Dengan demikian, El Real punya pilihan untuk memperpanjang kontrak Pepe atau melepas dia guna sang pemain tak hengkang secara cuma-cuma alias tanpa mendapatkan sepersen pun.
Melihat performanya yang cukup mengesankan, Pepe nyaris selalu sebagai pemain utama di barisan belakang Madrid. Hingga kini pemain asal Brasil tersebut sudah bikin lebih dari 300 laga yang dilewatinya di semua ajang dan juga baru membawa klubnya meraih gelar juara Liga Champions kedua dari tiga musim pamungkas.
Hingga kini Madrid belum ada kabar soal perpanjangan kontrak untuk Pepe. Jika klub akan menjualnya di bursa transfer musim panas ini, maka Pepe pun siap angkat koper dan pergi mencari klub baru.
“Saya tentu berharap musim 2015/2016 bukan musim terakhirku di Real Madrid. Saya tahu kontrakku tinggal satu tahun lagi dan klub bisa saja melepasku, tapi saya berharap klub bisa menawarkan kontrak baru lagi kepada saya,” ungkap Pepe di situs resmi klub.
“Saya pikir saya sudah banyak membantu tim dan meraih kesuksesan. Saya kira saya layak dipertahankan tapi itu semua tergantung pihak klub. Memang diusiaku sekarang ini sudah tidak muda lagi untuk pesepakbola profesional, tapi saya yakin saya masih bisa memberikan yang terbaik kepada klub setidaknya untuk beberapa musim ke depan,” lanjutnya.
“Saya selalu mengutamakan Real Madrid. Namun andai mereka tidak ingin saya di klubnya lagi, maka saya akan menerima keputusan mereka. Dan saya akan mencari klub baru yang siap memberikan satu tempat di skuad tersebut. Kita lihat saja nanti.”
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai hasil akhir laga antara Inggris menghadapi Portugal.
Timnas Inggris harus berjuang keras untuk mengalahkan 10 pemain Portugal di pertandingan ujicoba menatap EURO 2016. The Three Lions cuma menang tipis 1-0 atas Portugal.
Di pertandingan yang dilangsungkan di Wembley, Jumat (3/6) dinihari WIB, Inggris tampil dengan skuad berbeda setelah menaklukkan Australia minggu silam. Cuma saja Chris Smalling yang tetap ada di lini belakang skuad.
Media-media lainnya menyatakan skema permainan Inggris merupakan yang akan diterapkan manajer Roy Hodgson di laga pertama kontra Rusia di EURO 2016 minggu depan.
Sedangkan Portugal menurunkan Rafa Silva, Rui Patricio, Vierinha, Bruno Alves, Eliseu, Danilo Pereira dan Nani menjadi pemain utama di pertandingan ini usai diistirahatkan di pertandingan melawan Norwegia beberapa hari yang silam.
Tampil dengan sejumlah pemain pilar, Inggris justru kelihatan sulit membongkar pertahanan Portugal. Aksi Harry Kane dan Jamie Vardy di barisan depan serta dibantu Wayne Rooney tidak banyak bikin kans bagus ke jala Portugal.
Kans terbagus Inggris baru tercipta pada menit ke-23 kala Kyle Walker melepaskan umpan lewat sisi kanan, tapi tandukan Rooney terlalu ringan dan dapat dijinakkan dengan mudah oleh kiper Portugal Rui Patricio.
Portugal harus tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-35 setelah Bruno Alves menerima kartu merah langsung dari wasit yang memimpin pertandingan, lantaran sang pemain mengangkat kaki terlalu tinggi ke Kane saat keduanya sedang berebut bola.
Akan tetapi, Inggris yang unggul jumlah pemain tidak bisa memecah kebuntuannya di paruh perdana kendati sempat memiliki beberapa kans bagus. Sementara Portugal yang kehilangan seorang pemain terpaksa menahan serangan yang datang dari lawannya dan mencoba menyerang lewat serangan balik. Namun skor masih 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Inggris terlihat sulit menembus dinding pertahanan lawan. Berulang kali mereka menyerang lewat sisi kanan maupun sisi kiri belum menemui sasaran.
Tidak bisa serang dengan melebar, Inggris mencoba menyerang lewat operan terobosan melalui aksi pemain yang berposisi di barisan tengah, namun pertahanan Portugal yang dijaga Jose Fonte dan Ricardo Carvalho, berhasil menghadang upaya Inggris dalam menciptakan gol.
Inggris sempat memperoleh beberapa kans lewat Kane dan juga Vardy, tapi keduanya gagal memanfaatkan kesempatan yang ada alias gagal mencetak gol. Bahkan Rooney juga coba peruntungannya, tapi belum menemui sasaran.
Portugal yang kalah jumlah pemain memang tidak bisa mendapatkan kans bagus. Bisa dikatakan, mereka hanya bermain bertahan kemudian menggandalkan serangan balik. Itu pun tidak bisa didapatkan untuk Portugal ke pertahanan Inggris yang sangat kokoh.
Portugal baru punya kans bagus kala laga menginjak menit ke-75 melalui counter attack. Tapi tendangan yang dilepaskan pemainnya tidak tepat ke sasaran. Dalam jumlah tujuh tendangan yang tercipta, tidak ada satu yang mengarah ke gawang.
Inggris yang tampil dominasi akhirnya baru bisa membuka keunggulannya di menit ke-85. Diawali dari tendangan bebas Walker yang tidak bisa dihadang bagus oleh pertahanan lawan, bola mengarah ke Jack Wilshere yang lantas memberikan umpan ke Raheem Sterling. Sterling kemudian memberikan umpan ke depan jala dan berhasil diterima oleh Smalling yang menyundul si kulit bundar ke sasaran tanpa bisa ditepis oleh Patricio. Inggris unggul 1-0.
Setelah itu Inggris kembali menekan dan menyerang pertahanan Portugal. Namun hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya pertandingan, tak ada gol tambahan tercipta. Skor berakhir 1-0 untuk kemenangan Inggris atas Portugal. Setelah pertandingan ini selesai, maka berakhirlah rangkaian pertandingan persahabatan Inggris menatap EURO 2016, dengan catatan menang di tiga laga persahabatan itu. Sedangkan Portugal akan melawan Estonia akhir pekan ini. Usai itu mereka akan bersiap-siap untuk bertanding di Prancis. (As)

