Juventus akan berhadapan dengan AC Milan di laga lanjutan Liga Italia. Andrea Pirlo, yang pernah tampil untuk kedua klub, menyatakan krusialnya kedua tim bagi dirinya.
Andrea Pirlo berkarier di AC Milan sudah 10 tahun lamanya usai direkrut dari Inter Milan di awal musim 2001/02. Bersama I Diavolo Rosso, dia sukses meraih sejumlah gelar di antaranya yang sudah pernah dimenanginya seperti Liga Champions dan Serie A.
Akan tetapi, kebersamaan Pirlo bersama Rossoneri selesai pada akhir musim 2010/2011. Manajemen klub mengambil keputusan untuk tidak memberikan kontrak baru lagi kepada sang pemain.
Juventus pun langsung menggaet pemain yang bermain di barisan tengah. Pirlo langsung sebagai mesin tangguh Juventus setelah calciopoli. Selesai dari Juventus, Pirlo berangkat ke New York City sampai pensiun.
Sekarang ini eks kedua tim Pirlo akan saling berhadapan di Allianz Satdium, Minggu (1/4/2018) dini hari WIB. Menatap perjumpaan kedua tim, Pirlo membeberkan seberapa krusial kedua tim dari kariernya.
Pirlo menyatakan Milan menjadi tim yang luar biasa lantaran di sana untuk perdana kalinya dia sebagai pemain reguler di level teratas. Sedangkan Juventus adalah bak tempat pembalasan untuk melakoni periode berat.
“Seragam AC Milan merupakan sesuatu yang begitu oke untuk saya. Lantaran ini merupakan pengalaman perdana saya yang sebenarnya menjadi pemain reguler di level tertinggi,” ujar Pirlo di situs resmi klub.
|Saya terus dengan Milan sekitar 10 tahun lamanya dan bisa dikatakan sangat beruntung untuk meraih nyaris semua gelar. Saya tentu berterima kasih sekali dengan seragam yang saya pakai pada saat itu,” lanjutnya.
“Juventus bikin saya membalas untuk saya usai sempat menjalani laga sulit. Saya datang di tim yang diambil alih dengan bagus dan nampak haus gelar. Usai 10 tahun bersama Milan, saya memerlukan motivasi anyar,” tambah pelatih berusia 38 tahun itu.
“Namun kini kedua tim yang pernah saya perkuat akan bertanding pada akhir pekan ini. Saya tentu akan menyaksikan pertandingan itu dan pastinya saya tidak bisa memberikan dukungan untuk tim mana pun lantaran keduanya sudah pasti akan saya dukung.”
“Saya berharap kedua tim itu bisa tampil bagus dan memberikan yang terbaik di atas lapangan hijau,” katanya menambahkan.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, bermain bagus, Patrick Cutrone kabarnya akan menerima hadiah berupah kontrak anyar dari AC Milan. Kontrak Cutrone dikabarkan akan ditawari dari pihak Milan.
Cutrone tengah melakoni musim penuh perdananya dengan Milan. Penyerang berumur 20 tahun itu promosi ke klub utama Milan di bulan Januari 2017 lalu usai mendapatkan ilmu di primavera.
Hingga sekarang ini Cutrone telah menciptakan tujuh gol dalam 11 laga yang dilewatinya di Liga Italia. Jika dijumlahkan, dia mengoleksi 15 gol dalam 37 laga di seluruh ajang yang dilewatinya.
Dengan penampilan seperti itu, Cutrone juga dipanggil ke timnas senior Italia untuik perdana kalinya. Dia lalu menjalani debutnya kala Italia berhadapan dengan Argentina, Jumat (23/3) silam.
Agen Cutrone Donato Orgnoni menyatakan dengan tegas bahwa kliennya tidak akan tergiur untuk hengkang ke tim lain. Kontrak Cutrone yang selesai pada 2021 mendatang juga digadangnya akan segera ditambahkan.
“Dalam waktu dekat ini kami akan menambahkan kontrak Cutrone. Dia sudah melakukan yang terbaik dan dia layak mendapatkan hadiah itu dari pihak klub kami,” kata Orgnoni.
“Kami tentu tidak bisa menerima tawaran dari klub mana pun jika ada yang menginginkan sang pemain. Dia sudah memberikan yang terbaik kami tentu ingin mempertahankan pemain sepert itu. Kami tidak ingin kehilangan pemain yang ingin membawa klub meraih kesuksesan,” tambahnya.
Di bawah ini masih ada berita lainnya lagi, Brasil meraih kemenangan 1-0 dari Jerman di laga uji coba. Bermain tangguh, Brasil menang tipis lewat gol tunggal Gabriel Jesus.
Dari laga yang berlangsung di Olympiastadion, Berlin, manajer Jerman Joachim Loew bikin tujuh perubahan dari klub yang dimainkan kala bermain seri kontra Spanyol. Kevin Trapp dimainkan di bawah mistar jala, sedangkan Leroy Sane dan Leon Goretzka menemani Mario Gomez di barisan depan.
Sedangkan manajer Brasil Tite tidak banyak melakukan perubahan. Dari klub yang dimainkan kala menang dari Rusia, cuma Douglas Costa yang disampingkan. Sebagai pengganti, Paulinho diturunkan di barisan tengah.
Dari laga ini, Brasil pun beberapa kali memberikan serangan ke pertahanan Jerman. Brasil juga bermain tangguh soal bertahan dan menyulitkan Jerman untuk mendapatkan kans
Brasil pada akhirnya tampil sebagai pemenang usai Gabriel Jesus mencetak gol ke gawang Jerman.
Jerman yang sedikit mengendalikan permainan dari awal menit nyaris memecah kebuntuannya pada menit kesembilan. Sepakan bebas Toni Kroos dibelokkan oleh Jerome Boateng dan tepat ke Gomez. Tapi Alisson terlebih dulu menghadang bola sebelum disambar Gomez.
Gomez yang diturunkan di barisan depan sempat mengancam gawang Brasil. Tapi tidak berujung gol. Brasil bukannya tidak ada kans. Gabriel Jesus memiliki pelaung bagus untuk mengantarkan Brasil memimpin pada menit ke-36 lewat counter attack. Namun kendati telah bisa melego dua pemain Jerman, Jesus tidak bisa mengirim bola ke dalam gawang.
Berselang satu menit, Jesus benar-benar bsia merobek jala Jerman. Operan Willian lewat sisi kanan disundul Jesus yang berdiri di depan jala. Kendati sempat mengenai Trapp, bola tetap mengarah ke dalam jala. Skor 1-0 untuk keunggulan Brasil yang sekaligus bertahan hingga turun minum.
Di paruh kedua, Jerman yang terpaut coba tampil lebih menekan. Tapi Brasil justru yang beberapa kali memberikan tekanan ke jala Jerman.
Kans emas untuk Brasil pada menit ke-68 tidak bisa dimanfaatkan oleh Jesus. Lewat tembakan sudut, bola coba dihadang oleh Joshua Kimmich. Tapi bola justru mengarah kepada Jesus yang berada di tiang jauh. Meski bertemu jala yang telah kosong karena ditinggal Trapp yang coba menghadang tembakan sudut tadi, Jesus tidak bisa meneruskan sundulannya ke arah gawang.
Jerman coba tampil menyerang di menit-menit akhir babak kedua demi mencari gol balasan. Julian Draxler hampir merobek jala Brasil melalui tembaknnya dari muka kotak terlarang. Namun Alisson masih siaga bisa menghalau bola. Hingga pertandingan selesai, kedudukan 1-0 bertahan untuk kemenangan Brasil. (As)

