Lazio meraih kemenangan 1-0 atas Nice di matchday 4 Grup K Liga Europa. Kemenangan ini mengantarkan Lazio lolos ke babak 32 besar.
Dalam laga menghadapi Nice diĀ Stadion Olimpico, Jumat (3/11/2017) dinihari WIB tadi, Lazio yang bertindak sebagai tim tuan rumah harus menanti sampai masa injury time untuk menciptakan gol. Lazio pada akhirnya memimpin pada menit ke-92 melalui gol bunuh diri dari pemain Nice.
Gol ini diawali dari sepak pojok yang diperoleh Lazio. Bola yang ditanduk Marco Parolo mengenai Maxime Le Marchand dan masuk ke dalam jala Nice. Dari hasil akhir 1-0 di laga ini membawa Lazio melaju ke babak 32 besar Liga Europa. Klub besutan Simone Inzaghi itu berada di posisi pertama klasemen Grup K Liga Europa dengan raihan 12 angka dalam empat pertandingan yang sudah dijalaninya. Lazio memimpin enam angka dari Nice yang berada di peringkat kedua klasemen. Menang head-to-head dari Nice, Lazio pun dipastikan menjadi juara grup.
Lazio dan Nice bermain seri tanpa gol di paruh perdana. Tak banyak kans bagus tercipta yang diperoleh kedua tim ini. Di paruh kedua, Wesley Sneijder yang melihat Thomas Strakosha keluar agak depan dari gawang coba mengalahkannya. Namun tembakannya masih dapat dihalau.
Kala pertandingan sisa 10 menit, Nice coba meningkatkan daya serang dengan memainkan Mario Balotelli. Namun Balotelli tidak bisa memberikan hasil bagus untuk Nice. Kala pertandingan tampak akan selesai dengan skor seri, Lazio justru bisa memecah kebuntuannya. Diawali dari tendangan sudut, bola yang disundul Parolo mengenai Le Marchand dan masuk ke dalam jala. Lazio pun menang 1-0 lewat gol bunuh diri.
Di laga lainnya, Everton dipastikan terdepak dari Liga Europa. The Toffees tidak lagi memiliki kans setelah dilibas Lyon dengan skor akhir 0-3. Bermain diĀ Groupama Stadium, Jumat (3/11/2017) dini hari WIB tadi juga, Everton sempat bermain imbang dengan Lyon. Bahkan kedua tim sama-sama tidak bisa mencetak gol di sepanjang babak pertama.
Di paruh kedua, Everton terpaut di menit ke-68. Bertrand Traore mengantarkan Lyon unggul 1-0 usai memaksimalkan lengahnya barisan pertahanan Everton. Lyon lalu menggandakan keunggulannya di menit ke-76. Houssem Aouar ikut menjebol jala Jordan Pickford. Lagi-lagi lantaran tak siaganya pemain-pemain Everton, Aouar dengan mudah mengirim bola masuk ke dalam jala dengan tendangan mendatar. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Lyon.
Empat menit kemudian, Everton yang tertinggal dua gol malah harus kehilangan seorang pemain usai Morgan Schneiderlin mendapatkan kartu kuning kedua dari wasit lantaran melakukan pelanggaran terhadap Gnaly Maxwell Cornet.
Lyon yang unggul jumlah pemain tentu lebih berpeluang untuk mencetak gol tambahan lagi. Hasilnya juga oke pada menit ke-88, mereka bisa mencetak gol ketiga di laga ini. Kali ini giliran Memphis Depay yang mencatatkan namanya di papan skor usai menyundul ke sasaran yang tidak bisa ditepis oleh Pickford. Di sisa waktu babak kedua ini, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Kedudukan 3-0 itu bertahan sampai pertandingan selesai.
Dengan hasil akhir 3-0 di laga ini bikin Everton terdepak dari Liga Europa dengan sebagai juru kunci Grup E Liga Europa. Everton hanya memiliki satu angka dari hasil satu kali bermain seri dan tiga kali menelan kekalahan. Sedangkan Lyon berada di posisi kedua klasemen dengan koleksi delapan angka, jumlah poin sama dimiliki Atalanta yang memuncaki klasemen.
Pada partai lainnya lagi, Bayern Munich memantapkan satu tiket melaju ke babak perdelapan final Liga Champions. Bayern melaju usai mengalahkan Celtic dengan skor akhir 2-1. Bayern bermain tanpa penyerang murni di laga di Celtic Park, Rabu (1/11/2017) dinihari WIB. Manajer Jupp Heynckes memilih untuk memainkan James Rodriguez lebih ke depan lantaran menepinya Thomas Mueller dan Robert Lewandowski.
Kendati begitu, Bayern tetap bisa meraih tiga poin di kandang Celtic. Dua gol Bayern dicetak oleh Kingsley Coman di menit ke-22 dan Javi Martinez di menit ke-77. Sedangkan Celtic cuma bisa mencetak satu gol balasan lewat Callum McGregor di menit ke-74.
Dari hasil akhir di laga ini maka Bayern tetap berada di posisi kedua klasemen Grup B Liga Champions dengan raihan sembilan angka dalam empat pertandingan yang sudah dilakoninya. Sementara posisi puncak diduduki oleh Paris Saint-Germain yang memiliki 12 angka. Bayern memastikan diri lolos dari babak penyisihan grup kendati masih punya dua laga tersisa.
Celtic yang ada di posisi ketiga dengan raihan tiga angka, dilihat memang masih dapat menyamai jumlah angka dari Bayern. Namun tim Skotlandia itu tidak akan bisa melaju lantaran takluk head-to-head dari Bayern.
Dalam pertandingan berlangsung ini, Bayern membuka keunggulannya kala laga memasuki menit ke-22 lewat aksi Coman. Gol ini tidak lepas dari longgarnya lini belakang Celtic kala mengamankan bola panjang dari penjaga gawang Bayern, Sven Ulreich. Keputusan kiper Celtic, Craig Gordon, untuk keluar dari gawangnya malah berakhir kebobolan. Coman yang mengendalikan bola sukses melego Gordon, lalu dengan gampang melepaskan tendangan ke jala yang sudah kosong. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Celtic bisa mencetak gol penyama menjadi 1-1 dari bayern kala laga menginjak menit ke-74. McGregor yang merobek jala Bayern dengan memanfaatkan operan manis dari James Forrest.
Namun Bayern bisa kembali unggul tiga menit berselang melalui aksi Martinez. Menerima operan dari David Alaba, Martinez menciptakan gol lewat tandukan. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Bayern atas Celtic yang sekaligus bertahan hingga laga selesai. (As)

