Frank Lampard begitu terkesan dengan penampilan Alvaro Morata. Menurut eks pemain Chelsea itu, Morata itu penyerang yang luar biasa.
Alvaro Morata baru didatangkan Chelsea di bursa transfer musim panas silam dari Real Madrid dengan nilai transfer sekitar 60 juta pound sterling. Ini bikin Morata menjadi pemain termahal The Blues sekarang ini. Ketika Morata tiba tidak sedikit juga yang meragukan pemain asal Spanyol itu dapat berkilau di Chelsea, menyusul dia bukan opsi pertama di Real Madrid. Tidak lagi mengenai torehan golnya yang kurang manis selama kariernya. Jumlah 20 gol musim silam adalah yang tertinggi.
Namun Morata bisa menjawabnya dengan menampilkan performa terbaiknya di atas lapangan hijau setidaknya sampai bulan November ini kala dia telah menciptakan delapan gol dalam 13 laga yang sudah dilewatinya di semua ajang, termasuk tujuh gol yang dibuatnya di Liga Primer Inggris 2017/2018. Memang Morata sempat tidak mencetak gol di beberapa laga tapi dia berhasil mengakhirinya kala mengantarkan Chelsea menaklukkan Manchester United dengan skor akhir 1-0 pada akhir minggu silam.
Penampilan Morata itu yang telah membuat Lampard terkesima. Mantan pemain Chelsea itu memberikan sanjungan tinggi kepada Morata yang mana dia menilai Morata adalah penyerang yang luar biasa, tidak hanya dapat menciptakan gol namun juga ikut membantu serangan. “Alvaro Morata sejauh ini bermain dengan bagus. Dia terus berusaha untuk mencetak gol, dia seorang penyerang yang luar biasa. Dia memiliki segalanya untuk menjadi yang terbaik, dia punya kecepatan berlari yang sangat cepat, bisa mengendalikan bola dengan baik, punya poster tubuh yang tinggi dan dapat menciptakan banyak gol,” puji Lampard yang kini berumur 39 tahun itu.
“Dia menjadi pahlawan kemenangan untuk Chelsea di laga melawan Manchester United pada akhir pekan lalu, di mana dia mencetak gol tunggal the Blues. Dia menanduk bola dengan tepat ke dalam gawang The Red Devils. Sebelum laga ini, dia memang sempat gagal mencetak gol, tapi itu tidak bikin dirinya putus asa. Justru dia terlihat ingin tampil lebih baik lagi di atas lapangan hijau. Secara pribadi, saya tentu senang sekali melihat performa dia di Chelsea dan saya pikir dia bisa menciptakan sejumlah gol untuk Chelsea di semua kompetisi yang dijalaninya pada musim ini,” tambahnya.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, timnas Swiss meraih kemenangan di laga leg pertama babak playoff Piala Dunia 2018. Menghadapi Irlandia Utara, Swiss menang tipis 1-0 berkat sebuah penalti yang dieksekusi oleh Ricardo Rodriguez. Dari laga yang berlangsung di Windsor Park, Jumat (10/11/2017) dinihari WIB, kedua tim ini bermain seri tanpa gol alias 0-0 kala paruh perdana berakhir.
Dalam pertandingan berlangsung ini, sepakan Granit Xhaka dari jarak jauh di menit ke-12 masih belum menemui sasaran. Sepakannya masih melenceng dari gawang. Kapten Swiss Stephan Lichtsteiner, tidak bisa memaksimalkan kans di menit-menit akhir paruh perdana. Dia terpeleset kala hendak menerima bola operan dari rekannya. Di menit ke-46, Xherdan Shaqiri sempat memiliki peluang, dia melepaskan tembakan tapi masih belum mengarah ke gawang. Skor masih 0-0 bertahan hingga turun minum.
Striker Swiss Haris Seferovic juga tidak bisa memaksimalkan kans di menit ke-53. Sebuah operan silang datar hanya lewat dan tidak ada yang bisa memanfaatkannya. Sepakan voli Shaqiri di menit ke-54 memberikan hadiah penalti kepada Swiss. Wasit menilai bola mengenai tangan Corry Evans. Ricardo Rodriguez yang maju sebagai algojo dan menjalani tugasnya dengan baik. Swiss pun unggul 1-0.
Seferovic kembali memberikan ancaman di menit ke-61, tapi tendangan yang dilepaskannya masih bisa dihadang. Bolanya dihalau oleh pemain Irlandia Utara. Gantian, Irlandia Utara memberikan serangan melalui Chris Brunt di menit ke-73. Namun sayang sekali, tembakan bebas Brunt masih melebar dari gawang. Pada sisa waktu babak kedua ini, tidak ada gol tercipta lagi. Swiss tampil sebagai pemenang dengan skor 1-0 atas Irlandia Utara.
Dengan hasil akhir 1-0 di laga ini maka Swiss tinggal memerlukan hasil seri untuk melaju atau meraih tiket bermain di Piala Dunia 2018. Laga leg kedua akan digelar di St. Jakob-Park, Selasa (14/11/2017).
Pada laga lainnya lagi, Kroasia membuka kans besar untuk melangkah ke Piala Dunia 2018. Di laga leg perdana babak play-off, Kroasia menang telak 4-1 atas Yunani.
Menghadapi Yunani di Stadion Maksimir, Zagreb, Jumat (10/11/2017) dinihari WIB, Kroasia mencetak empat gol ke gawang Yunani. Empat gol itu dilesakkan oleh Luka Modric, Nikola Kalinic, Ivan Perisic, dan Andrej Kramaric. Sedangkan Yunani hanya bisa mencetak satu gol balasan yang dibuat oleh Sokratis Papastathopoulos. Dengan kemenangan telak ini maka Kroasia memiliki kans besar untuk melaju ke Piala Dunia 2018. Sementara Yunani butuh menang dengan minimal tiga gol tanpa balas untuk lolos dan laga leg kedua akan dilangsungkan pada hari Senin (13/11/2017) dinihari WIB.
Dari laga berlangsung ini, Kroasia memperoleh hadiah penalti di menit ke-13 setelah pelanggaran yang dilakukan penjaga gawang Orestis Karnezis terhadap Kalinic. Modric yang maju sebagai algojo berhasil menjalani tugasnya dengan baik dan mengantarkan Kroasia unggul 1-0.
Enam menit kemudian, gantian Kalinic yang merobek jala Yunani. Penyerang AC Milan tersebut meneruskan operan silang dari Ivan Strinic untuk membawa Kroasia unggul jadi 2-0. Yunani bisa memperkecil ketertinggalannya jadi 1-2 pada menit ke-30. Sokratis menciptakan gol melalui tandukan yang memanfaatkan bola tendangan sudut dari Konstantinos Fortounis.
Namun Kroasia kembali menjaga keunggulannya tiga menit berselang. Perisic menyundul bola operan silang dari Sime Vrsaljko untuk mengantarkan timnya unggul 3-1. Kedudukan ini bertahan sampai babak pertama selesai. Empat menit usai paruh kedua dimulai, Kroasia menambahkan keunggulannya melalui gol Kramaric.
Gol keempat Kroasia diawali dari Vrsaljko. Dia mendapatkan bola dari dalam kotak terlarang usai memanfaatkan kesalahan Konstantinos Stafylidis, Kramaric yang berdiri di depan jala dengan gampang tinggal mengirim bola ke dalam gawang.
Yunani mencoba tampil terbuka dan keluar menyerang untuk mencari gol ketertinggalannya, tapi upaya mereka gagal. Setelah itu kedua tim saling tekan menekan di sisa waktu, tapi tidak ada perubahan skor lagi. Skor berakhir 4-1 untuk kemenangan Kroasia atas Yunani. (As)

