Juventus memetik kemenangan telak 4-1 atas SPAL di Allianz Stadium dalam giornada kesepuluh Liga Italia, Kamis (26/10/2017) dinihari WIB.
Manajer Juventus Massimiliano Allegri melakukan rotasi di laga yang berlangsung di Allianz Stadium, Kamis (26/10/2017) dinihari WIB tadi. Allegri tidak menurunkan Giorgio Chiellini dan Gianluigi Buffon. Federico Bernardeschi dan Douglas Costa memperoleh kesempatan untuk bermain dari awal menit babak pertama. Sedangkan Mario Mandzukic menepi usai harus menjalani akumulasi kartu kuning yang diterimanya di pertandingan kontra Udinese.
Bermain dominasi di sepanjang laga ini, Bianconeri unggul 2-1 atas SPAL sampai babak pertama selesai. Bernardeschi dan Paulo Dybala mengantarkan Juventus memimpin 2-0 sebelum SPAL memperkecil ketertinggalannya lewat gol Alberto Paloschi. Memasuki paruh kedua, Si Nyonya Tua menciptakan dua gol tambahan lagi untuk memantapkan kemenangannya. Dua gol tersebut dilesakkan oleh Gonzalo Higuain dan Juan Cuadrado masing-masing satu kali merobek jala SPAL.
Dengan kemenangan ini tidak mempengaruhi posisi Juventus yang kini tetap berada di urutan ketiga klasemen sementara Liga Italia dengan mengoleksi 25 angka dari 10 laga yang sudah dijalaninya pada musim ini. Mereka kini tetap tertinggal tiga poin dari Napoli yang berada di puncak klasemen dan tertinggal dua poin dari Inter Milan yang berada di posisi kedua klasemen. Sementara itu SPAL masih berada di posisi ke-19 klasemen dengan raihan lima angka.
Bernardeschi membawa Juventus unggul lewat golnya di menit ke-14. Pemain yang direkrut dari Fiorentina itu hanya satu kali mengendalikan operan dari Douglas Costa sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang menjebol jala tim tamu. Juventus 1-0 atas SPAL. Pada menit ke-22, giliran Dybala yang mencatatkan namanya di papan skor dan sekaligus menambahkan keunggulan Juventus jadi 2-0. Sepakan bebasnya tepat ke arah jala SPAL tanpa dapat diredam oleh penjaga gawang Alfred Gomis.
Paloschi memperkecil ketertinggalan SPAL jadi 1-2 di menit ke-34. Kendati tengah dijaga oleh Stephan Lichtsteiner, dia masih dapat menendang bola dari dalam kotak untu membelokkan tendangan Federico Mattiello. Setelah itu tidak ada gol tambahan tercipta di sisa waktu babak pertama ini.
Di babak kedua, tepatnya di menit ke-65, Juventus menambahkan keunggulannya jadi 3-1 atas SPAL. Berawal dari tendangan sudut Miralem Pjanic, Higuain menyepak bola liar dari jarak dekat dengan tendangan kaki kirinya. Lima menit berselang, giliran Cuadrado yang membobol gawang SPAL dan sekaligus menambahkan keunggulan Juventus jadi 4-1. Dia berada di posisi bagus dan dengan gampang menanduk bola operan silang Douglas Costa.
Higuain sebetulnya merobek jala SPAL di menit ke-89. Akan tetapi, gol itu dianulir wasit lantaran Higuain terlebih dulu dalam perangkap offside kala menyambut operan jitu dari Claudio Marchisio. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya laga, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 4-1 untuk kemenangan Juventus atas SPAL.
Di laga lainnya, AS Roma meraih kemenangan tipis 1-0 atas Crotone di Olimpico dalam laga lanjutan Liga Italia. Gol tunggal Giallorossi dicetak oleh Diego Perotti. Menghadapi Crotone, Roma yang bertindak sebagai tim tuan rumah bermain mendominasi dan mengendalikan permainan begitu laga dimulai. I Lupi telah memiliki kans emas di awal menit babak pertama.
Serangan yang dilakukan Roma menemui penalti yang diakhiri Perotti dengan bagus kala waktu memasuki menit kesepuluh. Keunggulan tersebut bikin klub Serigala itu kian santai. Roma beberapa kali memperoleh kans emas, cuma saja upaya mereka kurang oke. Mereka juga memiliki dua tendangan yang dihadang mistar atau tiang gawang.
Dengan kemenangan di laga ini maka Roma kini berada di peringkat kelima klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 21 angka dalam sembilan laga yang sudah dilewatinya dan tertinggal empat angka dari Lazio yang berada di peringkat keempat klasemen yang telah tampil sebanyak 10 laga. Sedangkan Crotone berada di posisi ke-17 klasemen dengan raihan enam poin.
Kronologi Laga
Roma lantas memperoleh kans emas pada menit kedelapan, kala Aleksandar Kolarov memperoleh umpan dari Diego Perotti dari sisi kiri. Kolarov melepaskan tendangan namun masih melenceng dari gawang.
Satu menit kemudian, Roma mendapatkan hadiah penalti dari wasit usai Rolando Mandragora melakukan pelanggaran terhadap Kolarov di dalam kotak penalti. Diego Perotti yang ke depan menjadi algojo dan berhasil menjalaninya dengan baik usai tendangannya tidak bisa ditepis oleh Alex Cordaz.
Kolarov kembali memberikan tekanan kepada Crotone pada menit ke-17. Lewat sepakan bebas dari sisi kiri, Kolarov melepaskan tembakan lantas yang terlihat tepat ke arah gawang tapi ternyata bola masih mengenai tiang gawang.
Crotone gantian menyerang pada menit ke-20 lewat serangan cepat. Operan silang Mario Sampirisi disundul Andrea Naini yang tidak terjaga cukup bagus, namun bola masih melayang.
Dzeko menyiakan sebuah peluang emas pada menit ke-36. Menerima umpan dari jarak dekat, dia tidak bisa menendang bola dengan bagus kendati telah sangat dekat dengan jala.
Crotone kembali memperlihatkan serangan cepat yang mengesankan pada menit ke-37. Marcus Rohden masuk dari kanan dan kemudian masuk ke tengah, sebelum akhirnya melepaskan tembakan. Namun usahanya terlalu ringan sehingga gampang diantisipasi oleh Alisson Becker.
Dzeko kembali mendapatkan kans pada menit ke-40. Namun sepakannya memaksimalkan operan Kolarov masih dapat diantisipasi oleh penjaga gawang. Lima menit kemudian, dia kembali menyiakan sebuah kans. Tandukannya di depan jala meneruskan operan Perotti masih sedikit melebar dari gawang.
kolarov hampir bikin Crotone melakukan gol bunuh diri. Operannya sempat membentur pemain Crotone dan bola mengarah ke jala, namun Cordaz dengan cepat mengamankan bola. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Roma nyaris bisa menambahkan keunggulannya pada menit ke-53, andaikan tendangan keras Dzeko tidak dihalau mistar jala Crotone.
Kali ini giliran Gregoire Defrel yang punya peluang bagus. Menyambut operan dari Maxime Gonalons, tendangannya masih melenceng dari sasaran.
Roma dengan santai mengendalikan permainan pada sisa waktu babak kedua. Saat laga memasuki menit pamungkas masa injury time, Dzeko sempat memperoleh kans setelah menyambut operan jitu dari Nainggolan. Namun sepakannya terlalu gampang untuk Cordan. Hingga pertandingan selesai, tidak ada perubahan skor lagi. (As)

