Mattia Perin resmi jadi pemain Juventus usai lolos tes medis. Sang penjaga gawang diikat kontrak dengan durasi empat tahun, yang akan selesai padaJuni 2022.
Siapa penjaga gawang anyar untuk Juventus sudah diketahui usai Gianluigi Buffon memutuskan pergi dari klub yang bermarkas di Juventus Stadium. Bianconeri secara resmi mengumumkan sudah berhasil memboyong Mattia Perin dengan nilai transfer 12 juta euro atau setara Rp 196 miliar, yang akan dibayar dengan cicilan selama tiga tahun. Si Nyonya Tua juga akan memberikan bonus senilai tiga juta euro (Rp 49 miliar) andai penampilan si kiper bagus. Penjaga gawang berumur 25 tahun itu kabarnya akan mendapatkan gaji 2,5 juta euro (sekitar Rp 41 miliar) per musim dan Perin sendiri juga sudah lolos dari tes medis.
“Juventus mengonfirmasi bahwa sudah mencapai kesepakatan bersama Genoa untuk mendatangkan Mattia Perin dengan harga transfer 12 juta euro, yang akan dilunasi dalam waktu tiga tahun. Harga pembelian dapat melonjak dengan maksimun 3 juta euro untuk mencapai situasi bagus yang diberikan dengan durasi kontrak. Selain itu, Perin akan diberikan tambahan bonus jika sang kiper bisa menampilkan performa bagusnya di klub,” tulis keterangan resmi klub.
Perin datang di J-Medical pada Jumat (8/6/2018) pagi waktu Turin. J-Medical merupakan pusat medis Juventus yang terletak di sebelah Allianz Stadium. Di tempat itulah Perin melakoni tes medis dan sudah lolos dari tes medis. Perin kabarnya akan bersaing dengan kiper Juventus lainnya, Wojciech Szczesny, untuk sebagai kiper nomor satu Juventus. Perin sendiri pun mengaku senang setelah resmi jadi pemain Juventus.
“Ya, saya tentu merasa gembira sekali usai resmi bergabung ke Juventus. Klub ini tentu sudah jelas punya masa depan untuk para pemain yang bermain di sini dan punya misi yang bagus untuk didapatkan. Anda bisa lihat juga bahwa klub ini telah memenangi gelar Scudetto sebanyak tujuh kali secara beruntun. Ini jelas tidak akan mudah untuk klub manapun, jadi saya sangat senang bisa bermain di sini. Saya juga tahu saya harus bisa bermain bagus jika ingin mendapatkan posisi inti lantaran ada beberapa kiper lainnya yang siap bersaing untuk mendapatkan posisi Gianluigi Buffon yang sudah hengkang dari klub pada akhir musim,”kata Perin di situs resmi Juventus.
“Saya juga merasa bahagia bisa merasakan atmosfer nantinya, di mana klub akan bermain di Liga Champions pada musim depan. Setiap pemain sepakbola tentu ingin merasakan atmosfer di sana dan saya juga tak lupa ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Genoa yang sudah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada saya setiap saya bermain di sana. Saat ini saya tinggal fokus bermain di klub baruku,” tambahnya.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, kinerja Casemiro dianggap akan sangat penting untuk Brasil di Piala Dunia 2018. Pemain yang memperkuat Real Madrid itu akan sebagai kunci permainan tim Samba. Brasil akan mengawali petualangan di Piala Dunia 2018 di Rusia dengan melawan Swiss di Rostov Arena, Minggu (17/6/2018). Ada di Grup E, tim arahan Tite tersebut juga akan berhadapan dengan Kosta Rika dan Serbia.
Usai kekecewaan pada empat tahun silam di negara sendiri, Brasil saat ini diklaim telah lebih bagus dan siap untuk coba meraih gelar juara turnamen ini. Telah 16 tahun sejak pamungkas kali Brasil jadi juara Piala Dunia, yakni di tahun 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Sedangkan beberapa pemain seperti Gabriel Jesus, Neymar dan Philippe Coutinho disebut-sebut bisa jadi pembeda, mantan pemain Brasil Gilberto Silva optimistis kinerja Casemira bisa juga dihitungan. Casemiro-lah yang digadangnya bisa menjadikan Jesus, Neymar dan Coutinho, dan para striker lainnya bisa bermain lebih tajam di depan gawang lawan.
“Menurut saya, Casemiro merupakan salah satu pemain yang terbagus andai bukan yang terbagus di posisi barisan tengah. Sejak saya gantung sepatu, semua pemain yang bermain di posisi itu di Brasil telah bermain dengan cara yang tidak sama. Dengan penuh kepercayaan bagi para pemain yang pernah tampil di sana, performa bermain merreka tidak sama. Di waktu sama, kami sempat memiliki Paulinho tampil bersama Ramires dan mereka memiliki gaya yang sama,” sambungnya.
“Tak ada satu pun dari mereka tampil di peran barisan tengah. Kendati begitu, kini dengan Brasil memiliki Casemiro, tim memiliki satu pemain yang bisa mengatur serangan dan membantu pertahanan. Selain itu, juga bisa membantu lini depan menjadi lebih bagus. Dia tahu apa yang akan dilakukan dan itu sudah terbukti kala dia bermain di Real Madrid. lihat saja, dia sudah banyak membantu Madrid dan bersama-sama meraih kesuksesan. Jadi tidak ada yang perlu diragukan lagi jika dia bermain untuk Brasil di Piala Dunia 2018,” katanya lagi.
Di sisi lain masih ada berita lainnya lagi, misi sulit menanti timnas Inggris di Piala Dunia 2018 yakitu berusaha menuntaskan puasa trofi juara. Untuk mendapatkannya, Inggris diminta untuk main beda, hal ini diungkapkan oleh kapten The Three Lions, Harry Kane. Inggris tiba di Piala Dunia 2018 dengan status pemilik satu trofi juara dunia. Satu-satunya gelar itu didapatkan kala jadi juara Piala Dunia di tahun 1966. Sejak meraih gelar itu, Inggris tidak pernah dapat mengulangi keberhasilan itu, prestasi terbagusnya cuma jadi tim peringkat keempat di Piala Dunia 1990.
Ini tentu akan sebagai misi sulit untuk tim besutan Gareth Southgate di Piala Dunia 2018. Namun Kane menyarankan agar teman satu timnya dapat bermain berbeda dan menunjukkan gaya permain bagus di atas lapangan hijau. “Yang paling krusial adalah harus bisa main bagus, ini tentu tidak mudah tapi kami harus percaya diri untuk bisa melakukannya. Menurut kami adalah tetap konsentrasi dan fokus. Setiap pemain tentu ingin mencapai target, apalagi negara kami sudah lama tidak mencicipi gelar juara turnamen bergengsi ini. Jadi kami harus siap untuk mendapatkan apa yang kami inginkan. Kami berada di Grup G dengan Tunisia, Panama dan Belgia. Kami memang lebih diunggulkan untuk lolos, tapi kami tidak akan meremehkan lawan-lawan itu dan kami akan tetap fokus menghadapinya,”ujar Kane. (As)

