Kolombia menatap pertandingan kontra Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2018 dengan optimistis. David Ospina menyatakan Kolombia telah lebih bagus jika dibandingkan dengan empat tahun silam.
Kolombia akan berhadapan dengan Inggris di Otkritie Arena, Rabu (4/7/2018) dini hari WIB nanti, dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2018. Andai melihat torehan perjumpaan, Inggris tentu lebih diunggulkan ketimbang Kolombia. Dari catatan perjumpaan kedua tim ini, The Three Lions tidak tertalukkan dari lima duel pamungkas dan menorehkan tiga kemenangan. Hingga kini, langkah Kolombia di Piala Dunia 2018 tidak berjalan begitu oke. Kolombia sempat ditaklukkan Jepang di pertandingan perdana sebelum meraih kemenangan atas Polandia dan Senegal untuk melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2018.
Dinanti Inggris, Kolombia mengaku tidak takut. Ospina optimistis Kolombia memiliki skuad yang lebih bagus untuk menghadapi Inggris. “Kami sudah bermain lebih baik dan bahkan lebih bagus ketimbang empat tahun silam. Kami bersama berjuang dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil bagus. Kami juga punya skuad yang tidak kalah dari Inggris, kami lihat sudah lebih bagus ketimbang kala di Brasil,” ungkap Ospina.
“Kami memiliki pengalaman bermain yang cukup banyak dan kemampuan tim bermain juga luar biasa. Bahkan kami juga banyak pemain-pemain yang tampil di tim-tim terbagus, liga terbagus dan sudah terbiasa tampil di pertandingan sekrusial ini, jadi tak ada hal yang bisa bikin kami gentar. Kami jelas siap menghadapi Inggris dan siap mengalahkan mereka juga kendati kami tahu Inggris adalah salah satu tim yang terbaik, namun kami tak akan merasa takut atau ragu kala berhadapan dengan tim manapun. Kami hanya ingin melakukan yang terbaik dan meraih kesuksesan,” tambahnya.
“Kami juga bertekad menghibur para fans kami dengan bermain cantik, lantaran mereka sudah memberikan dukungan penuh kepada kami kala tampil di atas lapangan hijau. Jadi kami tidak ingin mengecewakan mereka. Dan, kami juga ingin membawa negara kami meraih prestasi atau capai target terbesar di tahun ini. Kami sudah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin dan kami akan membuktikannya di laga kontra Inggris,” tandasnya.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Kroasia melaju ke babak delapan besar Piala Dunia 2018 usai berhasil mengalahkan Denmark lewat adu penalti. Danijel Subasic tampil sebagai pahlawan dengan menghadang tiga penalti. Gol cepat tercipta di Nizhny Novgorod Stadium, Senin (2/7/2018) dinihari WIB tadi, Denmark suskes memimpin lebih dulu pada menit perdana melalui Mathias Joergensen. Kroasia balasnya dengan cepat untuk menyamakan kedudukan jadi 1-1 melalui aksi Mario Mandzukic pada menit keempat.
Laga sempat berlangsung sengit di sepanjang paruh perdana dengan saling tekan menekan. Tapi sesudah itu kedua tim tampil hati-hati. Tidak ada gol tambahan baik dari Kroasia maupun Denmark, pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti usai kedudukan 1-1 bertahan di babak extra time. Dari babak penalti ini, Kroasia tampil menjadi pemenang dengan kedudukan 3-2. Subasic menghadang tiga eksekusi Denmark yaitu, Christian Eriksen, Lasse Schoene dan Nicolai Joergensen. Pada paruh delapan besar Kroasia akan berjumpa dengan menghadapi Rusia. Rusia melaju usai menaklukkan Spanyol melalui adu penalti.
Kronologi Laga
Denmark telah bisa memimpin kala pertandingan baru berlangsung belum satu menit. Mathias Joergensen menendang bola dari kemelut di kotak terlarang Kroasia, bola tidak bagus dihalau Danijel Subasic dan berbelok ke dalam jala. Kroasia tidak perlu waktu lama untuk mencetak gol balasan jadi 1-1. Mario Mandzukic, yang berdiri di posisi tidak terjaga sukses mengirim bola ke dalam gawang lewat dalam kotak terlarang di menit keempat.
Denmark lantas kembali menekan untuk mengancam gawang Kroasia. Namun upaya Dejan Lovren dan Domagoj Vida masih belum bisa membuahkan hasil. Kroasia memperoleh peluang pada menit ke-12 melalui tembakan bebas. Ivan Perisic sebagai aglojo, tapi bola hasil tendangannya masih membentur kepala pagar betis. Setelah itu laga terlihat berlangsung lebih lambat di menit ke-15. Kroasia lebih banyak bermain operan-operan pendek.
Di sisa waktu babak pertama, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Memasuki paruh kedua, Kroasia memperoleh dua kans dari Perisic, tapi upaya sang pemain masih belum menemui sasaran. Denmark berusaha menghadang serangan Kroasia. Cara itu bisa dikatakan berhasil hingga menit ke-60. Polsen sukses masuk ke dalam kotak terlarang Kroasia sebelum mengirim umpan ke N. Jorgensen pada menit ke-72. Tapi sepakan si pemain masih bisa dijinakkan oleh Subasic.
Hingga waktu normal selesai 2×45 menit, tidak ada gol tercipta juga. Maka laga harus diteruskan ke babak extra time. Denmark mencoba mengendalikan permainan di paruh perdana babak extra time. Bola sempat masuk ke dalam kotak terlarang Kroasia, tapi bisa dihadang oleh Lovren.
Schone melakukan tendangan dari jarak jauh pada menit ke-99. Schone terlebih dulu melego Kovacic untuk memiliki ruang tendang, tapi bola hasil tembakannya masih melenceng dari jala Subasic. Setelah itu kedua tim saling tekan menekan tapi belum ada gol tercipta juga.
Hingga laga memasuki menit ke-106, Kroasia memperoleh kans bagus usai Rebic dilanggar di dalam kotak terlarang. Luka Modric yang ke depan menjadi algojo tapi eksekusinya bisa diamankan dengan baik oleh Schmeichel. Masih belum ada gol tercipta di sisa waktu, laga pun ditentukan lewat babak tos-tosan.
Denmark sebagai tim perdana yang mengeksekutor penalti. Sepakan Eriksen bisa dihadang oleh Subasic, sedangkan penyepak Kroasia Milan Badelj juga gagal. Penyepak kedua Denmark, Simon Kjaer, sukses mengantarkan timnya memimpin 1-0 di babak tos-tossan. Andrej Kramaric juga bisa mencetak gol untuk mengubah kedudukan jadi 1-1.
Michael Krohn-Dehli sebagai penyepak ketiga denmark dan sukses mengeksekutornya untuk mengubah kedudukan jadi 2-1. Modric kembali bertemu dengan Schmelichel, kali ini tendangannya tidak dapat dihalau dan kedudukan jadi 2-2. Lasse Schoene sebagai eksekusi keempat Denmark, tapi bola tendangannya bisa dihadang oleh Subasic. Josip Pivaric dari Kroasia juga gagal. Kedudukan tetap 2-2.
Nicolai Joergensen sebagai penyepak kelima Denmark dan tendangannya bisa dihadang oleh Subasic. Ivan Rakitic dari Kroasia menjalani tugasnya dengan bagus untuk mengubah kedudukan jadi 3-2 dan mengantarkan Kroasia ke babak perempatfinal Piala Dunia 2018. (As)

