Juventus berhasil merengkuh trofi Coppa Italia musim ini. Ini diperoleh usai Bianconeri berhasil mengalahkan AC Milan 1-0 di laga final.
Kala menjalani laga yang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Milan, Minggu (22/5/2016) dinihari WIB tadi, statistik mencatatkan bahwa AC Milan tampil lebih dominasi atas Juventus.
Milan mendominasi dengan unggul penguasaan bola 56 persen, sisanya 44 persen milik Bianconeri. Soal jumlah tembakan, Diavolo Rosso bisa melepaskan 18 tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Juventus bisa melepaskan delapan tendangan dan cuma empat yang tepat ke sasaran.
Alhasil, baik Juventus maupun Milan sama-sama gagal menciptakan gol di sepanjang pertandingan atau waktu normal 90 menit laga berlangsung. Di babak tambahan waktu, barulah tercipta gol dan gol itu datang dari kubu Juventus yakni, Alvaro Morata yang membobol gawang Milan. Skor 1-0 itu bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit. Si Nyonya Tua pun yang berhak meraih gelar juara Coppa Italia musim 2015/2016.
Jalannya Pertandingan
AC Milan lantas tampil menyerang. Mereka memberikan ancaman di awal menit melalui Carlos Bacca. Namun tendangan yang dilepaskan Bacca masih dapat dihadang oleh bek Juventus, Patrice Evra.
Setelah itu Milan kembali menyerang. Kali ini kans diperoleh Andrea Poli pada menit ke-25, tapi upayanya bisa digagalkan oleh pemain Juventus.
Juventus memiliki kans pada menit ke-31 lewat Evra. Namun tendangan yang dilepaskannya masih melenceng dari sasaran.
Milan gantian menyerang lewat aksi Honda di menit-menit akhir paruh perdana. Tapi tendangan yang dilepaskannya dari luar kotak masih belum menemui sasaran. Skor masih 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di awal babak kedua, Juventus memperoleh kans lewat Pogba. Namun tendangan yang dilakukan Pogba masih melebar.
Pogba kembali mendapatkan peluang di menit ke-69. Kali ini tembakannya bisa diredam oleh kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma.
Juventus kembali punya kans. Kali ini lewat countter attack yang sangat cepat, namun upaya Paulo Dybala masih melebar dari sasaran.
Hingga 90 menit selesai, skor masih 0-0. Dan laga dilanjutkan ke babak extra time. Di babak inilah, Juventus keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 1-0 berkat gol tunggal Alvaro Morata pada menit ke-110. Dia membobol gawang Donnarumma hasil umpan dari Juan Cuadrado. Milan mencoba menyerang demi mencari gol balasan tapi usaha mereka gagal hingga laga selesai.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai laga final Piala Prancis.
Paris Saint-Germain sukses sebagai pemenang di laga final Piala Prancis. Zlatan Ibrahimovic menciptakan dua gol, PSG berhasil mengalahkan Marseille dengan skor 4-2.
Di laga yang digelar di Stade de France pada dinihari tadi, PSG sudah unggul pada menit kedua melalui gol Blaise Matuidi. Memanfaatkan operan dari Angel di Maria lewat sisi kanan, Matuidi bisa melepaskan tendangan untuk merobek gawang Marseille.
Marseille berhasil mencetak gol balasan melalui Florian Thauvin pada menit ke-12. Dia melepaskan tembakan kaki kiri tepat ke sasaran dari jarak jauh, sampai bisa bikin kedudukan jadi seri 1-1. Kedudukan itu bertahan sampai babak pertama selesai.
Di awal babak kedua, tepatnya di menit ke-47, PSG mendapatkan hadiah penalti usai pemain Marseille melakukan pelanggaran terhadap Matuidi di kotak terlarang. Ibra yang maju sebagai algojo dan berhasil menjalani tugasnya dengan baik.
PSG menambahkan keunggulannya menjadi 3-1 atas Marseille pada menit ke-57. Kali ini giliran Edinson Cavani yang membobol gawang Steve Mandanda setelah menerima operan dari Ibra.
Performa Ibra semakin oke dengan menciptakan gol lagi pada menit ke-82 dan sekaligus memberikan keunggulan PSG menjadi 4-1 atas Marseille. Gol tersebut hasil operan dari Matuidi.
Marseille berhasil memperkecil ketertinggalannya menjadi 2-4 dari PSG pada menit ke-87. Gol tercatat lewat aksi Michy Batshuayi, yang dilesakkannya meneruskan bola muntah. Penjaga gawang Paris Saint-Germain, Salvatore Sirigu, tidak bisa mengamankan satu tendangan jauh, yang bolanya dapat disepak oleh Batshuayi.
Dari hasil akhir ini, maka PSG berhasil merengkuh treble lagi di kompetisi domestik musim 2015/2016. Usai sebelumnya, mereka berhasil meraih trofi Piala Liga Inggris dan Ligue 1. PSG juga ditorehkan meraih treble kompetisi domestik pada tahun 2013 dan tahun 2014 lalu. (As)

