Winger Juventus Juan Cuadrado menegaskan bahwa timnya bakal tampil habis-habisan saat menghadapi Real Madrid di perempatfinal Liga Champions.
Juventus dan Real Madrid akan saling bertanding di babak delapan besar Liga Champions. Si Nyonya Tua akan meladeni Los Blancos terlebih dulu di laga leg perdana di Stadion Allianz, Rabu (4/4/2018) dini hari WIB nanti. sebelum gantian bertanding di Santiago Bernabeu dalam laga leg kedua seminggu selanjutnya.
Sebagai tuan rumah, Juventus harus bisa mendapatkan hasil bagus. Kendati takluk 1-4 di final musim silam yang menjadikan perjumpaan pamungkas kedua tim, Bianconeri diklaim punya catatan baik dari duel dua leg nanti. Di babak empat besar tahun 2014/15, Juventus berhasil menyingkirkan Madrid dengan total agregat 3-2. Kemenangan 2-1 di markas sendiri sebagai kunci kemenangan untuk Juventus.
Dari perjumpaan dengan tim raksasa Spanyol itu, Juventus akan lebih percaya diri lagi usai menang atas AC Milan, yang punya catatan bagus tidak tertaklukkan di 10 laga terakhir. “Kemenangan dari Milan akan menjadi modal bagus untuk kami dalam menghadapi Real Madrid, yang mana merupakan klub tangguh namun kami siap dan kami akan menjalani laga ini dengan bagus,| ungkap Juan Cuadrado selaku pemain Juventus di situs resmi klub.
“Kami bukan tim yang bisa dipandang lemah oleh Madrid. Kami juga setara dengan mereka, sama-sama klub tangguh. Mereka punya banyak pemain bintang, kami juga memiliki sejumlah pemain bintang. Kami punya segalanya juga yang sama seperti dengan mereka. Kami tahu banyak yang menjagokan dia lolos ke babak berikutnya daripada kami, tapi kami akan buktikan dan kami tidak ingin kalah dari mereka lagi,” tambahnya.
Cuadrado menciptakan gol kedua Juventus usai pemain Milan Leonardo Bonucci mencetak gol untuk bikin skor jadi imbang 1-1, setelah Paulo Dybala menciptakan gol pembuka. Sami Khedira langsung menciptakan gol kemenangan Juventus pada empat menit pamungkas. Laga ini sebagai kembalinya Cuadrado bertanding di atas lapangan hijau usai menepi cukup lama lantaran cedera pangkal paha, yang didapatnya pada bulan Desember 2017.
“Saya akui masih belum mencapai penampilan terbagus namun saya telah berlatih dengan bagus. Saya akan berlatih lebih keras lagi untuk bisa bermain lebih bagus lagi dan membantu timku meraih kesuksesan. Saya tahu persaingan di musim ini sangat ketat, terutama di Liga Champions. Jadi saya harus bisa menyetel waktu dan terus bermain bagus, itu yang paling penting untuk membela klub,” ungkap pemain asal Kolombia itu.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Napoli gagal meraih tiga angka di kandang Sassuolo dalam laga lanjutan Serie A, usai bermain seri 1-1. Dalam laga yang dilangsungkan di Mapei Stadium, Napoli bermain mendominasi di markas Sassuolo. Statistik mencatatkan bahwa Partenopei bisa dominasi ball posession hingga 75 persen banding 25 persen milik Sassuolo.
Namun dalam laga berlangsung ini, Napoli justru harus kemasukan terlebih dulu pada menit ke-22. Matteo Politano mengantarkan Sassuolo memimpin usai memanfaakan bola pantulan dari tiang jala. Sementara Napoli baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-80. Gol tersebut tercipta melalui gol bunuh diri Rogerio. Kedudukan 1-1 bertahan sampai pertandingan selesai.
Dengan tambahan satu angka bikin Napoli tidak bisa mendapatkan posisi pertama klasemen, yang mana peringkat pertama itu sedang diduduki oleh Juventus. Juve akan berhadapan dengan AC Milan pada beberapa saat lagi. Napoli harus puas dengan berada di peringkat kedua klasemen dengan raihan 74 angka dalam 30 pertandingan yang dilewatinya.
Kronologi Laga
Napoli mengawali pertandingan paruh perdana dengan cukup bagus. Bahkan pertandingan baru berlangsung lima menit Napoli bisa menjebol gawang Sassuolo melalui tandukan Jose Callejon. Namun gol itu dinyatakan wasit tidak sah, usai Callejon dinilai berada dalam perangkap offisde kala menerima operan silang Dries Mertens.
Dua menit berselang, Napoli kembali mendapatkan kans bagus. Operan satu dua dari Jorinho bersama Lorenzo Insigne diakhiri dengan tembakan voli. Tapi tidak bisa mengarah ke dalam jala usai bola dapat dihadang oleh penjaga gawang Andrea Consigli. Sassuolo terus tertekan. Permainan cepat dari Napoli bikin mereka bermain bertahan lebih ketat.
Kendati dari posisi terancam, Sassuolo justru bisa memimpin terlebih dulu pada menit ke-22. Diawali dari tembakan bebas, Stefano Sensi melepaskan bola ke tiang jauh yang diterima oleh Federico Peluso, tapi bola mengenai tiang jala. Bola mengarah ke arah Politano, yang dengan cepat dimanfaatkan untuk menjebol jala Napoli. Skor 1-0 untuk keunggulan Sassuolo.
Napoli memperoleh kans bagus pada menit ke-39. Bola hasil operan silang Allan sukses dilanjutkan dengan tembakan voli Insigne. Tapi peluang itu hanya membuahkan tendangan sudut usai Consigli dapat menghadang bola dengan meregangkan badannya. Sampai babak pertama selesai, kedudukan masih tetap 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Napoli masih mendominasi dari laga ini. Mereka terus melakukan tekanan dengan melalui operan-operan silang. Namun cara itu belum menemui sasaran usai bola selalu bisa dihadang keluar dari kotak terlarang oleh pemain tim tuan rumah. Sassuolo hampir bisa menambahkan keunggulannya pada menit ke-51 melalui sebuah counter attack. Politano yang lepas dari jagaan pemain tim tamu melepaskan tendangan, tapi percobaan itu tidak bisa usai Pepe Reina dapat menghadang langkah bola.
Gol balasan belum datang juga, Maurizio Sarri selaku pelatih Napoli melakukan pergantian pemain pada menit ke-65 untuk menambah daya serang. Jorginho yang berperan menjadi pemain yang bermain di barisan tengah dikeluaerkan dari lapangan dan Arkadiusz Milik masuk menggantikannya. Baru tiga menit tampil, Milik lantas memperoleh kans bagus. Melalui tendangan sudut yang dieksekusi Callejon, Milik meneruskan bola dengan kepalanya. Tapi peluang itu tidak menemui sasaran usai bola sedikit melenceng dari gawang.
Napoli pada akhirnya baru bisa mencetak gol balasan jadi 1-1 pada menit ke-80 melalui gol bunuh diri Rogerio. Gol ini tercipta usai Rogerio bisa menghadang operan silang Mario Rui yang mengarah kepada Callejon. Tapi lantaran posisi ditekan oleh Callejon, bola yang dihadang Rogerio justru masuk ke dalam jala timnya sendiri. Setelah ini tidak ada gol tambahan tercipta lagi hingga laga selesai. Skor berakhir 1-1 untuk kedua tim. (As)

